Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kasus Campak Tembus 21 Ribu, Kemenkes Ingatkan Warga Jangan Lengah

Kasus Campak Tembus 21 Ribu, Kemenkes Ingatkan Warga Jangan Lengah

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Angka kasus campak memang sudah turun jauh dibanding awal tahun. Tapi jangan buru-buru merasa aman dulu. Kementerian Kesehatan RI justru meminta masyarakat tetap waspada, sebab virus ini masih beredar di sejumlah wilayah Tanah Air.

Lebih dari 21 Ribu Kasus Tersebar di 36 Provinsi

Data terbaru cukup mengejutkan. Total kasus campak sepanjang 2026 sudah menembus angka 21.101, berdasarkan laporan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) per 1 Agustus 2026. Sebaran kasus ini mencakup 36 provinsi di seluruh Indonesia.

Angka ini sebenarnya jauh menurun dibanding lonjakan yang sempat terjadi awal tahun. Saat itu, kasus campak melonjak drastis dan memicu peningkatan angka kematian pada anak-anak. Pemerintah lantas bergerak cepat, dan hasilnya cukup memuaskan: kasus berhasil ditekan hingga 93 persen pada pertengahan Maret 2026.

Sayangnya, penurunan tajam itu bukan berarti ancaman sudah lenyap sepenuhnya.

“Bisa Merebak Lagi Kalau Tidak Hati-Hati”

Direktur Imunisasi Kemenkes RI, Indri Yogyaswari, mengingatkan bahwa tren nasional yang membaik tidak boleh membuat pemerintah daerah maupun masyarakat lengah. Menurutnya, di sejumlah titik, angka kasus campak masih bertahan tinggi.

Kelonggaran sedikit saja bisa membuka celah bagi virus untuk kembali menyebar luas, katanya saat ditemui pada Selasa (4/8/2026).

Anak Sekolah, Kelompok yang Perlu Diwaspadai

Indri menyoroti satu kelompok yang menjadi titik rawan penularan: anak usia sekolah. Alasannya masuk akal. Lingkungan sekolah penuh interaksi setiap hari, sehingga virus campak yang memang sangat menular bisa cepat berpindah dari satu siswa ke siswa lain.

Bahayanya tidak berhenti di gerbang sekolah saja. Anak yang tertular berisiko membawa virus itu pulang ke rumah. Anggota keluarga lain pun ikut terancam, terutama bayi dan balita yang belum menuntaskan jadwal vaksinasinya.

BIAS Kembali Digalakkan sebagai Langkah Pencegahan

Kemenkes merespons situasi ini dengan menghidupkan kembali program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program rutin ini biasa dijalankan setiap Agustus dan November di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Alasan di balik program ini cukup mendasar. Imunisasi rutin yang diterima anak saat balita memang penting, tapi kekebalan tubuh terhadap campak bisa melemah seiring bertambahnya usia. Karena itu, dosis penguat atau booster jadi kunci untuk menjaga perlindungan tetap optimal.

Melalui BIAS, antibodi anak diharapkan tetap kuat sampai mereka beranjak dewasa nanti. “Supaya anak-anak kita dapat perlindungan yang sampai nanti dia dewasa itu sudah cukup kuat,” ujar Indri menutup keterangannya.

Kenali Gejalanya, Jangan Tunda ke Fasilitas Kesehatan

Kemenkes mengajak orang tua dan pihak sekolah mendukung kelancaran program BIAS di lingkungan masing-masing. Selain itu, kewaspadaan terhadap gejala awal campak juga penting untuk ditingkatkan.

Demam tinggi yang disertai ruam kemerahan pada kulit merupakan tanda khas campak yang perlu segera diperiksakan. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin kecil pula risiko penularan meluas ke orang-orang di sekitar.

Campak memang bukan penyakit baru, tapi bukan berarti bisa dianggap remeh. Selama cakupan imunisasi belum merata di semua wilayah, potensi wabah susulan tetap mengintai—dan langkah pencegahan sekecil apa pun tetap berarti besar.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam 29 Juni 2026 Naik Rp5.000 per Gram, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

    Harga Emas Antam 29 Juni 2026 Naik Rp5.000 per Gram, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Awal pekan ini membawa kabar menarik bagi para investor dan pengamat harga logam mulia. Harga emas Antam pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 07.00 WIB tercatat di angka Rp2.660.000 per gram — naik Rp5.000 dari posisi Sabtu (27/6/2026) yang berada di level Rp2.655.000. Kenaikan tipis ini memang tidak dramatis. Tapi bagi investor yang cermat […]

  • negara-terdampak-asap-karhutla

    Negara yang Terdampak Asap Karhutla: dari Malaysia hingga Filipina

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Kebaruan. Asap karhutla dari Kalimantan dan Sumatra kini mengepung sejumlah negara tetangga. Yang terdampak paling parah adalah Malaysia dan Singapura, lalu Brunei Darussalam dan Filipina. Laporan ASMC per 12 Oktober 2026 menyebut kabut asap sedang hingga pekat menyelimuti Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga Filipina bagian selatan. Dari Mana Asapnya Datang? Sumbernya ada di dalam negeri. Pantauan […]

  • 10 Makanan Khas Semarang yang Sayang Dilewatkan Saat Berkunjung

    10 Makanan Khas Semarang yang Sayang Dilewatkan Saat Berkunjung

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Makanan khas Semarang bukan cuma soal Lawang Sewu dan Kota Lama yang instagramable. Kota ini juga punya deretan kuliner yang bikin lidah susah move on. Perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa terasa kental dalam setiap masakannya, menghasilkan cita rasa gurih, manis, dan pedas yang khas. Berikut 10 makanan yang wajib dicicipi begitu menginjakkan kaki di […]

  • 276 Warga Batang Keracunan Usai Santap MBG, Telur Jadi Dugaan Awal

    276 Warga Batang Keracunan Usai Santap MBG, Telur Jadi Dugaan Awal

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kabupaten Batang jadi daerah terbaru yang mencatat kasus keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Bupati Batang Suyono melaporkan 276 warga di Kecamatan Bawang mengeluhkan gejala mual dan pusing usai menyantap menu MBG pada Selasa (22/9). Empat fasilitas kesehatan langsung dikerahkan Pemkab Batang untuk menangani korban, yakni Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas […]

  • Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pemprov DKI Siapkan Skema Baru Berdasarkan Jarak Tempuh

    Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pemprov DKI Siapkan Skema Baru Berdasarkan Jarak Tempuh

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Tarif Transjabodetabek dipastikan akan mengalami perubahan dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji skema tarif baru yang mempertimbangkan jarak perjalanan dan kualitas layanan yang diterima penumpang. Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Pramono Anung Wibowo saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga. Menurut Pramono, tarif yang saat […]

  • Efek Menahan Buang Air Kecil, Kebiasaan Sepele yang Berisiko bagi Kesehatan

    Efek Menahan Buang Air Kecil, Kebiasaan Sepele yang Berisiko bagi Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kebaruan. Menahan buang air kecil sering dianggap sepele, padahal kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan yang tak main-main. Banyak orang menundanya karena sibuk rapat, terjebak macet, atau malas beranjak dari tempat duduk, tanpa sadar tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahaya. Kandung kemih orang dewasa umumnya mampu menampung sekitar 400-600 ml urine. Begitu kapasitas ini penuh, otak […]

expand_less