Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sekolah menolak MBG ternyata bukan hal yang dilarang pemerintah, asal alasannya masuk akal dan jelas. Badan Gizi Nasional secara terbuka menegaskan, program Makan Bergizi Gratis sifatnya sukarela, bukan kewajiban yang mengikat setiap satuan pendidikan. Penegasan ini muncul setelah sejumlah sekolah di berbagai daerah memilih tidak ikut program tersebut, mulai dari Banyuwangi sampai Nusa Tenggara Barat.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan hal ini secara langsung. Menurutnya, tidak boleh ada pemaksaan maupun intimidasi dari kepala SPPG atau instansi mana pun terhadap sekolah yang enggan bergabung. Berikut penjelasan lengkap soal alasan yang bisa dipakai sekolah untuk menolak program ini.

Alasan Pertama: Kebutuhan Gizi Siswa Sudah Tercukupi

BGN menyebut sekolah elite dengan siswa dari keluarga mampu punya alasan kuat untuk menolak MBG. Sekolah semacam ini biasanya sudah punya sistem katering mandiri atau kantin yang memadai bagi kebutuhan gizi harian siswanya. Nanik menegaskan, penolakan dengan alasan ini sama sekali tidak masalah bagi pemerintah.

Kasus nyata terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa sekolah elite dengan ribuan siswa menolak MBG, bahkan setelah kepala SPPG setempat meminta bantuan Danramil dan Kapolsek untuk membujuk mereka. BGN akhirnya menegaskan, pendekatan semacam itu justru keliru, karena penerimaan MBG memang tidak boleh dipaksakan lewat jalur apa pun.

Alasan Kedua: Kekhawatiran Soal Keamanan dan Kualitas Makanan

Rentetan kasus keracunan massal jadi alasan kuat lain bagi sekolah untuk menolak atau bahkan mengembalikan paket MBG yang sudah diterima. Data BGN mencatat 96 kejadian luar biasa terkait MBG sepanjang Januari sampai Februari 2026 saja, dengan 22 kasus terjadi di Jawa Tengah.

SMP Negeri 1 Tayu jadi salah satu contoh konkret. Sekolah ini mengembalikan dua jenis paket MBG untuk 900 siswanya, setelah nasi ketan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi. Kepala sekolah bahkan mengaku sudah mengajukan komplain ke SPPG lebih dari 10 kali sebelum akhirnya memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut.

Alasan Ketiga: SPPG Bermasalah dan Belum Memenuhi Standar

BGN sendiri mengakui banyak SPPG belum memenuhi standar operasional yang layak. Beberapa penyebab kejadian luar biasa mencakup dapur dengan kualitas di bawah standar, Instalasi Pengolahan Air Limbah yang belum terbangun, sampai sertifikasi laik higiene sanitasi yang belum kelar diurus.

Sedikitnya 22 SPPG di Jawa Tengah bahkan sempat dihentikan sementara operasionalnya untuk investigasi dan evaluasi. Sekolah tentu punya alasan kuat menolak MBG kalau SPPG di wilayahnya masuk kategori bermasalah semacam ini, demi melindungi keselamatan siswa.

Program Ini Tetap Diarahkan ke Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Penolakan dari sekolah elite justru membuka ruang bagi BGN mengalihkan sasaran program ke kelompok yang lebih membutuhkan. Pesantren kecil, anak putus sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita jadi prioritas penerima manfaat berikutnya.

Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, menyebut pendekatan ini lebih masuk akal dibanding memaksakan distribusi ke sekolah yang jelas-jelas menolak. Daripada makanan terbuang percuma, alokasi tersebut lebih baik dialihkan ke pihak yang benar-benar membutuhkan asupan gizi tambahan.

Bagaimana Prosedur Penolakan yang Benar

Penolakan sekolah terhadap MBG idealnya disampaikan secara resmi lewat komunikasi langsung dengan pihak SPPG atau BGN setempat, bukan sekadar menolak diam-diam di lapangan. Berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh sekolah:

  • Sampaikan alasan penolakan secara tertulis kepada kepala SPPG setempat
  • Laporkan kondisi makanan bermasalah lewat jalur komplain resmi, sertakan bukti foto jika memungkinkan
  • Koordinasikan dengan dinas pendidikan setempat kalau penolakan berkaitan dengan kebijakan sekolah secara keseluruhan
  • Pastikan keputusan penolakan sudah dikomunikasikan ke orang tua siswa, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman

Bukan Sekadar Menolak Tanpa Alasan

BGN menegaskan, penolakan sekolah tidak sama dengan sikap tidak mendukung program pemerintah. Selama alasannya jelas, entah karena kebutuhan gizi sudah tercukupi maupun kekhawatiran soal keamanan pangan, penolakan tersebut sah-sah saja dilakukan.

Orang tua dan pihak sekolah tetap disarankan mengedepankan komunikasi terbuka dengan SPPG sebelum mengambil keputusan final. Dengan begitu, hak siswa mendapat asupan gizi tetap terjaga, sekaligus keselamatan mereka tidak dikorbankan demi mengejar target distribusi semata.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Makanan Khas Semarang yang Sayang Dilewatkan Saat Berkunjung

    10 Makanan Khas Semarang yang Sayang Dilewatkan Saat Berkunjung

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Makanan khas Semarang bukan cuma soal Lawang Sewu dan Kota Lama yang instagramable. Kota ini juga punya deretan kuliner yang bikin lidah susah move on. Perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa terasa kental dalam setiap masakannya, menghasilkan cita rasa gurih, manis, dan pedas yang khas. Berikut 10 makanan yang wajib dicicipi begitu menginjakkan kaki di […]

  • 10 Tempat Tertua di Indonesia, Umurnya Ribuan Tahun

    10 Tempat Tertua di Indonesia, Umurnya Ribuan Tahun

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Kebaruan. Indonesia menyimpan jejak sejarah panjang, jauh sebelum negara ini berdiri. Sejumlah tempat tertua di Indonesia bahkan sudah berdiri sejak zaman prasejarah, ribuan tahun sebelum masehi. Sisanya lahir dari kerajaan besar yang pernah menguasai jalur perdagangan Nusantara. Artikel ini membahas sepuluh lokasi bersejarah tersebut, lengkap dengan bukti dan konteks arkeologisnya. 1. Gua Harimau, Sumatra Selatan […]

  • Harga saham

    Harga Saham Gabungan Anjlok: Menkeu Purbaya Minta Investor Serok Bawah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga saham gabungan atau IHSG mengalami tekanan jual yang sangat tinggi pada perdagangan Senin (18/5/2026) hingga merosot ke level 6.470,348 pada akhir sesi I. Penurunan tajam sebesar 252,971 poin atau setara 3,76 persen ini memicu kekhawatiran massal di kalangan pelaku pasar modal domestik. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa langsung memberikan […]

  • Menelaah Program Kuliah Ferdy Sambo S2 di Dalam Lapas

    Menelaah Program Kuliah Ferdy Sambo S2 di Dalam Lapas

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, kini tengah menjalani program magister atau Ferdy Sambo S2 jurusan Teologi dari dalam Lapas Kelas IIA Cibinong. Banyak pihak menyoroti langkah Ferdy Sambo S2 ini sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan. Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki hak untuk menempuh pendidikan selama […]

  • Strategi Militer Netanyahu Perluas Kendali Gaza

    Strategi Militer Netanyahu Perluas Kendali Gaza

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Perdana Menteri Netanyahu baru saja memberikan arahan tegas mengenai operasi militer Israel di Jalur Gaza. Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 28 Mei 2026, Netanyahu mengungkap rencana untuk meningkatkan penguasaan wilayah hingga 70 persen. Pihaknya kini menekan kelompok Hamas dari berbagai sisi secara intensif. Strategi ini mengikuti pola bertahap di mana mereka sebelumnya menguasai 50 […]

  • Pohon Tabebuya

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Pohon Tabebuya

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Kebaruan. Membeli pohon untuk kebutuhan taman atau landscape membutuhkan pertimbangan yang berbeda dengan membeli tanaman hias berukuran kecil. Ukuran pohon, kondisi tanaman, proses pengiriman, hingga kesesuaian dengan lokasi perlu diperhatikan agar tanaman yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan. Pohon Tabebuya menjadi salah satu pilihan yang menarik karena memiliki nilai estetika ketika berbunga. Namun sebelum mencari jual […]

expand_less