Menteri Sosial Saifullah Yusuf Ungkap Biang Kerok Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga
- account_circle firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf angkat bicara soal keluhan warga yang desilnya naik padahal kondisi ekonominya masih pas-pasan. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN mencatat lonjakan desil di banyak keluarga. Lonjakan itu sering tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
Penyebab Desil Melonjak Tiba-Tiba
Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menjelaskan lonjakan ini muncul karena masuknya 12 juta data baru dari BKKBN ke DTSEN Volume 3. Data sebanyak itu masuk tanpa verifikasi dan validasi terlebih dulu, sehingga posisi desil warga jadi tidak stabil. BPS kini sudah merapikan data tersebut lewat DTSEN Volume 3.1.
Pemerintah terus memutakhirkan DTSEN untuk mengejar akurasi data. Tim di lapangan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk verifikasi langsung bersama pemerintah daerah. Gus Ipul menargetkan akurasi data akan membaik dalam satu sampai dua minggu ke depan.
Desil Naik Bukan Berarti Bansos Langsung Putus
Warga tidak perlu panik meski desilnya berubah. Perubahan desil tidak otomatis mencoret seseorang dari daftar penerima bantuan sosial, kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Penyaluran bansos tetap mengikuti jadwal penetapan penerima pada periode tertentu, bukan berdasarkan data terkini yang masih bergerak.
Program Bantuan Iuran atau PBI menjadi pengecualian karena penetapannya berjalan tiap bulan. Untuk program lain, lonjakan data belum tentu berdampak langsung pada pencairan bantuan.
Desil Bukan Ukuran Kaya atau Miskin
Andy Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, menambahkan penjelasan dari sisi teknis. Menurutnya, desil hanya menunjukkan peringkat relatif kesejahteraan penduduk, bukan patokan penghasilan seseorang. Sistem membagi penduduk jadi 10 kelompok berdasarkan urutan tingkat kesejahteraan, dari yang terendah sampai tertinggi.
Posisi desil bisa berubah meski kondisi ekonomi keluarga tetap sama. Perubahan itu bisa terjadi karena kondisi keluarga lain dalam pemeringkatan ikut bergeser. BPS memutakhirkan DTSEN setiap tiga bulan, sehingga setahun ada empat versi data yang berbeda.
Isu ini ramai dibicarakan karena waktunya berdekatan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi. Masa itu berkaitan erat dengan Kartu Indonesia Pintar atau KIP. Momen ini pun bertepatan dengan pembaruan DTSEN Volume 3, sehingga kekhawatiran warga makin besar.
Kriteria Bansos Tidak Hanya Soal Desil
Andy menegaskan desil bukan syarat utama penerima bantuan sosial. Setiap program bantuan punya kriteria sendiri di luar posisi desil. Warga dengan desil 1 sampai 4 misalnya masuk kelompok prioritas PKH. Namun status PNS atau syarat lain yang tidak terpenuhi tetap bisa menggugurkan haknya.
Kenaikan desil juga tidak serta-merta membuat seseorang kehilangan hak atas bansos. Jumlah anggaran bantuan sosial tetap tersedia, bahkan cenderung bertambah setiap tahun. Keterbatasan kuota jadi alasan utama kenapa sebagian warga yang memenuhi syarat belum tentu langsung mendapat bantuan.
Cara Memperbaiki Data DTSEN
Warga yang merasa datanya tidak sesuai bisa mengajukan pemutakhiran lewat beberapa jalur. Kantor desa atau kelurahan bisa membantu lewat operator SIKS-NG. Pendamping PKH, petugas BPS, atau pemerintah daerah juga bisa melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Selain jalur tersebut, warga bisa mengurus sendiri lewat aplikasi Cek Bansos. Layanan call center di nomor 021-171 dan WhatsApp 08877-171-171 juga siap membantu proses pemutakhiran data ini.
Penjelasan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ini setidaknya menjawab kebingungan banyak warga soal desil yang naik-turun tanpa alasan jelas. Kalau data Anda masih terasa tidak sesuai kondisi sebenarnya, segera laporkan lewat kanal resmi yang sudah disediakan pemerintah.
- Penulis: firmansyah
