Urutan Pangkat Kepolisian Republik Indonesia, dari Bharada Hingga Jenderal

Kebaruan.com Setiap kali melihat seragam polisi, mungkin kamu pernah bertanya-tanya arti garis atau bintang di pundak mereka. Itulah gambaran kecil dari sistem pangkat kepolisian yang berlaku di seluruh Indonesia. Melalui sistem ini, karier setiap anggota Polri tertata rapi, mulai dari yang baru bertugas sampai yang memegang jabatan tertinggi.

Aturan resminya tertuang dalam Peraturan Kepala Kepolisian Nomor 3 Tahun 2016. Berdasarkan aturan tersebut, anggota kepolisian terbagi ke dalam tiga golongan besar: Tamtama, Bintara, dan Perwira. Secara keseluruhan, terdapat 22 tingkat pangkat yang tersusun dari dasar sampai puncak.

Tamtama, Gerbang Awal Setiap Anggota Polri

Tamtama menjadi titik mula karier seorang polisi. Pada level ini, sebagian besar tugas berlangsung di lapangan, membantu jalannya operasional harian kepolisian.

Adapun susunan pangkatnya sebagai berikut:

  • Bhayangkara Dua (Bharada)
  • Bhayangkara Satu (Bharatu)
  • Bhayangkara Kepala (Bharaka)
  • Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda)
  • Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu)
  • Ajun Brigadir Polisi (Abrip)

Sebagai catatan, Bharada menempati posisi paling dasar dalam seluruh struktur kepangkatan Polri, setara prajurit dua di lingkungan militer.

Bintara, Andalan Kerja Lapangan Polri

Setelah Tamtama, jenjang berikutnya adalah golongan Bintara. Sosok yang biasa kamu temui mengatur lalu lintas atau berjaga di pos polisi, kebanyakan berasal dari golongan ini.

Berikut susunan pangkat pada golongan Bintara:

  • Brigadir Polisi Dua (Bripda)
  • Brigadir Polisi Satu (Briptu)
  • Brigadir Polisi (Brigpol)
  • Brigadir Polisi Kepala (Bripka)
  • Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)
  • Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu)

Di lapangan, Bripka kerap memimpin unit-unit kecil di tingkat kepolisian sektor. Sementara itu, Aiptu umumnya sudah mengantongi pengalaman kerja yang jauh lebih panjang.

Perwira, Jenjang Tertinggi dalam Struktur Polri

Beranjak ke golongan terakhir, Perwira terbagi menjadi tiga tingkatan dengan tanggung jawab yang kian meningkat.

Pada tingkat pertama, Perwira Pertama membuka jalan bagi anggota polisi untuk memegang posisi komando:

  • Inspektur Polisi Dua (Ipda)
  • Inspektur Polisi Satu (Iptu)
  • Ajun Komisaris Polisi (AKP)

Selanjutnya, Perwira Menengah biasanya mengisi kursi kepala satuan atau kepala kepolisian resor:

  • Komisaris Polisi (Kompol)
  • Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
  • Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)

Terakhir, ada Perwira Tinggi yang menempati posisi paling strategis dalam jenjang pangkat kepolisian Indonesia:

  • Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol)
  • Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), sering menjabat Kapolda
  • Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol), biasa mengisi jabatan strategis di Mabes Polri
  • Jenderal Polisi (Jenderal Pol), pangkat puncak yang disandang Kapolri

Manfaat Mengetahui Jenjang Ini

Bagi kamu yang berencana mendaftar Polri, pemahaman atas susunan ini tentu membantu menyusun target karier sejak awal. Selain itu, jalur masuk yang kamu pilih, entah lewat Tamtama, Bintara, atau Akpol, ikut menentukan titik start serta kecepatan naik pangkat nantinya.

Di sisi lain, masyarakat umum pun bisa terbantu dengan wawasan ini. Dengan mengenali tanda pangkat, kamu jadi lebih mudah memahami tingkat kewenangan petugas yang menangani suatu kasus atau laporan. Sampai saat ini, struktur 22 tingkat tersebut tetap berlaku, dengan Jenderal Polisi sebagai puncak tunggal yang hanya dipegang Kapolri aktif.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi