Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- account_circle Akmal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Gempa bumi magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (14/9/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat guncangan terjadi pukul 08.42 WIB. Titik gempa berada di koordinat 9,52 Lintang Selatan dan 112,85 Bujur Timur, tepatnya 156 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang.
Pusat gempa terletak di laut dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak memicu potensi tsunami bagi wilayah pesisir sekitarnya.
Dua Gempa Susulan Terekam BMKG
Guncangan susulan menyusul tak lama setelah gempa utama. Pukul 08.53 WIB, BMKG mendeteksi gempa bermagnitudo 3,2 di koordinat 9,97 LS dan 112,86 BT, sekitar 206 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang.
Enam menit berselang, tepatnya pukul 08.59 WIB, alat pemantau BMKG kembali merekam getaran bermagnitudo 2,6. Titik gempa kali ini berada di koordinat 9,25 LS dan 112,91 BT, sekitar 129 kilometer arah selatan Kabupaten Lumajang.
BPBD Malang dan Lumajang Gerak Cepat Lakukan Asesmen
Tim BPBD Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang langsung turun melakukan asesmen dampak gempa di wilayah terdekat pusat gempa. Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, dan Sumbermanjing Wetan di Kabupaten Malang jadi fokus pemantauan awal, begitu pula Kecamatan Tempursari di Kabupaten Lumajang.
Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Malang mengaku pihaknya masih mengumpulkan data dampak di lapangan. “Kami masih gali info terkait dampak gempa barusan,” ujarnya kepada Kompas.com.
Getaran Terasa hingga Kepanjen
Warga Kepanjen turut merasakan guncangan gempa bumi magnitudo 5,2 ini, meski intensitasnya tergolong ringan. Umi, salah satu warga setempat, awalnya mengira getaran itu berasal dari kendaraan yang melintas. Ia baru sadar itu gempa setelah goyangannya terasa beberapa saat, meski tidak kuat.
Langkah Waspada bagi Warga Terdampak
Meski BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami, warga di sekitar pusat gempa tetap perlu waspada terhadap gempa susulan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Pantau informasi resmi dari BMKG lewat aplikasi atau kanal media sosial
- Periksa kondisi bangunan rumah, terutama retakan baru pasca-gempa
- Siapkan jalur evakuasi mandiri jika tinggal di area rawan longsor atau pesisir
- Jangan panik berlebihan, tapi tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan
Update terbaru dari BPBD Kabupaten Malang dan Lumajang soal dampak gempa ini akan terus dipantau, mengingat proses asesmen di lapangan masih berlangsung hingga berita ini ditulis.
- Penulis: Akmal
