Harga Bensin Naik, Ini Alasan Antrean SPBU Mengular di Berbagai Daerah
- account_circle firmansyah
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan.com Harga bensin jadi biang kerok utama di balik antrean panjang yang terjadi di banyak SPBU belakangan ini. Sejak 1 September 2026, Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Dex yang kini dibanderol Rp25.200 per liter. Kenaikan ini mendorong banyak pengendara beralih ke Pertalite, sehingga permintaan melonjak hingga 10 persen di sejumlah wilayah seperti Jawa Timur.
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor lain yang membuat antrean di SPBU makin panjang belakangan ini.
Distribusi Pertalite Sedang Ditata Ulang
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian volume penyaluran Pertalite di sejumlah daerah. Langkah ini bertujuan menjaga pemerataan pasokan BBM bersubsidi agar tidak menumpuk di satu wilayah saja. Sayangnya, proses penataan ini justru memicu antrean di sejumlah SPBU dalam jangka pendek.
Bukan Soal Stok, tapi Soal Sebaran
Pertamina berulang kali menegaskan stok BBM nasional aman dan mencukupi. Masalahnya ada pada distribusi ke titik-titik SPBU tertentu. Beberapa kasus di lapangan menunjukkan keterlambatan pengiriman dari terminal BBM jadi penyebab langsung antrean di lokasi tersebut. Sopir mobil tangki yang enggan mengangkut muatan ke SPBU jauh juga sempat disebut sebagai salah satu kendala di lapangan.
Oknum Pengisian Berulang Memperparah Keadaan
Situasi antrean panjang justru dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan pengisian berulang. Praktik ini membuat kuota BBM subsidi di satu SPBU cepat habis, padahal jumlah kendaraan yang mengantre belum tentu berkurang. Pertamina menggandeng aparat kepolisian untuk menertibkan modus semacam ini.
Motor Bertangki Jumbo Turut Jadi Sorotan
Kemunculan motor dengan tangki BBM berukuran besar di antrean Pertalite juga menarik perhatian publik. Modifikasi tangki jumbo ini dinilai memicu antrean lebih panjang karena satu kendaraan bisa membawa BBM subsidi dalam jumlah tidak wajar. Pertamina berencana menertibkan kendaraan jenis ini demi menjaga penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Dampak bagi Masyarakat
Antrean panjang bukan cuma soal buang-buang waktu. Kemacetan di sekitar SPBU, pemborosan bahan bakar saat mengantre, hingga gangguan aktivitas ekonomi jadi efek yang ikut dirasakan warga di berbagai kota. Kenaikan harga bensin nonsubsidi yang memicu migrasi massal ke Pertalite membuat tekanan pada BBM subsidi kian besar.
Yang Bisa Dilakukan Konsumen
Menghindari panic buying jadi langkah paling realistis saat ini. Mengisi BBM secukupnya, tidak menimbun dalam jeriken tanpa izin resmi, dan memantau informasi ketersediaan stok dari SPBU terdekat bisa membantu meredam antrean. Pertamina memastikan stok tujuh hari ke depan tetap aman, sehingga kepanikan justru memperburuk keadaan di lapangan.


- Penulis: firmansyah
