Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kompor Listrik Gratis 2027, Solusi Pemerintah Tekan Impor LPG yang Kian Membengkak

Kompor Listrik Gratis 2027, Solusi Pemerintah Tekan Impor LPG yang Kian Membengkak

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Beban impor gas elpiji yang terus menggerus devisa negara akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah tegas. Program pembagian kompor listrik gratis resmi masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, sebagai jurus baru menekan ketergantungan terhadap gas impor.

Siapa yang Mengonfirmasi Kebijakan Ini?

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno memastikan langsung kepastian program tersebut. Ia menyampaikannya dalam diskusi bertajuk “Reformasi Subsidi Energi” di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

“Rumah tangga ini masih masak menggunakan LPG, kita ganti dengan kompor listrik, kompor induksi,” ujar Eddy.

Konversi energi ini, menurutnya, jauh lebih rasional dibanding terus membiarkan beban subsidi LPG membengkak setiap tahunnya. Ia menegaskan komitmen mengawal proses ini hingga benar-benar terealisasi sesuai jadwal.

Bukan Sekadar Kompor, Ini yang Anda Terima

Skema bantuan ini dirancang lengkap dari hulu ke hilir, bukan hanya sebatas unit kompor semata. Eddy menjelaskan fasilitas ini mencakup pemasangan instalasi jaringan listrik di rumah penerima manfaat.

“(Modelnya) ada yang satu rata, yang satu semi bulat, dan diberikan pemasangan listriknya gratis,” ungkapnya.

Selain kompor dan instalasi, warga penerima juga mendapat alat masak listrik pendukung secara cuma-cuma. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk peralatan masak begitu program ini bergulir di wilayah Anda.

Kenapa Pemerintah Rela Menggelontorkan Dana Sebesar Ini?

Alasan di balik kebijakan ini ternyata cukup masuk akal secara hitung-hitungan ekonomi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan fakta mengejutkan soal ketergantungan gas nasional.

Sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional saat ini masih bergantung pada impor. Kondisi ini menguras devisa negara hingga lebih dari Rp130 triliun per tahun, dengan beban subsidi mencapai di atas Rp80 triliun.

Eddy menambahkan, total subsidi energi—mencakup BBM dan listrik—bahkan menyentuh angka Rp390 triliun sebelum dampak konflik Timur Tengah memperparah kondisi ekonomi global. Ironisnya, kajian internal menunjukkan sekitar 63 persen subsidi ini justru dinikmati kelompok masyarakat mampu, bukan mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Diberikan gratis kompor dan alat memasaknya. Program ini ketika kita hitung masih jauh lebih murah daripada kita impor LPG 3 kg,” tegas Eddy.

Rincian Anggaran yang Sudah Diajukan

Kementerian ESDM sudah mengajukan angka konkret untuk merealisasikan program ini. Anggaran sebesar Rp815,56 miliar diusulkan dalam RAPBN 2027 khusus untuk pengadaan kompor listrik berdaya di bawah 900 kVA bagi rumah tangga sasaran.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan komitmen pemerintah memprioritaskan produk dalam negeri untuk pengadaan ini. Ia tidak ingin kebijakan konversi energi justru menciptakan ketergantungan impor baru di sektor lain.

“Jadi rapat yang kita lakukan, kita harus identifikasi. Ini kan, jangan kita membuat kebijakan ya ternyata kita impor lagi untuk kompor listriknya,” kata Yuliot saat ditemui wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Belajar dari Kegagalan Program Serupa di Masa Lalu

Wacana konversi kompor gas ke listrik sebenarnya bukan barang baru dalam kebijakan energi Indonesia. Program serupa pernah digulirkan pada era Presiden Joko Widodo, namun akhirnya kandas di tengah jalan.

PT PLN (Persero) membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik pada September 2022. Keputusan ini diambil demi menjaga kenyamanan masyarakat yang tengah berjuang memulihkan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Kegagalan sebelumnya ini seharusnya jadi pelajaran berharga bagi pemerintah kali ini. Kesiapan infrastruktur kelistrikan, sosialisasi ke masyarakat, dan skema pendampingan pasca-instalasi jadi kunci utama agar program 2027 tidak mengalami nasib serupa.

Apa yang Perlu Anda Persiapkan?

Bagi Anda yang berpotensi menjadi penerima manfaat, ada baiknya mulai memantau perkembangan kebijakan ini secara berkala lewat kanal resmi Kementerian ESDM. Beberapa hal yang perlu Anda cermati ke depannya:

  • Kriteria penerima manfaat, apakah berbasis data DTKS atau mekanisme pendaftaran baru
  • Kesiapan daya listrik rumah, mengingat kompor induksi membutuhkan kapasitas listrik memadai
  • Jadwal sosialisasi, agar Anda tidak tertinggal informasi saat program mulai bergulir di daerah
  • Perbandingan biaya operasional, antara penggunaan kompor listrik dan LPG di rumah tangga Anda

Program ini masih dalam tahap pembahasan RAPBN, sehingga detail teknis dan jadwal pastinya berpotensi mengalami penyesuaian hingga anggaran resmi disahkan menjelang 2027 mendatang.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocoran Samsung Galaxy S27 Pro Spesifikasi, Chipset, dan Estimasi Harga

    Bocoran Samsung Galaxy S27 Pro Spesifikasi, Chipset, dan Estimasi Harga

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pasar ponsel premium kembali dikejutkan oleh rencana peluncuran generasi penerus dari pabrikan asal Korea Selatan. Kehadiran Samsung Galaxy S27 pada tahun depan membawa strategi baru yang sangat menarik bagi para pengguna. Laporan terkini menyebutkan bahwa perusahaan akan memperkenalkan varian baru, yaitu Galaxy S27 Pro, untuk mengisi celah antara model standar dan varian tertinggi. Dari […]

  • Adab Membuang Abu Rokok, Jangan Sampai Piring Makan Jadi Korban

    Adab Membuang Abu Rokok, Jangan Sampai Piring Makan Jadi Korban

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kebaruan. Sepiring nasi habis, tapi yang tersisa bukan cuma remah makanan. Belakangan ini, unggahan soal mangkuk atau piring bekas makan yang jadi asbak dadakan ramai menuai kecaman di media sosial. Fenomena membuang abu rokok sembarangan ke wadah makan ini ternyata bukan cuma soal jorok. Kebiasaan ini menyangkut adab yang selama ini banyak diabaikan. Salah satu […]

  • gaji-pemain-sepak-bola-dibayar-per-bulan

    Gaji Pemain Sepak Bola: Cair Sekaligus atau Tiap Bulan? Ini Skemanya

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kebaruan. Gaji pemain sepak bola dengan nilai kontrak Rp1 miliar per musim tidak cair sekaligus. Klub membaginya ke dalam cicilan rutin, biasanya bulanan. Indosport mencatat bahwa pemain yang sudah meneken kontrak menerima gaji per bulan, ditambah bonus kalau mencetak gol atau menang. Namun, angka di kontrak bukan uang yang masuk rekening setiap bulan, dan ada […]

  • 11 Gempa Magnitudo 7+ yang Mengguncang Dunia Sepanjang 2026, Indonesia Ikut Kena

    11 Gempa Magnitudo 7+ yang Mengguncang Dunia Sepanjang 2026, Indonesia Ikut Kena

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bumi memang nggak pernah benar-benar diam. Sepanjang 2026, tercatat sudah 11 kali gempa magnitudo 7+ mengguncang berbagai penjuru dunia, dari Amerika Latin sampai kawasan Pasifik. Beberapa di antaranya bahkan terjadi di wilayah Indonesia sendiri. Rentetan Gempa Besar dari Awal Tahun Catatan Kompas.com menunjukkan gempa magnitudo 7+ pertama tahun ini terjadi di Kota Belud, Malaysia, […]

  • TBC — Penyebab, Dampak Serius, dan Solusi Penyembuhan yang Efektif

    TBC — Penyebab, Dampak Serius, dan Solusi Penyembuhan yang Efektif

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Banyak orang masih menganggap TBC sebagai penyakit masa lalu. Padahal hingga hari ini, tuberkulosis tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat infeksi di dunia — dan Indonesia masuk dalam daftar negara dengan beban kasus terbesar. Kalau kamu atau orang di sekitarmu batuk lebih dari dua minggu, itu bukan sinyal yang boleh diabaikan. Apa […]

  • Panduan Lengkap Wisata ke Curug Cilember 2026: Rute Darat, Angkutan Umum, dan Estimasi Budget

    Panduan Lengkap Wisata ke Curug Cilember 2026: Rute Darat, Angkutan Umum, dan Estimasi Budget

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Curug Cilember menawarkan pesona alam yang sangat unik lewat kehadiran tujuh tingkatan air terjun di tengah rimbunnya hutan pinus yang asri. Terletak di kawasan Megamendung, Bogor, destinasi legendaris ini menyajikan udara pegunungan yang sangat bersih berbalut kabut tipis yang menyegarkan. Data kunjungan pelancong pada pertengahan tahun 2026 memperlihatkan konsistensi popularitas tempat ini, terutama dari […]

expand_less