Kebaruan.com Polda Metro Jaya kembali mengambil langkah tegas dalam mengusut kasus dugaan penipuan umrah yang dilakukan oleh Hanania Travel. Polisi resmi menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap influencer Karin Novilda alias Awkarin serta Faisal Bagus Ibrahim. Keduanya diketahui tidak memenuhi panggilan pertama yang seharusnya berlangsung pada Senin (8/6/2026) lalu.
Polisi Akan Terbitkan Panggilan Kedua
Kompol Andaru Rahutomo, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa kedua influencer tersebut tidak hadir tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. Menanggapi hal tersebut, penyidik kini tengah menyiapkan surat panggilan kedua. Andaru menjelaskan bahwa waktu pemeriksaan susulan akan diatur kembali setelah pihak kepolisian menyelesaikan pemeriksaan terhadap influencer lain yang sudah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Selain Awkarin dan Faisal, Annisa Rahma bersama Anandito Dwi juga absen pada agenda pemeriksaan hari ini. Polisi terus mengebut proses pendalaman kasus dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah figur publik lainnya, termasuk Sarah Gibson, Dara Arafah, Audrey Jesselyn, serta pasangan Cut Meyriska dan Roger Danuarta pada Jumat (12/6/2026). Sebelumnya, beberapa nama terkenal seperti Keanu Angelo, Thariq Halilintar, Aaliyah Masaid, dan Anwar Sanjaya telah hadir memberikan keterangan. Mereka menjelaskan bahwa kerja sama dengan Hanania Travel berbentuk sistem barter, di mana mereka berangkat umrah sebagai imbalan mempromosikan jasa travel tersebut.
Ratusan Korban Menanti Kepastian
Kasus ini menyedot perhatian luas karena jumlah korban yang sangat besar. Berdasarkan data per Selasa (9/6/2026), Polda Metro Jaya telah menerima pengaduan dari 687 orang yang merasa tertipu oleh Hanania Travel. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa jumlah pelapor masih mungkin bertambah. Saat ini, tim penyidik masih bekerja keras menelusuri aliran dana dari para calon jemaah kepada pihak pengelola.
Sejauh ini, polisi telah memintai keterangan dari 70 saksi, mencakup pihak korban hingga mereka yang terlibat dalam promosi perjalanan ibadah tersebut. Pemeriksaan mendalam terhadap berbagai pihak dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa yang merugikan ratusan jemaah ini. Masyarakat diharapkan bersabar karena proses penyidikan masih terus berjalan secara intensif hingga saat ini.
