Kebaruan.com Banyak vendor smartphone berlomba-lomba membuat bodi yang tipis, namun Infinix memilih jalur yang lebih eksklusif untuk seri Note 60 Ultra mereka. Melalui kolaborasi strategis dengan Pininfarina, rumah desain legendaris asal Italia yang kerap membidani lahirnya supercar seperti Ferrari, Infinix Note 60 Ultra tampil dengan estetika yang sangat berani dan premium.
Desain “Unik” yang Mencuri Perhatian
Hal pertama yang akan membuat siapa pun menoleh adalah modul kameranya. Berbeda dengan ponsel kebanyakan yang menggunakan modul kotak atau bulat, Pininfarina merancang area kamera belakang dengan sentuhan horizontal yang memanjang dari ujung ke ujung.
Warna hitam pekat yang menyatu mulus dengan punggung ponsel memberikan kesan aerodinamis, seolah-olah kita sedang menggenggam bagian dari sebuah mobil mewah. Ini adalah langkah berani Infinix untuk memposisikan diri di pasar lifestyle premium Indonesia.

Spesifikasi Tanpa Kompromi
Dibalik tampilannya yang cantik, Infinix menanamkan “mesin” yang sangat bertenaga. Ada dua fitur utama yang menjadi sorotan:
- Kamera 200 MP: Resolusi ini memungkinkan pengguna menangkap detail yang luar biasa tajam. Bagi Anda yang hobi fotografi mobile, sensor ini sangat memanjakan untuk kebutuhan cropping gambar tanpa kehilangan kualitas.
- Baterai 7.000 mAh: Ini adalah angka yang cukup masif untuk ukuran ponsel flagship.
Sudut Pandang Penulis: Lebih dari Sekadar Gaya
Sebagai pengamat teknologi, saya melihat Infinix Note 60 Ultra bukan hanya menjual nama besar Pininfarina. Kombinasi baterai jumbo dan desain unik ini menjawab masalah klasik pengguna ponsel flagship: baterai boros dan desain yang membosankan. Infinix berhasil menciptakan produk yang valid secara fungsi namun tetap terlihat mewah secara visual.
Kesimpulan: Siap Menjadi Penantang Baru
Kehadiran Infinix Note 60 Ultra di pertengahan April 2026 ini jelas menjadi sinyal bahwa Infinix tidak lagi mau dianggap sebagai “merek kelas dua”. Dengan harga yang kompetitif namun membawa desain kelas dunia, ponsel ini berpotensi besar mengganggu dominasi nama-nama besar di pasar Indonesia.
