LOMBOK – Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 akan kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.
Jadwal tersebut telah tercantum dalam kalender resmi MotoGP 2026. Seri Indonesia dijadwalkan menjadi putaran ke-17 dari rangkaian kejuaraan dunia MotoGP musim ini.
Menjelang penyelenggaraan ajang balap motor dunia tersebut, Mandalika Grand Prix Association atau MGPA mulai memperkuat kesiapan lintasan, fasilitas penunjang, operasional sirkuit, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
Persiapan dilakukan lebih awal untuk memastikan kawasan sirkuit mampu memenuhi kebutuhan event internasional sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada pembalap, tim, ofisial, dan penonton yang datang ke Lombok.
MGPA Periksa Lintasan dan Fasilitas Sirkuit
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola telah melakukan pemeriksaan lintasan atau track inspection di Mandalika International Circuit pada 22 Mei 2026.
Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi lintasan, area run-off, fasilitas paddock, pit building, sistem pendukung operasional, dan sejumlah area strategis di sekitar sirkuit.
Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada kondisi fisik lintasan. MGPA juga mengevaluasi pengelolaan operasional harian, kesiapan sumber daya manusia, kualitas pelayanan, serta koordinasi antardivisi.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga standar Mandalika International Circuit sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai event balap nasional dan internasional.
Dalam pemeriksaan tersebut, jajaran MGPA juga menerima penjelasan dari ITDC mengenai pengelolaan dan pengembangan kawasan sirkuit.
Pengembangan infrastruktur di The Mandalika tidak hanya difokuskan pada kebutuhan motorsport, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kawasan tersebut sebagai destinasi sport tourism dan lokasi penyelenggaraan event berskala internasional.
Pemeriksaan lintasan dan fasilitas menjadi penting karena MotoGP membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Bukan hanya permukaan lintasan yang harus diperhatikan, tetapi juga fasilitas keselamatan, area kerja tim, akses operasional, layanan penonton, dan sistem pendukung lainnya.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Diperkuat
Selain memeriksa lintasan dan fasilitas, MGPA memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Pada 4 Juni 2026, Ananda Mikola bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.
Pertemuan tersebut membahas persiapan MotoGP Mandalika 2026, kalender kegiatan MGPA, serta rencana berbagai acara pendukung melalui program Road to MotoGP.
Kolaborasi antara pengelola sirkuit dan pemerintah daerah dinilai penting karena penyelenggaraan MotoGP tidak hanya berhubungan dengan aktivitas di dalam lintasan.
Kesiapan akses, keamanan, layanan kesehatan, akomodasi, transportasi, kebersihan kawasan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal juga menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan event.
Koordinasi lintas pihak dibutuhkan agar manfaat ekonomi dan promosi pariwisata yang dihasilkan MotoGP dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Memasuki Tahun Kelima MotoGP di Mandalika
MotoGP Indonesia 2026 akan menjadi penyelenggaraan tahun kelima di Mandalika sejak seri perdana berlangsung pada 2022.
ITDC menyatakan berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan sesuai standar internasional yang ditetapkan Dorna Sports dan Fédération Internationale de Motocyclisme atau FIM.
Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya dipandang sebagai balapan internasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia.
MotoGP juga menjadi sarana untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Indonesia kepada penonton internasional.
Pertamina Mandalika International Circuit memiliki panjang lintasan 4,3 kilometer, lebar 15 meter, dan lintasan lurus terpanjang mencapai 723 meter.
Sirkuit tersebut mempunyai 17 tikungan yang terdiri atas 11 tikungan kanan dan enam tikungan kiri. Pada kelas MotoGP, balapan utama dijadwalkan berlangsung sebanyak 27 lap dengan total jarak sekitar 116,13 kilometer.
MotoGP menjadi salah satu agenda utama dalam kalender kegiatan Mandalika International Circuit sepanjang 2026.
Sebelum balapan dunia tersebut berlangsung, sirkuit juga digunakan untuk berbagai kejuaraan nasional, kegiatan komunitas, pelatihan pembalap, dan event balap internasional lainnya.
Rangkaian kegiatan itu memberikan kesempatan kepada pengelola untuk terus mengevaluasi kesiapan venue sebelum memasuki salah satu puncak kalender pada Oktober 2026.
Penyelenggaraan berbagai event sepanjang tahun juga penting untuk menguji konsistensi operasional, mulai dari pengelolaan lintasan, fasilitas penonton, area paddock, hingga koordinasi petugas.
Dengan demikian, persiapan MotoGP tidak hanya dilakukan beberapa hari menjelang balapan, tetapi dibangun melalui pemeliharaan dan evaluasi yang berlangsung secara berkelanjutan.
Transportasi Menjadi Kebutuhan Penting Penonton
Kembalinya MotoGP ke Mandalika diperkirakan kembali menarik kedatangan penggemar balap dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Selain tiket pertandingan dan penginapan, transportasi menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipersiapkan sejak awal, terutama bagi penonton yang datang melalui jalur udara.
Pengunjung dapat tiba melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Praya. Dari bandara, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju hotel atau kawasan Mandalika.
Selama akhir pekan balapan, mobilitas penonton biasanya tidak hanya terbatas pada perjalanan menuju sirkuit. Pengunjung juga perlu melakukan perjalanan antara bandara, penginapan, rumah makan, pusat oleh-oleh, dan sejumlah destinasi wisata.
Karena itu, pemesanan kendaraan sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan hari pelaksanaan. Tingginya kebutuhan perjalanan selama event besar dapat membuat pilihan kendaraan menjadi lebih terbatas, terutama untuk mobil keluarga, kendaraan rombongan, dan layanan dengan pengemudi.
Bagi wisatawan yang ingin mengatur perjalanan secara lebih fleksibel, layanan sewa mobil Lombok dapat menjadi salah satu pilihan untuk penjemputan dari bandara, perjalanan menuju Mandalika, maupun mengunjungi sejumlah kawasan wisata selama berada di Lombok.
Pemilihan kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah penumpang, barang bawaan, lokasi penginapan, dan rencana perjalanan.
Mobil berukuran ringkas dapat dipertimbangkan untuk dua hingga empat penumpang. Sementara itu, kendaraan jenis MPV lebih sesuai bagi keluarga atau rombongan yang membawa lebih banyak barang.
Wisatawan yang belum mengenal jalur di Lombok juga dapat mempertimbangkan layanan dengan sopir. Selain mengurangi kebutuhan untuk mencari rute sendiri, pilihan tersebut dapat membantu penumpang mengatur titik penjemputan dan waktu keberangkatan.
Pengaturan waktu perjalanan perlu diperhatikan karena rekayasa atau penyesuaian arus lalu lintas dapat diberlakukan di sekitar kawasan Mandalika ketika event besar berlangsung.
MotoGP Dorong Pariwisata dan Usaha Lokal
Penyelenggaraan MotoGP tidak hanya menjadi agenda olahraga. Event ini juga berperan dalam memperkenalkan pariwisata Lombok kepada penonton nasional dan internasional.
Lokasi sirkuit di pesisir selatan Lombok memungkinkan pengunjung menggabungkan agenda menonton balapan dengan perjalanan ke Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan, Bukit Merese, dan sejumlah kawasan wisata lainnya.
Kedatangan penonton juga membuka peluang bagi hotel, homestay, restoran, penyedia transportasi, usaha oleh-oleh, pemandu wisata, dan pelaku UMKM.
Karena itu, kesiapan fasilitas di luar sirkuit menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pengunjung selama berada di Nusa Tenggara Barat.
MGPA dan pemerintah daerah masih memiliki waktu beberapa bulan untuk mematangkan berbagai kebutuhan menjelang balapan pada Oktober mendatang.
Pemeriksaan lintasan, penguatan fasilitas, koordinasi antarlembaga, dan persiapan layanan bagi penonton akan menjadi faktor penting dalam kelancaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Bagi calon penonton, persiapan juga dapat dimulai dari sekarang dengan memantau penjualan tiket resmi, menentukan lokasi penginapan, menyusun jadwal penerbangan, dan memesan transportasi.
Perencanaan lebih awal bukan hanya membantu mengurangi kendala selama periode ramai, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati MotoGP sekaligus menjelajahi berbagai destinasi di Lombok.
