Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Delapan Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Kebaruan.com Hari ini, Jumat (17/4/2026), menjadi momen kelam bagi dunia penerbangan tanah air. Insiden jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau, Kalimantan Barat, telah dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Seluruh delapan orang yang berada di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi Kejadian: Sinyal Darurat di Jantung Borneo

Berdasarkan data resmi, helikopter memulai perjalanannya pada pukul 07.37 WIB. Namun, hanya satu jam berselang, tepatnya pukul 08.39 WIB, sistem deteksi menangkap sinyal darurat dari area hutan Kalbar. Sesuai prosedur penerbangan internasional, AirNav Indonesia segera menerbitkan notifikasi DETRESFA (fase darurat/bahaya) setelah pesawat dinyatakan hilang kontak total pada 09.15 WIB.

Data Korban dan Proses Identifikasi

Tim SAR gabungan Sekadau telah bekerja cepat mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian. Saat ini, delapan jenazah telah berada di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak.

Daftar Kru dan Penumpang:

  • Kru: Capt. Marindra Wibowo (Pilot), Harun Arasyid (Engineer).
  • Penumpang: Mr. Patrick K (WNA Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito.

Kepala RS Bhayangkara, Kombes drg. Josep Ginting, menyatakan bahwa tim forensik juga menerima dua kantong tambahan berisi serpihan part pesawat dan barang-barang di lokasi guna memperkuat proses identifikasi.

Sudut Pandang Penulis: Keamanan Transportasi di Area Terpencil

Sebagai pengamat di kebaruan.com, insiden ini menekankan betapa menantangnya navigasi udara di wilayah dengan topografi hutan lebat seperti Kalimantan. Meskipun prosedur darurat dilakukan dengan sangat cepat oleh AirNav, kondisi geografis seringkali menjadi hambatan utama dalam operasi penyelamatan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban.

Kesimpulan: Menanti Hasil Investigasi KNKT

Langkah selanjutnya yang patut kita kawal adalah penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter. Apakah karena faktor cuaca ekstrem di pedalaman Borneo atau kendala teknis pada mesin.