Kebaruan.com Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 mengenai penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Gizi (SPPG). Kebijakan tersebut bertujuan melakukan efisiensi anggaran insentif SPPG yang dinilai cukup besar. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyebut langkah ini sekaligus menjadi momen menata kembali tata kelola program.
Alasan Efisiensi dan Penataan Tata Kelola
BGN mengeklaim langkah ini dapat menghemat anggaran insentif SPPG sebesar lebih dari Rp 3 triliun. Libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 menjadi waktu pelaksanaan penyesuaian ini. Sebelumnya, program serupa tetap berjalan saat libur dengan sistem bundling, namun kini kebijakan tersebut tidak lagi digunakan. BGN ingin memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif saat ada layanan yang diberikan. Pihak BGN menegaskan prinsip no service, no pay sebagai dasar kebijakan tersebut.
Penolakan dari Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi)
Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) menyatakan sikap keberatan atas terbitnya SE tersebut. Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, menilai keputusan ini menimbulkan ketidakpastian bagi para mitra. Dampak nyata dari penghentian ini mencakup hilangnya honor bagi relawan SPPG selama masa libur. Selain itu, para pemasok bahan pangan seperti petani dan peternak mengalami kesulitan karena hasil produksi mereka menumpuk.
Alven menganalogikan SPPG seperti rumah sewaan di mana BGN meminta dispensasi untuk tidak membayar insentif tanpa adanya koordinasi sebelumnya. Menurut mereka, kebijakan mendadak ini mengancam keberlangsungan usaha banyak pihak yang bergantung pada program tersebut.
Tanggapan Tegas BGN Terhadap Protes
Menanggapi penolakan tersebut, Agustina Arumsari menyatakan bahwa sebuah kebijakan tidak mungkin memuaskan seluruh pihak. BGN tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk tidak memberikan insentif selama SPPG tidak beroperasi. Pihak BGN juga menduga protes ini dipicu oleh segelintir pihak yang memiliki konflik kepentingan karena kebetulan juga mengelola SPPG.
Prioritas utama BGN saat ini adalah efisiensi anggaran negara yang lebih besar daripada kepentingan kelompok tertentu. Meskipun menuai protes dari para pengusaha, BGN memastikan operasional program akan kembali normal setelah masa libur sekolah berakhir. Pemerintah kini fokus menyelesaikan penataan tata kelola operasional agar program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih optimal ke depannya. Kita tentu menantikan bagaimana perkembangan dialog antara pihak pengusaha dan BGN dalam mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat dalam program ini.
