IHSG Melesat 3,5%: Sentimen Positif Damai AS-Iran Dorong Reli Saham

Kebaruan.com Awal pekan ini, IHSG melesat 3,5% lebih ke level 6.221,44 pada perdagangan Senin (15/6/2026) pukul 09.10 WIB. Pergerakan ini menunjukkan kelanjutan reli penguatan yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Investor merespons positif kabar damai antara Amerika Serikat dan Iran yang kini meredakan ketegangan global.

Data IDX Mobile menunjukkan sebanyak 548 saham menguat, sementara hanya 82 saham yang melemah. Nilai transaksi pasar mencapai Rp3,61 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,81 miliar saham. Saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi penopang utama penguatan indeks kali ini.

Rebound Saham Blue Chip dan Penguatan Rupiah

Melesatnya indeks didorong oleh aksi beli investor pada saham-saham blue chip yang sempat tertekan sejak awal tahun. Sektor finansial, barang baku, dan utilitas mencatatkan kenaikan tertinggi hari ini. Selain itu, IHSG melesat 3,5% juga karena sentimen positif dari penguatan Rupiah terhadap Dolar AS.

Kabar bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali ikut menarik turun harga minyak mentah dunia. Brent untuk pengiriman Agustus kini diperdagangkan lebih rendah di kisaran US$83,77 per barel. Stabilitas pasokan energi yang kembali membaik tentu menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi global.

Waspada Ketidakpastian Global dan Data Ekonomi

Meskipun pasar sedang bergairah, investor tetap perlu mencermati ketidakpastian yang masih membayangi. Volatilitas pasar global mungkin akan terus terjadi seiring menunggu rapat suku bunga Bank Indonesia dan The Fed. Data konsumsi dari Amerika Serikat serta indikator ekonomi China juga akan menjadi fokus utama pelaku pasar minggu ini.

Bagi Indonesia, arah kebijakan suku bunga dan stabilitas Rupiah berpengaruh besar terhadap pasar obligasi serta sektor komoditas. Sektor seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit mentah (CPO) akan sangat bergantung pada data ekonomi global tersebut. Pasar Asia secara luas juga menyambut baik resolusi damai di Timur Tengah, dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 5,1%.

Kesepakatan damai ini terjadi setelah mediasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa minyak akan kembali mengalir lancar bagi dunia. Semoga momentum positif ini dapat bertahan lama agar iklim investasi di dalam negeri tetap menarik bagi para pelaku pasar. Tetaplah bijak dalam mengatur portofolio investasi Anda di tengah dinamika pasar yang masih terus berubah setiap hari.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi