AS Tembak Kapal Tanker M/T Belma, Blokade Laut Iran Kembali Memanas

Kebaruan.com Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Angkatan Laut Amerika Serikat mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang melanggar aturan dagang mereka. Sebuah pesawat militer AS menembak kapal tanker M/T Belma berbendera Curaçao pada Rabu (15/7).

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet tempur mereka melepas rudal Hellfire tepat ke arah cerobong asap kapal. Kapal tanker M/T Belma tersebut dilumpuhkan oleh militer AS karena nekat menerobos jalur blokade menuju wilayah Iran. Beruntung, saat insiden terjadi, kapal tersebut sedang tidak membawa muatan minyak.

Pengetatan Jalur Laut oleh CENTCOM

Langkah ini menjadi aksi kekerasan pertama sejak Washington memberlakukan kembali blokade pelabuhan pada Selasa malam pekan ini. Selain melumpuhkan M/T Belma, dalam waktu 24 jam terakhir CENTCOM juga telah memaksa dua kapal komersial lain untuk putar balik.

Sebelumnya, AS sempat menerapkan pemblokiran serupa dari April hingga Juni. Selama periode tersebut, Pentagon melumpuhkan sembilan kapal dan mengusir lebih dari 140 armada laut yang mencoba mendekati pesisir Iran.

Mengapa Blokade Iran Kembali Berlaku?

Bulan lalu, kedua negara sebenarnya sempat menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk meredakan konflik. Blokade sempat dicabut sementara demi memberi ruang bagi diplomasi. Namun, kesepakatan tersebut runtuh setelah muncul perselisihan baru terkait hak jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dampak Ekonomi Global: Selat Hormuz merupakan urat nadi distribusi minyak mentah dunia. Penutupan atau gangguan di jalur ini dapat memicu lonjakan harga energi global secara signifikan.

Iran tidak tinggal diam melihat agresivitas Washington. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung melempar ancaman balik. Mereka memperingatkan Gedung Putih untuk bersiap menghadapi aksi balasan berupa penutupan jalur ekspor minyak dan gas lain yang menjadi sekutu Amerika Serikat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi