Penyebab Kencing Berdarah, Jangan Anggap Remeh Gejala Ini
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Penyebab kencing berdarah, atau dalam istilah medis disebut hematuria, bisa bervariasi mulai dari kondisi ringan sampai yang butuh penanganan segera. Kondisi ini ditandai dengan urine berwarna merah muda, merah terang, atau bahkan kecokelatan seperti teh pekat, akibat tercampurnya sel darah merah dalam air seni.
Banyak orang panik begitu melihat warna urine berubah, padahal langkah pertama yang perlu dilakukan justru mengenali pemicunya. Beberapa penyebab bersifat sementara dan mudah diatasi, sementara yang lain memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut agar tidak berkembang jadi komplikasi serius.
Infeksi Jadi Pemicu Paling Umum
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyebab kencing berdarah yang paling sering ditemukan, terutama pada perempuan. Bakteri yang masuk ke uretra dan berkembang biak di kandung kemih memicu peradangan, sehingga pembuluh darah kecil di dinding saluran kemih mudah pecah dan bercampur dengan urine.
Selain ISK, infeksi ginjal atau pielonefritis juga kerap jadi biang keladinya. Kondisi ini biasanya disertai gejala tambahan seperti demam tinggi, nyeri pinggang, dan rasa mual yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Batu Ginjal dan Batu Kandung Kemih
Batu ginjal terbentuk dari endapan mineral yang mengkristal di dalam saluran kemih. Saat batu ini bergerak atau bergesekan dengan dinding saluran, luka kecil pun muncul dan memicu darah bercampur dengan urine.
Rasa nyeri yang menyertai kondisi ini biasanya cukup hebat, sering digambarkan sebagai salah satu rasa sakit terburuk yang pernah dialami seseorang. Nyeri ini umumnya menjalar dari pinggang ke area perut bawah, mengikuti jalur saluran kemih tempat batu tersebut bergerak.
Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain infeksi dan batu saluran kemih, beberapa kondisi berikut juga bisa memicu kencing berdarah:
- Pembesaran prostat jinak (BPH) — umum terjadi pada pria di atas 50 tahun, memicu tekanan berlebih pada kandung kemih.
- Cedera fisik — benturan keras di area perut atau pinggang bisa melukai ginjal maupun kandung kemih.
- Olahraga intensitas tinggi — lari jarak jauh terkadang memicu hematuria sementara akibat dehidrasi atau benturan berulang pada kandung kemih.
- Kanker kandung kemih atau ginjal — meski jarang, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama jika muncul tanpa rasa nyeri sama sekali.
- Kelainan darah — gangguan pembekuan darah atau konsumsi obat pengencer darah juga bisa memicu gejala serupa.
Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?
Munculnya darah dalam urine sebaiknya tidak ditunda-tunda penanganannya, apalagi kalau disertai gejala tambahan. Segera cari bantuan medis bila kamu mengalami:
- Nyeri hebat di area pinggang atau perut bawah.
- Demam tinggi disertai menggigil.
- Urine berwarna merah pekat yang berlangsung lebih dari satu hari.
- Kesulitan atau rasa sakit saat buang air kecil.
- Penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan urine, USG, atau CT scan untuk memastikan penyebab kencing berdarah yang kamu alami. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang penanganan berjalan efektif sebelum kondisi berkembang jadi lebih serius.
- Penulis: Firmansyah
