Kebaruan.com Hajime Moriyasu akhirnya menjawab rasa penasaran publik dengan merilis komposisi final skuad Piala Dunia Jepang pada Jumat (15/5/2026). Melalui pengumuman resmi JFA, sang arsitek membawa 26 pejuang yang akan bertarung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keputusan Moriyasu dalam menyusun skuad Piala Dunia kali ini mencerminkan ambisi besar untuk melampaui pencapaian edisi sebelumnya. Namun, kabar duka menyelimuti tim karena bintang Brighton, Kaoru Mitoma, terpaksa menepi dari skuad Piala Dunia akibat cedera serius. Ketidakhadiran Mitoma tentu menjadi kehilangan besar bagi daya dobrak sayap Jepang, namun Moriyasu menegaskan bahwa kolektivitas tim jauh lebih berharga daripada ketergantungan pada satu individu. Sebagai gantinya, skuad Piala Dunia edisi 2026 ini menghadirkan perpaduan memukau antara pemain veteran yang kaya pengalaman dan talenta muda yang sedang meledak di Eropa.
Perjudian Berani: Darah Muda vs Pengalaman Matang
Salah satu kejutan paling mencolok adalah pemanggilan Keisuke Goto. Penyerang berusia 20 tahun yang kini merumput di Liga Belgia bersama Sint Truiden ini mendapatkan kesempatan emas untuk mencicipi atmosfer turnamen sepak bola terbesar di jagat raya. Moriyasu tampaknya ingin menyuntikkan energi baru ke lini serang Samurai Biru.
Di sisi lain, bek legendaris Yuto Nagatomo tetap mendapat kepercayaan meski usianya sudah menyentuh 39 tahun. Eks penggawa Inter Milan ini memegang peran krusial sebagai pemimpin ruang ganti. Kehadirannya bukan sekadar soal menit bermain, melainkan menjaga mentalitas juara di dalam skuad Piala Dunia yang didominasi oleh para pemain diaspora.
Dominasi Benua Biru dalam Daftar Pemain
Jepang saat ini merupakan representasi kekuatan sepak bola Asia yang paling “Eropa”. Dari 26 nama yang terpilih, 23 pemain meniti karier di liga-liga top dunia. Nama-nama seperti Wataru Endo (Liverpool), Takefusa Kubo (Real Sociedad), dan Daichi Kamada (Crystal Palace) menjadi tulang punggung utama. Hanya tiga pemain dari kompetisi domestik J-League yang mampu menembus ketatnya persaingan posisi tahun ini.
Tabel Ringkasan Skuad Jepang Grup F:
| Posisi | Pemain Kunci | Klub Saat Ini |
| Kiper | Zion Suzuki | Parma (Italia) |
| Belakang | Takehiro Tomiyasu | Arsenal (Inggris) |
| Tengah | Wataru Endo | Liverpool (Inggris) |
| Sayap | Takefusa Kubo | Real Sociedad (Spanyol) |
| Depan | Ayase Ueda | Feyenoord (Belanda) |
Analisis Peluang di Grup Neraka
Tergabung di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia, Jepang menghadapi jalan terjal. Namun, berkaca pada performa mereka yang seringkali menjadi “pembunuh raksasa”, Jepang memiliki potensi besar untuk lolos ke fase gugur. Ketiadaan Mitoma memang mereduksi kreativitas serangan balik, tetapi kehadiran Takefusa Kubo dan Ritsu Doan yang sedang dalam performa puncak di liga masing-masing diharapkan mampu menutupi celah tersebut.
Strategi Moriyasu yang gemar melakukan rotasi taktis di tengah pertandingan akan menjadi senjata rahasia. Keisuke Goto bisa menjadi super-sub yang memberikan efek kejut saat lawan mulai kelelahan. Konsistensi Wataru Endo di lini tengah juga akan menjadi filter utama sebelum lawan menyentuh area pertahanan yang digalang Tomiyasu.
Kesimpulan:
Pengumuman skuad Piala Dunia Jepang hari ini membuktikan bahwa pembinaan pemain mereka telah mencapai level kematangan yang luar biasa. Meski tanpa si lincah Mitoma, Samurai Biru tetaplah ancaman nyata bagi tim-tim mapan Eropa. Dengan kedalaman skuad yang merata di setiap lini, Jepang siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap turnamen di tanah Amerika Utara.
