Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Tiga Kali Letusan Tercatat
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa pagi, 8 September 2026. Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat tiga kali letusan berturut-turut dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.
Kronologi Tiga Kali Letusan
Letusan pertama terjadi pukul 05.08 WIB. PVMBG mencatat amplitudo maksimum 47 milimeter dengan durasi 15 detik lewat rekaman seismograf. Petugas pos pengamatan tidak bisa melihat visual letusan saat kejadian berlangsung.
Letusan kedua menyusul pukul 05.34 WIB. Amplitudo tercatat 44 milimeter, namun tinggi kolom erupsi belum bisa teramati karena kondisi cuaca. Letusan ketiga kemudian terjadi pukul 07.49 WIB, melengkapi rangkaian aktivitas Gunung Anak Krakatau pagi itu.
Data ini bersumber dari situs Magma milik Kementerian ESDM, yang memantau aktivitas gunung api tersebut secara real-time selama 24 jam.
Status Masih Siaga, Radius Bahaya 3 Kilometer
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga sejak ditetapkan pada 2 Juli 2026. Badan Geologi meminta warga, wisatawan, dan nelayan tidak mendekat ke radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Ancaman utama datang dari lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik lebat. Kondisi ini bisa membahayakan siapa pun yang nekat masuk zona larangan tersebut.
Rangkaian Erupsi Sejak Awal September
Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang belum sepenuhnya reda sejak awal bulan ini. Erupsi menerus sempat berlangsung sekitar 25 jam. Fase ini dimulai Jumat malam, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, dan berakhir Minggu dini hari, 6 September 2026.
Fase itu menghasilkan fenomena lava fountain dan suara dentuman yang terdengar hingga pos pengamatan di Pasauran. Setelah erupsi menerus berhenti, pola letusan berubah jadi tipe strombolian yang muncul secara berkala, termasuk tiga kali letusan pagi ini.
Badan Geologi menyebut probabilitas letusan susulan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga di sekitar Selat Sunda diminta tetap memantau informasi resmi lewat kanal Badan Geologi ESDM atau BMKG.
Gunung Anak Krakatau terletak di perairan Selat Sunda, secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Pemantauan aktivitasnya dilakukan lewat dua pos pengamatan, yaitu di Kalianda dan Pasauran, untuk memastikan setiap perkembangan tercatat cepat dan akurat.
- Penulis: Firmansyah
