Kebaruan.com Pernah nggak kamu lagi asyik motoran, tiba-tiba mata terasa perih luar biasa karena terkena abu merokok sambil berkendara di depan? Gue pernah. Rasanya perih, pandangan langsung kabur, dan itu hampir bikin gue kehilangan kendali motor.
Banyak orang mikir, “Ah, cuma abu doang, nanti juga hilang ditiup angin.” Padahal, abu yang terkena angin kencang itu kecepatannya meningkat dan bisa melukai kornea mata orang lain. Ini bukan cuma soal etika, tapi soal keselamatan publik.
Data & Fakta: Mengapa Merokok Sambil Berkendara Berbahaya Saat Nyetir?
Bukan sekadar opini, ada alasan teknis kenapa merokok dilarang saat kamu memegang kemudi:
- Gangguan Respon Motorik: Saat merokok, satu tangan kamu sibuk memegang batang rokok. Ini mengurangi kecepatan respon kamu saat harus melakukan pengereman mendadak atau manuver darurat.
- Distraksi Visual: Asap rokok bisa masuk ke mata sendiri atau menghalangi pandangan spion, yang berisiko memicu tabrakan beruntun.
- Risiko Kebakaran: Data dari dinas pemadam kebakaran menunjukkan beberapa kasus kebakaran interior mobil bermula dari bara rokok yang jatuh ke jok saat mobil berguncang.
Sanksi Tegas: Siap-siap Kantong Bolong
Pemerintah nggak main-main soal ini. Berita terbaru dari Korlantas Polri menegaskan bahwa penindakan lewat ETLE (Tilang Elektronik) kini makin canggih dan bisa mendeteksi aktivitas merokok di dalam kabin atau di atas motor.
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya Pasal 283:
“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dapat dipidana dengan kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000.“
Sudut Pandang Gue: Hargai Pengguna Jalan Lain
Gue tahu, bagi sebagian orang, merokok adalah cara buat mengusir kantuk atau bosan saat macet. Tapi, apakah sebatang rokok itu sepadan dengan risiko mencelakai mata orang lain atau bayar denda ratusan ribu? Rasanya nggak.
Saran gue, kalau memang sudah “asam” banget, mending melipir sebentar ke rest area atau pinggir jalan yang aman. Habiskan rokokmu, baru lanjut jalan lagi. Dengan begitu, kamu tetap tenang, dompet aman, dan orang lain pun selamat.
