Kebaruan.com Sebagian besar wilayah Indonesia bakal tetap kering sepanjang September mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta prediksi curah hujan terbaru. Tim BMKG memperbarui data ini pada 1 Agustus 2026 menggunakan model ECMWF-cor.
Warna cokelat gelap mendominasi peta, membentang dari Sumatra bagian timur, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Warna ini menandai kategori curah hujan rendah, berkisar 0 sampai 100 milimeter sebulan. Kalau kamu tinggal di wilayah-wilayah ini, siap-siap saja menghadapi udara kering hingga akhir September.
Wilayah Mana Saja yang Masih Basah?
Tidak semua daerah bernasib sama. Pesisir barat Sumatra, khususnya sekitar Aceh dan Sumatra Utara, menunjukkan gradasi warna hijau kekuningan. Curah hujan di sana diprediksi masuk kategori menengah hingga tinggi, berkisar 150 sampai 400 milimeter.
Papua bagian utara dan timur menunjukkan pola serupa. Zona kuning kehijauan membentang jelas di sepanjang pesisir. Warna gelap justru mendominasi Papua bagian tengah, menandakan potensi hujan yang jauh lebih rendah.
Kenapa Curah Hujan Antarwilayah Bisa Beda Jauh?
Fenomena ini wajar terjadi setiap tahun. Angin muson dan pola sirkulasi udara membuat sebagian wilayah barat dan selatan Indonesia memasuki puncak kemarau. Sementara itu, wilayah utara khatulistiwa masih menerima pasokan uap air besar dari Samudra Pasifik.
Buat kamu yang penasaran soal skala kategori di peta ini, BMKG membagi tujuh tingkatan. Kategori rendah mencakup 0-20, 20-50, dan 50-100 milimeter. Kategori menengah meliputi 100-150, 150-200, dan 200-300 milimeter. Kategori tinggi terdiri dari 300-400 dan 400-500 milimeter. Kategori sangat tinggi mencakup angka di atas 500 milimeter.
Rincian Prediksi per Wilayah
Sumatra
Aceh dan Sumatra Utara bagian barat tampil paling basah di antara pulau-pulau besar lain. Warna hijau kekuningan menutupi kawasan Nias hingga pesisir barat Aceh. Curah hujan di sana diperkirakan mencapai 150-400 milimeter. Sumatra bagian tengah dan selatan justru sebaliknya. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung tetap berwarna cokelat gelap, kategori rendah di kisaran 0-100 milimeter.
Jawa
Hampir seluruh Pulau Jawa terlihat cokelat gelap pekat di peta, dari Banten sampai Jawa Timur. Wilayah ini masuk kategori curah hujan paling rendah, kemungkinan besar di bawah 50 milimeter sepanjang September. Warga Jawa perlu bersiap menghadapi puncak kemarau yang masih terasa cukup panjang.
Kalimantan
Kalimantan bagian utara menunjukkan warna oranye kekuningan, tanda kategori menengah. Area ini mencakup Kalimantan Utara dan perbatasan Kalimantan Timur. Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan justru tampil lebih gelap, menandakan kondisi lebih kering.
Sulawesi
Sulawesi Utara dan sebagian Gorontalo tampak lebih terang dibanding wilayah selatan pulau ini, mengarah ke kategori menengah. Sulawesi Selatan dan Tenggara justru berwarna gelap, konsisten dengan pola kemarau yang lebih kuat di kawasan selatan.
Maluku dan Maluku Utara
Wilayah kepulauan ini menampilkan variasi warna cukup beragam, dari oranye di beberapa titik hingga cokelat gelap di area lain. Maluku Utara secara umum sedikit lebih basah dibanding Maluku bagian selatan menjelang Laut Banda.
Papua
Papua jadi salah satu wilayah dengan kontras paling mencolok di peta. Bagian utara dan timur, terutama di sekitar pesisir Pasifik, menunjukkan warna hijau kekuningan tanda curah hujan tinggi. Papua bagian tengah dan selatan kembali ke warna cokelat gelap, kategori rendah.
Nusa Tenggara dan Bali
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur konsisten berwarna gelap di seluruh peta. Ketiganya masuk kategori curah hujan rendah. Wilayah ini memang secara historis selalu masuk kelompok daerah terkering di Indonesia saat periode September.
Kalau kamu butuh angka spesifik untuk kabupaten atau kota tempat tinggalmu, cara paling akurat adalah mengunjungi situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG. Peta ini menampilkan gambaran umum per zona, bukan detail per titik koordinat.
Manfaat Praktis Data Ini Buat Aktivitas Harian
Data semacam ini bukan sekadar angka statistik belaka. Petani bisa memanfaatkannya untuk menentukan waktu tanam paling tepat, terutama di wilayah yang masih kering sampai September. Pengelola bendungan dan irigasi pun bisa mengatur strategi distribusi air lebih matang, mengingat suplai hujan alami masih terbatas di banyak daerah.
Bagi masyarakat umum, informasi ini juga berguna untuk menyiapkan rencana perjalanan atau aktivitas outdoor. Wilayah dengan kategori curah hujan rendah cenderung lebih aman untuk kegiatan luar ruangan. Daerah dengan potensi hujan menengah hingga tinggi tetap perlu mewaspadai risiko genangan atau banjir lokal.
