Kebaruan.com Pemerintah Iran secara tegas menolak untuk melanjutkan putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) sebelum lima tuntutan utama mereka terpenuhi. Teheran menganggap persyaratan Iran ke AS tersebut sebagai jaminan minimum untuk memulihkan kepercayaan yang sempat hancur akibat blokade laut AS yang terus berlanjut di Laut Arab dan Teluk Oman. Melalui mediator Pakistan, Iran menegaskan bahwa perundingan baru tidak akan memberikan hasil praktis jika Washington tetap menjalankan kebijakan yang mereka anggap sepihak.
Daftar 5 Persyaratan Iran ke AS untuk Perundingan Baru
Menurut laporan kantor berita Fars News Agency, Teheran telah mengajukan proposal balasan sebagai respons atas rencana perdamaian 14 poin milik Washington. Adapun persyaratan Iran ke AS tersebut meliputi poin-poin krusial berikut ini:
- Penghentian Permusuhan: Mengakhiri perang di semua lini, dengan fokus utama pada stabilitas di Lebanon.
- Pencabutan Sanksi: AS harus menghapus sanksi ekonomi yang selama ini menekan masyarakat dan pemerintah Iran.
- Pelepasan Aset: Mengembalikan aset-aset keuangan Iran yang saat ini dibekukan oleh pihak Washington.
- Kompensasi Perang: Pemberian ganti rugi atas segala kerusakan yang timbul akibat konflik bersenjata.
- Kedaulatan Selat Hormuz: Pengakuan resmi atas hak kedaulatan penuh Iran di wilayah strategis Selat Hormuz.
Konflik Proposal dan Ultimatum dari Teheran
Meskipun delegasi dari kedua negara sempat bertemu di Islamabad pada pertengahan April, kesepakatan damai tetap menjauh karena perbedaan visi yang sangat tajam. Presiden Donald Trump sebelumnya sempat menyebut draf balasan dari Teheran sebagai proposal yang “bodoh”, sementara pihak Iran menilai proposal AS hanya bertujuan untuk mengamankan ambisi perang yang gagal.
Perunding utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan keras bahwa AS tidak memiliki opsi lain selain menerima persyaratan Iran ke AS jika ingin menghindari kegagalan total dalam stabilitas Timur Tengah. Hingga saat ini, kondisi gencatan senjata yang berlaku sejak awal April berada dalam situasi yang sangat kritis karena kedua belah pihak masih saling menaruh rasa curiga yang mendalam.
