Kebaruan.com Majelis Kehormatan Partai Gerindra bergerak cepat merespons tindakan tidak terpuji salah satu kadernya di DPRD Jember. Achmad Syahri As Sidiqi, anggota dewan yang menjadi sorotan, mendapatkan panggilan resmi untuk menghadap ke Jakarta setelah videonya saat rapat viral di jagat maya. Dalam rekaman yang beredar sejak 12 Mei 2026 tersebut, Achmad terlihat asyik menatap layar ponsel sambil mengisap rokok di tengah forum formal. Ironisnya, perilaku tersebut terjadi saat agenda penting sedang berlangsung, yakni pembahasan mengenai layanan kesehatan dan penanganan stunting di Kabupaten Jember.
Kronologi Kejadian dan Reaksi Pimpinan Dewan
Insiden yang mencederai etika lembaga DPRD Jember ini bermula pada rapat Komisi D yang berlangsung Senin, 11 Mei 2026. Rapat tersebut mengundang sejumlah pemangku kepentingan vital seperti Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Jember. Alih-alih fokus pada diskusi strategis, Achmad justru terlihat sibuk menggerakkan jari di layar ponsel layaknya sedang bermain game online.
Menanggapi kegaduhan ini, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyampaikan permohonan maaf kepada publik secara terbuka. Halim menegaskan bahwa lembaga legislatif daerah tidak akan tinggal diam dan segera memproses pelanggaran etika tersebut. Ia memastikan pihak internal akan memberikan sanksi tegas kepada oknum dewan yang bersangkutan guna menjaga martabat institusi.
Detail Pemanggilan oleh Majelis Kehormatan Gerindra
Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman, menyatakan bahwa partai telah melayangkan surat panggilan bernomor 05-012/A/MK-GERINDRA/2026. Pemeriksaan terhadap legislator DPRD Jember ini dijadwalkan berlangsung pada:
- Hari/Tanggal: Jumat, 15 Mei 2026.
- Waktu: Pukul 14.00 WIB.
- Lokasi: Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan.
Surat pemanggilan tersebut menekankan bahwa kehadiran Achmad Syahri bersifat wajib dan tidak boleh diwakilkan kepada siapa pun. Majelis Kehormatan juga meminta yang bersangkutan membawa saksi atau bukti pendukung untuk memperjelas duduk perkara dalam sidang tersebut. Langkah tegas ini mencerminkan komitmen partai dalam mendisiplinkan kader yang lalai dalam menjalankan amanah rakyat di kursi legislatif.
