Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Melakukan Kretek pada Tulang Badan, Amankah untuk Kesehatan Sendi?

Melakukan Kretek pada Tulang Badan, Amankah untuk Kesehatan Sendi?

  • account_circle Nuafal
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Melakukan kretek pada tulang badan jadi kebiasaan yang hampir semua orang pernah coba. Jari tangan, leher, atau punggung sering jadi sasaran utama. Bunyi “krek” yang muncul memang terasa melegakan. Tapi di balik sensasi itu, ada pertanyaan besar yang sering muncul: apakah kebiasaan ini aman untuk tubuh?

Dunia medis punya jawaban yang cukup jelas soal ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Sendi Berbunyi

Bunyi kretek bukan berasal dari tulang yang patah atau bergeser. Istilah medisnya adalah kavitasi sendi. Di dalam sendi ada cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas. Cairan ini mengandung gas seperti nitrogen dan karbon dioksida.

Saat sendi diregangkan mendadak, tekanan di dalamnya berubah drastis. Gelembung gas kemudian terbentuk lalu pecah. Pecahnya gelembung inilah yang menghasilkan suara khas “krek” atau “pop” yang sering kita dengar.

Melakukan Kretek Sesekali, Apakah Berbahaya?

Menurut sebagian besar dokter, melakukan kretek sesekali pada tulang badan tergolong aman. Syaratnya, tidak muncul rasa nyeri atau bengkak setelahnya. Gerakan ini mirip dengan efek samping dari peregangan tubuh yang wajar.

Masalah baru muncul ketika kebiasaan ini dilakukan berulang dan dipaksakan. Prof. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam, pernah menjelaskan hal ini lewat kanal YouTube Kata Dokter. Menurutnya, membunyikan sendi secara paksa berbeda dari stretching biasa. Gerakan paksa ini bisa memicu pergeseran kecil pada sendi. Pergeseran yang terjadi berulang-ulang berpotensi memicu pengapuran di kemudian hari.

Risiko Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa dampak buruk yang mengintai bila kebiasaan ini dilakukan terlalu sering:

  • Ligamen di sekitar sendi bisa meregang berlebihan dan kehilangan kestabilannya
  • Jaringan lunak seperti kapsul sendi berisiko mengalami cedera ringan
  • Sendi leher dan punggung yang dibunyikan secara mendadak berisiko menekan saraf
  • Kebiasaan ini bisa berubah jadi ketergantungan psikologis, bukan lagi kebutuhan fisik

Gerakan paksa pada leher patut diwaspadai secara khusus. Manipulasi yang salah bisa mengganggu cakram tulang belakang dan memicu saraf terjepit.

Kapan Bunyi Sendi Perlu Diwaspadai

Bunyi kretek yang normal biasanya tidak disertai rasa sakit sama sekali. Kondisi ini disebut krepitasi dalam istilah medis. Namun, waspadai jika bunyi tersebut muncul bersamaan dengan nyeri, bengkak, atau kaku yang tak kunjung hilang.

Beberapa kondisi medis juga bisa memicu bunyi sendi yang lebih sering, seperti osteoarthritis, cedera meniskus pada lutut, atau peradangan tendon. Jika gejala semacam ini muncul, segera konsultasikan ke dokter ortopedi, bukan justru mencoba mengatasinya sendiri dengan membunyikan sendi berulang kali.

Alternatif yang Lebih Aman untuk Meredakan Kekakuan

Daripada terus mengandalkan bunyi kretek, ada cara lain yang jauh lebih aman untuk tubuh:

  • Lakukan peregangan ringan secara rutin setiap pagi
  • Perbanyak gerak tubuh, terutama bagi yang banyak duduk sepanjang hari
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, kolagen, dan omega-3 untuk menjaga kesehatan sendi
  • Kompres hangat pada area yang terasa kaku atau pegal

Jika keluhan pegal tak kunjung reda, konsultasi ke ahli osteopatik atau chiropractor jadi opsi yang lebih tepat dibanding melakukan kretek sendiri secara berlebihan.

Jadi, Boleh atau Tidak?

Melakukan kretek pada tulang badan sesekali tidak perlu terlalu dikhawatirkan, selama tidak menimbulkan nyeri. Namun kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan rutinitas harian, apalagi dengan gerakan yang dipaksakan. Tubuh punya cara lain yang jauh lebih aman untuk mengatasi kekakuan, mulai dari peregangan ringan sampai pola makan yang mendukung kesehatan sendi jangka panjang.

N
Nuafal ✔ Terverifikasi Kebaruan.com

Suka menelusuri angka di balik berita ekonomi, biar pembaca nggak cuma tahu "apa yang terjadi", tapi juga "kenapa itu penting" buat dompet mereka.

✎ Ditulis & disunting redaksi   |   ↻ Diperbarui 3 September 2026   |   Pedoman Media Siber   Metodologi Peliputan
  • Penulis: Nuafal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekam Jejak Kapal Induk Tiongkok Liaoning, Simbol Supremasi Militer Modern PLAN yang Disegani Dunia

    Rekam Jejak Kapal Induk Tiongkok Liaoning, Simbol Supremasi Militer Modern PLAN yang Disegani Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Peta geopolitik dan kekuatan militer di kawasan Asia-Pasifik terus mengalami pergeseran yang sangat signifikan dalam satu dekade terakhir. Kehadiran Kapal induk Tiongkok Liaoning menjadi bukti nyata betapa agresifnya Beijing dalam memperkuat armada laut mereka demi menjaga kedaulatan wilayah perairan maritimnya. Awalnya, otoritas militer memproyeksikan kapal induk Tiongkok Liaoning sebagai platform pelatihan terapung guna memberikan […]

  • Panduan Doa Setelah Sholat Lengkap, Raih Ketenangan Jiwa Setiap Hari

    Panduan Doa Setelah Sholat Lengkap, Raih Ketenangan Jiwa Setiap Hari

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Umat Muslim memiliki kesempatan emas untuk meraih keberkahan spiritual yang luar biasa setiap menyelesaikan ibadah wajib lima waktu. Melafalkan rangkaian Doa setelah sholat merupakan momentum paling mustajab bagi seorang hamba untuk menyampaikan seluruh keluh kesah kepada Sang Pencipta. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru beranjak pergi usai mengucapkan salam penutup ibadah. Kebiasaan mulia […]

  • Sanksi Mahasiswa Teknik Unhas Terkait Demo Makan Bergizi: Faktanya?

    Sanksi Mahasiswa Teknik Unhas Terkait Demo Makan Bergizi: Faktanya?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar mengejutkan datang dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar terkait isu sanksi mahasiswa. Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Teknik kabarnya menghadapi ancaman skorsing hingga dropout (DO). Ancaman ini konon muncul setelah mereka melancarkan protes terhadap program Makan Bergizi (MBG) dan pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di area kampus. Informasi ini menyebar luas melalui unggahan akun […]

  • Haji Bolot Dirawat di RS Fatmawati Akibat Mengalami Serangan Jantung

    Haji Bolot Dirawat di RS Fatmawati Akibat Mengalami Serangan Jantung

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Haji Bolot membawa kabar duka bagi industri hiburan tanah air setelah seniman jenaka ini harus dilarikan ke rumah sakit. Publik terkejut mendengar kabar bahwa sang pelawak legendaris sedang berjuang melawan gangguan kesehatan yang cukup serius pada bagian dadanya. Sang cucu yang bernama Ika mengonfirmasi langsung berita tersebut saat awak media menemuinya di area fasilitas […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Kenaikan Harga Emas Antam Capai Rp18.000

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Kenaikan Harga Emas Antam Capai Rp18.000

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pagi ini, pasar logam mulia menunjukkan pergerakan yang cukup menarik bagi para investor. Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia Jakarta pada Senin pukul 09.14 WIB, Harga Emas Antam mengalami lonjakan. Nilainya naik sebesar Rp18.000, sehingga harga per gram kini berada di angka Rp2.729.000. Sebelumnya, harga logam berharga ini sempat bertengger di posisi Rp2.711.000 […]

  • IHSG Hari Ini 19 Juni 2026: Sektor Energi Memimpin di Tengah Pergerakan Indeks

    IHSG Hari Ini 19 Juni 2026: Sektor Energi Memimpin di Tengah Pergerakan Indeks

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Jumat, 19 Juni 2026, dengan tekanan tipis setelah sempat mencoba menguat 0,66% di awal sesi. Namun, dalam sepuluh menit pertama, IHSG justru turun sebesar 0,09% ke level 5.645 setelah berkurang 5,6 poin. Pergerakan indeks yang fluktuatif ini mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia yang sedang menghadapi berbagai […]

expand_less