Kebaruan.com Lama bungkam, Angkatan Udara (AU) Korea Selatan akhirnya mengungkap tabir di balik insiden kecelakaan udara yang melibatkan dua jet tempur mereka pada tahun 2021 silam. Fakta mengejutkan muncul ke permukaan; kecerobohan pilot yang asyik berswafoto (selfie) dan merekam video di tengah misi penerbangan menjadi pemicu utama benturan tersebut.
Dalam keterangan resminya pada Kamis (23/4/2026), juru bicara militer Negeri Gingseng menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada masyarakat. Pengakuan ini muncul menyusul laporan komprehensif dari Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan yang membedah kegagalan prosedur di kokpit.
Detik-Detik Insiden jet tempur di Langit Daegu
Peristiwa yang terjadi di dekat pangkalan udara Daegu ini bermula saat unit tempur sedang melakukan latihan formasi rutin. Berdasarkan hasil investigasi, salah satu pilot pendamping berniat mengabadikan momen perpisahan dengan satuannya sebelum pindah tugas.
Demi mendapatkan sudut pandang visual yang estetik, ia melakukan pergerakan pesawat yang sangat berisiko:
- Manuver Tanpa Izin: Pilot menanjakkan pesawat secara tajam dan memiringkan badan jet tanpa koordinasi dengan pemimpin formasi.
- Gangguan Konsentrasi: Di saat yang bersamaan, pilot di pesawat utama juga terdistraksi karena ikut merekam video dari posisinya.
- Benturan Fisik: Akibat jarak yang terlalu rapat, manuver menghindar yang dilakukan di detik terakhir gagal total. Ekor pesawat pendamping menghantam sayap pesawat utama.
Konsekuensi Hukum dan Kerugian Material
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, dampak finansial yang ditimbulkan sangat besar. Total kerusakan teknis pada armada kebanggaan Korea Selatan tersebut diestimasi mencapai US$600.000 atau mendekati angka Rp10,2 miliar.
Dewan Audit memberikan catatan merah kepada otoritas militer karena dianggap lalai dalam mengawasi penggunaan perangkat dokumentasi pribadi selama operasi berlangsung. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pilot yang bersangkutan tidak hanya menerima sanksi disiplin berat berupa skorsing permanen dari tugas terbang, tetapi juga diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 10% dari total nilai kerusakan pesawat.
Langkah Pembenahan Internal
Tragedi “Selfie Maut” ini menjadi tamparan keras bagi kedisiplinan militer Korea Selatan. Pihak AU berjanji akan memperketat protokol keamanan udara dan memastikan penggunaan kamera di dalam kokpit hanya diizinkan untuk kepentingan misi resmi.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di level profesional setinggi apa pun, pengabaian terhadap prosedur standar demi konten pribadi dapat berakibat fatal bagi keamanan nasional dan keselamatan publik.
