Mimpi Buruk Laskar Mataram: Terkena Comeback Lagi di Markas Bhayangkara FC

Kebaruan.com PSIM Yogyakarta terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah melakoni laga tandang yang berat ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (17/4/2026). Meskipun sempat membuka harapan lewat gol cepat, tim kebanggaan warga Yogyakarta ini harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2.

Jalannya Laga: Asa yang Pupus di Menit Akhir

Pertandingan dimulai dengan kejutan besar. Baru berjalan 9 menit, Savio Sheva berhasil menggetarkan jala gawang The Guardians, membuat PSIM unggul 1-0. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit panjang.

Bhayangkara FC menunjukkan mentalitas juara di babak kedua. Gol balasan dari Nehar Sadiki (49′) dan Moussa Sidibe (56′) dalam waktu yang berdekatan langsung membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiga poin bagi tuan rumah di Stadion Sumpah Pemuda.

Data & Fakta: Deja Vu Kekalahan

Kekalahan ini meninggalkan catatan pahit bagi PSIM Yogyakarta. Ada dua poin penting yang menjadi sorotan:

  1. Spesialis Kena Comeback: Ini adalah kali kedua secara beruntun PSIM kalah setelah unggul lebih dulu. Pekan lalu, skenario serupa terjadi saat mereka menjamu PSM Makassar.
  2. Ajang Balas Dendam: Kemenangan ini merupakan balasan tuntas bagi Bhayangkara FC yang sebelumnya kalah dari PSIM pada putaran pertama November lalu.

Analisis Klasemen: Bhayangkara Melesat, PSIM Terancam

Kemenangan ini membawa Bhayangkara FC naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan 47 poin, membuka peluang lebar untuk bersaing di papan atas. Sebaliknya, PSIM tertahan di peringkat kesembilan dengan 38 poin. Posisi ini sangat rawan tergusur oleh Bali United atau Arema FC jika kedua tim tersebut meraih hasil positif pekan ini.

Sudut Pandang Pribadi: Masalah Konsentrasi Lini Belakang

Dalam pandangan saya, masalah utama PSIM bukan pada serangan, melainkan konsentrasi lini belakang setelah mencetak gol. Kehilangan poin dalam posisi unggul sebanyak dua kali beruntun menunjukkan adanya kelemahan mental dalam mempertahankan keunggulan (game management). Jika Coach Jean-Paul van Gastel tidak segera membenahi ini, PSIM terancam terlempar dari sepuluh besar.

Kesimpulan: Evaluasi Total Menuju Pekan Depan

Laskar Mataram harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada evaluasi taktik. Konsistensi selama 90 menit penuh adalah kunci jika mereka tidak ingin terus-menerus menjadi korban comeback lawan di sisa musim BRI Super League 2025/2026.