Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Tatakrama Salim yang Baik kepada Orang Tua, Begini Adab yang Sesuai Sunnah

Tatakrama Salim yang Baik kepada Orang Tua, Begini Adab yang Sesuai Sunnah

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Tatakrama salim yang baik kepada orang tua merupakan salah satu wujud penghormatan yang sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia. Kebiasaan mencium tangan orang tua ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol rasa hormat, kasih sayang, dan pengakuan atas jasa besar yang telah diberikan sejak kita lahir hingga dewasa.

Sayangnya, di tengah kesibukan hidup modern, banyak anak mulai melupakan adab sederhana ini. Padahal, salim kepada orang tua punya makna mendalam yang jauh melampaui gerakan fisik semata, terutama jika dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh kesadaran.

Makna di Balik Tatakrama Salim kepada Orang Tua

Dalam tradisi Islam, mencium tangan orang tua termasuk bentuk penghormatan yang dianjurkan, sebagaimana banyak diriwayatkan dalam berbagai hadis mengenai adab kepada kedua orang tua. Gerakan ini melambangkan ketundukan seorang anak terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidiknya dengan penuh pengorbanan.

Selain nilai religius, salim juga mengandung makna sosial yang kuat. Kebiasaan ini mengajarkan anak untuk selalu rendah hati, menghargai orang yang lebih tua, dan tidak bersikap sombong meski sudah memiliki pencapaian tertentu dalam hidupnya.

Cara Melakukan Salim yang Benar dan Sopan

Supaya tatakrama salim terasa bermakna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukannya:

  • Gunakan tangan kanan — ambil tangan orang tua dengan lembut menggunakan tangan kanan sebagai bentuk adab yang baik.
  • Dekatkan wajah dengan sopan — cium punggung tangan dengan posisi badan sedikit membungkuk, hindari gerakan terburu-buru.
  • Sertai dengan ucapan salam — ucapkan salam atau doa singkat, seperti “Assalamualaikum” sebelum atau sesudah salim.
  • Jaga kontak mata yang hangat — tatap wajah orang tua dengan senyum tulus, bukan sekadar formalitas belaka.
  • Lakukan dengan konsisten — biasakan salim setiap kali bertemu atau berpisah, bukan hanya saat momen tertentu seperti Lebaran.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Salim?

Banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya kapan momen terbaik melakukan tatakrama salim kepada orang tua? Berikut beberapa situasi yang cocok untuk membiasakannya:

  • Sebelum berangkat sekolah atau bekerja, sebagai bentuk permohonan restu dan doa.
  • Saat pulang ke rumah, terutama setelah bepergian jauh atau lama tidak bertemu.
  • Menjelang tidur malam, sebagai penutup hari yang penuh rasa syukur.
  • Saat momen keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, atau acara keluarga besar lainnya.

Mengajarkan Adab Salim Sejak Dini

Orang tua punya peran besar dalam menanamkan kebiasaan ini kepada anak sejak usia kecil. Semakin sering dicontohkan, semakin mudah pula anak menyerap nilai-nilai kesopanan tersebut secara alami, tanpa perlu paksaan berlebihan.

Beberapa tips yang bisa diterapkan orang tua di rumah:

  • Jadikan contoh langsung, misalnya orang tua juga salim ke kakek-nenek di depan anak.
  • Beri penjelasan sederhana, tentang alasan pentingnya menghormati orang yang lebih tua.
  • Berikan apresiasi, seperti pujian ringan setiap kali anak melakukannya secara sadar.
  • Jangan memaksa secara berlebihan, ajarkan dengan penuh kesabaran agar anak memahami nilainya, bukan sekadar rutinitas kosong.

Tatakrama salim yang baik kepada orang tua sejatinya bukan sekadar warisan budaya, melainkan cerminan karakter dan akhlak seorang anak. Kebiasaan kecil ini, jika dijaga dan diwariskan dengan konsisten, akan terus membentuk generasi yang santun dan menghargai jasa orang tuanya sepanjang hidup.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak RI Tembus US6 per Barel: Rupiah Melemah, APBN 2026 Kena Imbas

    Harga Minyak RI Tembus US$106 per Barel: Rupiah Melemah, APBN 2026 Kena Imbas

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) terus menunjukkan tren kenaikan sepanjang 2026. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan memanasnya konflik di Timur Tengah, harga minyak nasional kini bergerak jauh di atas asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2026. Pada saat yang sama, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut […]

  • Memahami Lanskap Hutang Indonesia dan Daftar Negara Kreditur Terbesar

    Memahami Lanskap Hutang Indonesia dan Daftar Negara Kreditur Terbesar

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dinamika hutang Indonesia saat ini kembali menjadi sorotan publik seiring dengan rilis data terbaru dari pemerintah. Per April 2026, total posisi utang luar negeri mencapai angka yang cukup signifikan jika kita meninjau dari perspektif ekonomi makro. Bagi Anda yang ingin memahami ke mana arah aliran modal dan siapa saja pihak yang membiayainya, penting untuk […]

  • Kepala BGN: Makanan MBG Tidak Layak Wajib Ditolak, Jangan Dikonsumsi Sebagian

    Kepala BGN: Makanan MBG Tidak Layak Wajib Ditolak, Jangan Dikonsumsi Sebagian

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar jutaan siswa tiap hari, dan soal kualitas makanan yang sampai ke tangan mereka jadi perhatian serius pemerintah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, baru saja menegaskan sikap tegas soal ini. Kalau makanan MBG kelihatan tidak layak, jangan disantap sama sekali. Satu Item Bermasalah, Semua […]

  • Harga Pokok Saja yang Naik, Ini Penyebab dan Cara Pelaku Usaha Menyiasatinya

    Harga Pokok Saja yang Naik, Ini Penyebab dan Cara Pelaku Usaha Menyiasatinya

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kebaruan. Harga pokok saja yang naik jadi keluhan yang sering muncul dari pelaku UMKM belakangan ini. Harga jual produk sulit ikut naik secepat itu, karena pelanggan gampang lari ke kompetitor kalau harga tiba-tiba melonjak. Situasi ini membuat margin keuntungan tergerus pelan-pelan, bahkan bisa berujung rugi kalau tidak segera disikapi dengan tepat. Harga pokok produksi sebenarnya […]

  • Parkiran Saat Berkunjung ke GBK, Daftar Lokasi Terdekat Anti Ribet

    Parkiran Saat Berkunjung ke GBK, Daftar Lokasi Terdekat Anti Ribet

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kebaruan. Parkiran saat berkunjung ke GBK jadi masalah klasik yang dialami hampir semua pengunjung. Konser besar, laga timnas, sampai turnamen e-sport kerap berlangsung bersamaan di kawasan Senayan. Akibatnya, area parkir dalam kompleks GBK cepat penuh, apalagi menjelang jam acara mulai. Untungnya, kawasan ini punya banyak titik parkir alternatif. Simak daftar lokasi yang bisa jadi andalan, […]

  • IHSG Dibuka Menguat ke 6.372, Sektor Energi Topang Penguatan Pagi Ini

    IHSG Dibuka Menguat ke 6.372, Sektor Energi Topang Penguatan Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bursa saham Indonesia membuka akhir pekan dengan wajah cerah. Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak ke zona hijau sejak menit-menit awal. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks naik 28,822 poin atau 0,45 persen ke level 6.372,533 hingga pukul 09.09 WIB. Laju Penguatan Sejak Pembukaan IHSG sempat dibuka di […]

expand_less