Polda Metro Jaya Mengamankan 65 Orang Jelang Demo di DPR, Sita Senjata Tajam dan Bahan Molotov

Kebaruan.com Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dalam rangkaian pencegahan potensi gangguan keamanan. Langkah ini muncul menjelang kegiatan penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta. Dari operasi ini, polisi turut menyita puluhan senjata tajam. Sejumlah bahan yang orang duga berkaitan dengan pembuatan bom molotov juga ikut masuk sitaan.

Polisi mengungkap temuan ini lewat konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa pemeriksaan masih berjalan. Penyidik ingin mendalami keterkaitan dan peran masing-masing pihak dalam rangkaian persiapan yang mereka temukan.

Penyidik Dalami Peran Setiap Pihak

“Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan,” ujar Kombes Iman Imanuddin.

Fokus penyidikan tidak berhenti pada orang-orang yang polisi amankan saja. Tim penyidik juga menelusuri jaringan di baliknya, mulai dari siapa yang mendanai kegiatan sampai siapa yang mengatur pergerakan massa di lapangan.

Barang Bukti yang Petugas Sita

Dalam rangkaian operasi ini, polisi mengamankan 39 senjata tajam. Selain itu, tim juga menyita dua airsoft gun dan satu tabung gas airsoft gun. Barang bukti lain mencakup gotri, tiga stik golf, tujuh jeriken berisi bensin, serta 201 botol kaca lengkap dengan sumbunya.

Petugas turut menemukan sejumlah barang pendukung lain di lokasi. Tas ransel, banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, dan telepon seluler masuk daftar temuan yang mereka amankan. Kombinasi barang-barang ini memperkuat dugaan adanya persiapan matang di balik rencana aksi tersebut.

Penelusuran Sumber Pendanaan

Penyidik turut menelusuri sumber pendanaan yang berkaitan dengan pengadaan barang-barang tersebut. Proses penelusuran ini mencakup keterangan para pihak yang terlibat, komunikasi digital, transaksi keuangan, serta barang bukti lain. Tim berharap bisa memperoleh gambaran utuh mengenai seluruh rangkaian persiapan yang terjadi.

Polisi Tegaskan Tidak Membatasi Aspirasi

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan satu hal penting. Kepolisian bergerak untuk menjaga ruang aman bagi penyampaian aspirasi. Ia menekankan, polisi bukan mencegah masyarakat berpendapat, melainkan mencegah potensi bahaya yang mungkin muncul.

“Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Patroli Digital Turut Diperkuat

Polda Metro Jaya juga menjalankan patroli ruang digital, guna mengantisipasi provokasi, hoaks, fitnah, maupun konten kebencian yang berpotensi muncul di media sosial. Patroli ini menjadi bagian dari strategi menjaga situasi tetap kondusif, baik di lapangan maupun di ruang siber.

Hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta terpantau aman dan terkendali. Aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan perekonomian tetap berjalan normal seperti biasa.

Menjaga Keseimbangan Demokrasi dan Keamanan

Kombes Budi menutup keterangannya dengan pesan penting soal keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan keamanan bersama. “Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama,” pungkasnya.

Langkah Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang ini menunjukkan keseriusan kepolisian mengantisipasi potensi kerusuhan. Meski begitu, langkah ini tetap menghormati hak masyarakat untuk menyuarakan pendapat secara damai.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi