Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Dampak Pinjol, Jerat yang Bisa Hancurkan Keuangan dan Mental

Dampak Pinjol, Jerat yang Bisa Hancurkan Keuangan dan Mental

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Dampak pinjol kini jadi masalah serius yang menjerat jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan pekerja, ibu rumah tangga, sampai mahasiswa. Kemudahan mengajukan pinjaman online lewat aplikasi, tanpa jaminan dan cair dalam hitungan menit, sering bikin orang lupa risiko besar yang mengintai di baliknya.

Banyak orang awalnya cuma butuh dana darurat untuk kebutuhan mendesak. Sayangnya, bunga tinggi dan denda keterlambatan yang menumpuk cepat mengubah pinjaman kecil jadi beban finansial yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Dampak Pinjol terhadap Kondisi Keuangan

Bunga pinjol legal saja bisa mencapai 0,4 persen per hari, apalagi kalau terjerat pinjol ilegal yang bunganya jauh lebih mencekik. Kalau telat bayar sehari saja, denda langsung bertambah, dan jumlah utang bisa membengkak berkali-kali lipat dari pokok pinjaman awal.

Kondisi ini sering memicu fenomena “gali lubang tutup lubang”, di mana korban terpaksa mengajukan pinjaman baru cuma untuk menutup cicilan pinjaman lama. Siklus ini terus berulang sampai akhirnya utang menumpuk di banyak platform sekaligus, jauh melampaui kemampuan bayar korban.

Efek pada Kesehatan Mental dan Psikologis

Selain masalah finansial, dampak pinjol juga merambah ke kondisi psikologis peminjam. Teror dari debt collector, baik lewat telepon, pesan singkat, maupun kunjungan langsung, kerap membuat korban hidup dalam tekanan dan kecemasan berkepanjangan.

Beberapa gejala psikologis yang sering muncul akibat tekanan pinjol antara lain:

  • Kecemasan berlebihan — rasa takut menerima telepon atau pesan dari nomor tidak dikenal jadi trauma tersendiri.
  • Gangguan tidur — pikiran terus dihantui soal cara membayar utang, sehingga sulit istirahat dengan tenang.
  • Depresi — dalam kasus ekstrem, tekanan berkepanjangan bisa memicu keinginan menyakiti diri sendiri.
  • Isolasi sosial — korban cenderung menarik diri dari lingkungan karena malu dengan situasi utang yang dialaminya.

Dampak Sosial yang Sering Terabaikan

Pinjol juga berpotensi merusak hubungan sosial korban dengan orang-orang terdekat. Praktik penyebaran data pribadi ke kontak di ponsel korban, yang sering dilakukan platform pinjol ilegal, bikin keluarga, teman, bahkan rekan kerja ikut terganggu dengan teror penagihan yang tidak seharusnya mereka terima.

Reputasi korban di lingkungan sosial maupun profesional pun bisa ikut tercoreng. Tak jarang, hubungan keluarga jadi renggang, pertemanan putus, bahkan karier terganggu akibat rasa malu dan tekanan yang terus-menerus dialami korban pinjol.

Cara Menghindari Jeratan Pinjol

Supaya tidak terjebak dalam dampak pinjol yang merugikan, beberapa langkah berikut bisa membantu kamu lebih bijak mengelola kebutuhan finansial:

  • Cek legalitas platform lewat situs resmi OJK sebelum mengajukan pinjaman apa pun.
  • Hitung kemampuan bayar secara realistis sebelum memutuskan meminjam, jangan sampai cicilan melebihi 30 persen penghasilan bulanan.
  • Bangun dana darurat secara bertahap, supaya tidak selalu bergantung pada pinjaman saat kondisi mendesak.
  • Cari alternatif pinjaman resmi, seperti koperasi atau bank, yang punya regulasi bunga lebih jelas dan terkontrol.
  • Laporkan ke OJK atau kepolisian kalau kamu mengalami teror dari pinjol ilegal, karena praktik semacam ini melanggar hukum.

Pada akhirnya, dampak pinjol jauh lebih besar dari sekadar urusan angka di rekening. Kesehatan mental, hubungan sosial, dan masa depan finansialmu ikut jadi taruhan kalau terjebak dalam siklus utang yang tak terkendali. Sebelum mengambil keputusan meminjam, pastikan kamu benar-benar memahami risikonya secara menyeluruh.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 CEO Teknologi Ini Dulunya Karyawan Biasa, Sekarang Pimpin Perusahaan Raksasa

    5 CEO Teknologi Ini Dulunya Karyawan Biasa, Sekarang Pimpin Perusahaan Raksasa

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Saya selalu tertarik membaca kisah CEO besar, karena hampir semua orang lupa bahwa mereka pun pernah jadi karyawan biasa sebelum nama mereka dikenal dunia. Daftar CEO Index 2026 ini mengingatkan saya lagi soal itu — lima tokoh teknologi yang sekarang memimpin perusahaan bernilai miliaran dolar, ternyata dulu cuma menjalani pekerjaan yang terdengar biasa saja, […]

  • Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Rasa pedas sebenarnya bukan rasa dalam arti sesungguhnya. Sensasi ini justru sinyal rasa sakit yang otak Anda terjemahkan secara unik. Karena itu, banyak orang justru merasa ketagihan setiap kali menyantap makanan pedas. Capsaicin, Biang Kerok di Balik Sensasi Pedas Cabai mengandung senyawa bernama capsaicin. Senyawa ini menempel pada reseptor TRPV1 di lidah dan mulut […]

  • Daftar Juara Piala Presiden dari 2015 sampai 2026, Persebaya Juara Terbaru

    Daftar Juara Piala Presiden dari 2015 sampai 2026, Persebaya Juara Terbaru

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Piala Presiden sudah bergulir sejak 2015 dan setiap edisinya selalu melahirkan cerita baru. Turnamen pramusim ini awalnya digelar sebagai ajang pemanasan klub Liga 1 sekaligus pengisi kekosongan kompetisi saat itu, dan sekarang berkembang jadi salah satu ajang paling ditunggu sebelum musim baru dimulai. Berikut rangkuman lengkap siapa saja juara Piala Presiden dari edisi pertama […]

  • Uang Pajak Digunakan untuk Apa? Ini Rincian Lengkap Alokasi APBN 2026

    Uang Pajak Digunakan untuk Apa? Ini Rincian Lengkap Alokasi APBN 2026

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kebaruan. Uang pajak yang kamu setor setiap bulan lewat gaji atau transaksi harian ternyata tidak menghilang begitu saja ke kas negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penerimaan perpajakan menyumbang lebih dari 82 persen sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini mengalir kembali ke masyarakat lewat belanja kementerian, lembaga, serta transfer ke […]

  • Kisah Arya Bertahan 5 Jam di Laut Usai KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar

    Kisah Arya Bertahan 5 Jam di Laut Usai KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Arya (35) tidak menyangka pagi itu akan menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam hidupnya. Sopir truk ekspedisi ini baru saja menyelesaikan sarapan di atas KMP Mutiara Sentosa 2 ketika asap tebal mulai membumbung dari dek kendaraan. Dalam hitungan menit, suasana kapal berubah drastis dari tenang menjadi panik total. Detik-Detik Menegangkan di Atas Kapal […]

  • May Day Labour Day: Refleksi Hari Buruh 1 Mei 2026 di Indonesia dan Tantangan Kesejahteraan

    May Day Labour Day: Refleksi Hari Buruh 1 Mei 2026 di Indonesia dan Tantangan Kesejahteraan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Peringatan Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei selalu menghadirkan dinamika menarik di seluruh dunia. Sebagian masyarakat kerap tertukar memahami perbedaan istilah antara May Day dan Labour Day. Dari sudut pandang saya sebagai pengamat ekonomi dan ketenagakerjaan, kedua istilah ini tidak hanya sekadar penamaan kalender, tetapi juga mencerminkan bagaimana sebuah negara memandang hak […]

expand_less