Kebaruan.com PT Rans Entertainment Tbk (RANS) resmi memulai perjalanan di pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO) pada Jumat, 10 Juli 2026. Kehadiran sosok pengusaha ternama Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, menambah warna dalam seremoni tersebut. Beliau hadir langsung untuk menekan tombol pembukaan perdagangan sebagai simbol dukungan bagi perusahaan. Raffi Ahmad selaku founder mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan Haji Isam yang memiliki kepemilikan saham sebesar satu persen. Baginya, dukungan dari tokoh besar ini membuktikan keseriusan Saham RANS dalam berbisnis di mata publik.
Investasi Strategis dan Kepercayaan Mentor
Raffi menegaskan bahwa Haji Isam bukan sekadar pemegang saham, melainkan salah satu mentor bisnis yang ia hormati. Kepercayaan para investor besar seperti Haji Isam serta keterlibatan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sejak tahun 2021 menjadi legitimasi kuat bagi RANS. Pada tahun 2021, EMTK telah menanamkan modal sebesar Rp 248 miliar yang memberikan valuasi perusahaan mencapai Rp 1,3 triliun saat itu. Hal ini membuktikan bahwa valuasi RANS memiliki landasan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Performa Saham dan Rencana Ekspansi Bisnis
Pasar menyambut hangat langkah perusahaan dengan kenaikan saham yang luar biasa pada hari pertama. Saham RANS melesat naik 34,12 persen atau 58 poin menuju level Rp 228 saat penutupan perdagangan. Pencapaian ini menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) yang menjadi limit kenaikan tertinggi dalam satu hari. Melalui IPO ini, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sekitar Rp 429,25 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai rencana strategis, mulai dari pelunasan utang hingga pembangunan wahana bermain Cipungland. Selain itu, mereka akan membiayai tur konser, mengembangkan bisnis kecerdasan buatan, serta mengakuisisi lini bisnis kosmetik Slavina.
Menepis Rumor Negatif dengan Transparansi
Di tengah kemeriahan IPO, manajemen juga menanggapi isu miring mengenai praktik pencucian uang yang sempat beredar. Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanyalah rumor tanpa dasar fakta. Langkah IPO ini pun menjadi bentuk pembuktian transparansi perusahaan kepada publik. Dengan sistem tata kelola yang lebih terbuka,Saham RANS berharap dapat terus memberikan nilai tambah bagi para investor dan masyarakat luas. Komitmen kuat ini menjadi fondasi bagi mereka untuk terus tumbuh dan bersaing di industri hiburan serta digital Indonesia.
