Kebaruan.com Tragedi maut kembali terjadi di jalan raya, kali ini melibatkan kecelakaan bus Halmahera dengan sebuah mobil pikap di Tol Medan-Tebing Tinggi KM 63.200 B. Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan empat orang penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Hingga Senin (11/5/2026) sore, pihak pengelola bus terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengidentifikasi seluruh korban yang terdampak kecelakaan bus Halmahera. Suasana haru menyelimuti Rumah Sakit Umum (RSU) Sari Mutiara, Lubuk Pakam, saat pihak keluarga mulai menjemput jenazah korban untuk dibawa ke rumah duka. Pihak manajemen perusahaan transportasi ini pun menyatakan komitmen penuh dalam membantu proses pemulangan jenazah para penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan bus Halmahera tersebut.
Kronologi Kejadian: Patah As Roda yang Berujung Maut
Berdasarkan keterangan Kasat PJR Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, insiden bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Sebuah mobil Mitsubishi L300 bermuatan ternak ayam melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Namun, saat tiba di lokasi, mobil pikap tersebut mengalami patah as roda sehingga terguling dan melintang di tengah badan jalan tol.
Nahas, bus Halmahera dengan nomor polisi BK 7347 UA melintas pada posisi yang sangat dekat. Pengemudi tidak mampu menghindari benturan keras yang akhirnya membuat bus oleng ke kiri dan terguling keluar dari badan jalan tol. Akibat tabrakan beruntun ini, 18 orang menderita luka ringan dan satu orang mengalami luka berat.
Identitas Korban dan Cerita Haru Sang Kernet
Humas Bus Halmahera, Tinton Hutapea, merinci identitas tiga dari empat korban tewas yang sudah teridentifikasi:
- Arfi Sianturi: Warga Dolok Sanggul yang merupakan kernet bus.
- Risiani (75): Warga Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
- Muhammad Rizky (23): Warga Tanjung Mulia, Kota Medan.
Tinton menyimpan cerita menyentuh mengenai Arfi Sianturi. Arfi merupakan putra dari mantan sopir di perusahaan yang sama. Setelah sang ayah wafat karena sakit, Arfi memutuskan untuk meneruskan jejak ayahnya bekerja di dunia transportasi provinsi guna menyambung hidup keluarga. Sayangnya, pengabdiannya harus terhenti secara tragis dalam insiden ini.
Kendala Identifikasi Satu Korban Tersisa
Hingga saat ini, satu jenazah pria belum bisa dipulangkan karena identitasnya belum ditemukan. Petugas masih mengalami kesulitan lantaran barang-barang pribadi seperti dompet dan ponsel milik korban masih berada di Polres Serdang Bedagai untuk kepentingan pendataan. Pihak manajemen bus telah meminta bantuan kepolisian untuk mempercepat proses pencocokan data profil agar jenazah bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga.
Kejadian memilukan ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan tol akan pentingnya pengecekan kelaikan kendaraan secara berkala. Kegagalan mekanis seperti patah as roda pada kendaraan bermuatan berat seringkali menjadi pemicu utama kecelakaan fatal yang merugikan banyak nyawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan, dan pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan bus Halmahera ini.
