Visi Ahmad Fikri Assegaf: Fokus Pelayanan Anggota dan Kontribusi Nyata Peradi bagi Negara

Kebaruan.com Ahmad Fikri Assegaf resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) untuk masa bakti 2026–2031. Sesaat setelah penetapan dalam Munas IV yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026), ia langsung memetakan prioritas strategisnya. Tanpa basa-basi, Fikri menegaskan bahwa obsesi terbesarnya adalah memberikan pelayanan optimal bagi seluruh anggota Peradi di seluruh pelosok negeri.

Bagi Fikri, penguatan internal merupakan fondasi utama. Ia ingin memastikan bahwa setiap advokat yang bernaung di bawah bendera Peradi merasakan manfaat nyata dari organisasi, baik dari segi perlindungan profesi maupun pengembangan kompetensi.

Dua Pilar Utama Kepemimpinan Baru

Dalam pidato kemenangannya, Fikri merangkum rencana besarnya ke dalam dua poin krusial yang akan menjadi panduan kerja selama lima tahun ke depan:

Pelayanan Maksimal bagi Anggota

Organisasi harus hadir sebagai pendukung utama para anggotanya. Fikri berkomitmen untuk menjadikan Peradi sebagai rumah yang responsif terhadap kebutuhan para advokat. Ia menilai pondasi kuat yang telah diletakkan oleh kepemimpinan sebelumnya, khususnya di era Luhut Pangaribuan, menjadi modal berharga untuk menciptakan organisasi yang lebih modern dan solid.

Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Negara

Fikri tidak ingin Peradi hanya sibuk dengan urusan internal. Ia menargetkan kontribusi yang lebih luas bagi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. Menurutnya, advokat memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan bernegara dan membantu masyarakat dalam mendapatkan akses keadilan yang lebih baik.

Menuju Soliditas Melalui Tim Transisi

Langkah konkret pertama yang akan diambil adalah membentuk tim transisi. Ahmad Fikri Assegaf menyebut nama Emir Pohan sebagai salah satu sosok yang akan membantu menyusun struktur kepengurusan. Ia berjanji akan mengisi pos-pos strategis dengan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan mumpuni, tetapi juga dedikasi tinggi untuk mewujudkan cita-cita organisasi.

Fikri juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang merangkul dengan mengajak rivalnya dalam pemilihan, B. Halomoan Sianturi, untuk bersatu kembali. Ia ingin dinamika persaingan dalam Munas segera berakhir dan berganti menjadi semangat kolaborasi demi kemajuan bersama.

Sudut Pandang: Terpilihnya sosok progresif seperti Fikri melalui sistem voting yang transparan memberikan harapan baru bagi dunia advokat. Ini membuktikan bahwa Peradi mampu menjadi pionir organisasi profesi yang demokratis dan relevan dengan tuntutan zaman.