Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sekolah menolak MBG ternyata bukan hal yang dilarang pemerintah, asal alasannya masuk akal dan jelas. Badan Gizi Nasional secara terbuka menegaskan, program Makan Bergizi Gratis sifatnya sukarela, bukan kewajiban yang mengikat setiap satuan pendidikan. Penegasan ini muncul setelah sejumlah sekolah di berbagai daerah memilih tidak ikut program tersebut, mulai dari Banyuwangi sampai Nusa Tenggara Barat.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan hal ini secara langsung. Menurutnya, tidak boleh ada pemaksaan maupun intimidasi dari kepala SPPG atau instansi mana pun terhadap sekolah yang enggan bergabung. Berikut penjelasan lengkap soal alasan yang bisa dipakai sekolah untuk menolak program ini.

Alasan Pertama: Kebutuhan Gizi Siswa Sudah Tercukupi

BGN menyebut sekolah elite dengan siswa dari keluarga mampu punya alasan kuat untuk menolak MBG. Sekolah semacam ini biasanya sudah punya sistem katering mandiri atau kantin yang memadai bagi kebutuhan gizi harian siswanya. Nanik menegaskan, penolakan dengan alasan ini sama sekali tidak masalah bagi pemerintah.

Kasus nyata terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa sekolah elite dengan ribuan siswa menolak MBG, bahkan setelah kepala SPPG setempat meminta bantuan Danramil dan Kapolsek untuk membujuk mereka. BGN akhirnya menegaskan, pendekatan semacam itu justru keliru, karena penerimaan MBG memang tidak boleh dipaksakan lewat jalur apa pun.

Alasan Kedua: Kekhawatiran Soal Keamanan dan Kualitas Makanan

Rentetan kasus keracunan massal jadi alasan kuat lain bagi sekolah untuk menolak atau bahkan mengembalikan paket MBG yang sudah diterima. Data BGN mencatat 96 kejadian luar biasa terkait MBG sepanjang Januari sampai Februari 2026 saja, dengan 22 kasus terjadi di Jawa Tengah.

SMP Negeri 1 Tayu jadi salah satu contoh konkret. Sekolah ini mengembalikan dua jenis paket MBG untuk 900 siswanya, setelah nasi ketan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi. Kepala sekolah bahkan mengaku sudah mengajukan komplain ke SPPG lebih dari 10 kali sebelum akhirnya memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut.

Alasan Ketiga: SPPG Bermasalah dan Belum Memenuhi Standar

BGN sendiri mengakui banyak SPPG belum memenuhi standar operasional yang layak. Beberapa penyebab kejadian luar biasa mencakup dapur dengan kualitas di bawah standar, Instalasi Pengolahan Air Limbah yang belum terbangun, sampai sertifikasi laik higiene sanitasi yang belum kelar diurus.

Sedikitnya 22 SPPG di Jawa Tengah bahkan sempat dihentikan sementara operasionalnya untuk investigasi dan evaluasi. Sekolah tentu punya alasan kuat menolak MBG kalau SPPG di wilayahnya masuk kategori bermasalah semacam ini, demi melindungi keselamatan siswa.

Program Ini Tetap Diarahkan ke Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Penolakan dari sekolah elite justru membuka ruang bagi BGN mengalihkan sasaran program ke kelompok yang lebih membutuhkan. Pesantren kecil, anak putus sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita jadi prioritas penerima manfaat berikutnya.

Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, menyebut pendekatan ini lebih masuk akal dibanding memaksakan distribusi ke sekolah yang jelas-jelas menolak. Daripada makanan terbuang percuma, alokasi tersebut lebih baik dialihkan ke pihak yang benar-benar membutuhkan asupan gizi tambahan.

Bagaimana Prosedur Penolakan yang Benar

Penolakan sekolah terhadap MBG idealnya disampaikan secara resmi lewat komunikasi langsung dengan pihak SPPG atau BGN setempat, bukan sekadar menolak diam-diam di lapangan. Berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh sekolah:

  • Sampaikan alasan penolakan secara tertulis kepada kepala SPPG setempat
  • Laporkan kondisi makanan bermasalah lewat jalur komplain resmi, sertakan bukti foto jika memungkinkan
  • Koordinasikan dengan dinas pendidikan setempat kalau penolakan berkaitan dengan kebijakan sekolah secara keseluruhan
  • Pastikan keputusan penolakan sudah dikomunikasikan ke orang tua siswa, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman

Bukan Sekadar Menolak Tanpa Alasan

BGN menegaskan, penolakan sekolah tidak sama dengan sikap tidak mendukung program pemerintah. Selama alasannya jelas, entah karena kebutuhan gizi sudah tercukupi maupun kekhawatiran soal keamanan pangan, penolakan tersebut sah-sah saja dilakukan.

Orang tua dan pihak sekolah tetap disarankan mengedepankan komunikasi terbuka dengan SPPG sebelum mengambil keputusan final. Dengan begitu, hak siswa mendapat asupan gizi tetap terjaga, sekaligus keselamatan mereka tidak dikorbankan demi mengejar target distribusi semata.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Febrie Adriansyah Kembali Diperiksa Kejagung sebagai Saksi Kasus TPPU

    Febrie Adriansyah Kembali Diperiksa Kejagung sebagai Saksi Kasus TPPU

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle firmansyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Febrie Adriansyah kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung pada Kamis (3/9/2026). Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus ini meninggalkan Rutan KPK pukul 10.32 WIB, dikawal ketat sejumlah penyidik menuju gedung Kejagung. Pengawalan Ketat dan Mobil Tahanan Khusus Pantauan Kompas.com mencatat, Febrie mengenakan kemeja putih dipadukan rompi tahanan warna pink saat keluar dari […]

  • Sinopsis Terikat Janji RCTI Malam Ini 30 Mei 2026

    Sinopsis Terikat Janji RCTI Malam Ini 30 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Panggung hiburan televisi tanah air kembali bergairah berkat kehadiran tontonan drama keluarga yang sangat memikat. Jutaan pasang mata saat ini sedang menggandrungi alur cerita sinetron Terikat Janji yang tayang secara reguler di saluran RCTI. Daya tarik utama tayangan ini bersumber dari kembalinya aktor berbakat Arya Saloka ke dunia akting setelah sempat vakum selama tiga […]

  • Realita Gaji ke-13 PNS & Titik Temu Subsidi Energi: Update April 2026

    Realita Gaji ke-13 PNS & Titik Temu Subsidi Energi: Update April 2026

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia, bulan April hingga Juni bukan sekadar masa transisi kuartal, melainkan momen yang paling dinanti: kepastian pencairan Gaji ke-13 PNS. Namun, di balik kegembiraan tersebut, muncul narasi publik yang cukup pelik mengenai beban subsidi energi yang kian membengkak. Sebagai masyarakat yang sadar ekonomi, kita perlu melihat melampaui […]

  • Cara Cek Bansos Online 2026 Pakai NIK KTP, Mudah dari HP

    Cara Cek Bansos Online 2026 Pakai NIK KTP, Mudah dari HP

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Dulu, mau tahu status bansos harus rela antre di kantor desa atau Dinas Sosial. Sekarang, cek status bantuan sosial cukup dari rumah, modal HP dan koneksi internet. Artikel ini bakal memandu Cara Cek Bansos langkah  demi langkah, dari situs resmi sampai lewat aplikasi. Kenapa Perlu Rutin Cek Status Bansos Pemerintah menyalurkan bansos seperti PKH dan […]

  • IHSG Turun 4,55% Sepekan ke Level 5.896, Asing Lepas Saham Rp3,43 Triliun

    IHSG Turun 4,55% Sepekan ke Level 5.896, Asing Lepas Saham Rp3,43 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan periode 22–26 Juni 2026 dengan pelemahan signifikan. Indeks turun 4,55% ke level 5.896,134 — jauh di bawah posisi penutupan pekan sebelumnya di 6.177,139. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Ahmad, mengonfirmasi kondisi ini secara resmi. “IHSG selama sepekan ditutup berubah sebesar 4,55% sehingga berada di level 5.896,134 dari […]

  • PSI Siap Sambut Safari Politik Jokowi di Jawa Tengah

    PSI Siap Sambut Safari Politik Jokowi di Jawa Tengah

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akan segera berlanjut ke wilayah Jawa Tengah. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan kesiapan mereka untuk menyambut agenda ini. Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, menegaskan bahwa partainya ingin memastikan Jawa Tengah benar-benar menjadi “kandang gajah” bagi Jokowi. Persiapan Matang PSI Jawa Tengah Antonius Yogo kini menunggu […]

expand_less