Pangkat TNI Indonesia: Urutan Lengkap dari Prajurit hingga Jenderal
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Pangkat TNI Indonesia terbagi ke dalam tiga matra: Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Meski nama pangkatnya berbeda di tiap matra, ketiganya sama-sama mengikuti empat golongan besar, yaitu Tamtama, Bintara, Perwira Pertama-Menengah, sampai Perwira Tinggi.
Bagi masyarakat awam, membedakan pangkat prajurit lewat lambang di pundak seragam memang tidak mudah. Artikel ini merangkum urutannya secara runtut, lengkap dengan konteks jabatan yang biasa melekat pada setiap tingkat.
Golongan Tamtama, Titik Awal Karier Prajurit
Tamtama menjadi jenjang paling dasar bagi anggota TNI. Di Angkatan Darat, urutannya dimulai dari Prajurit Dua (Prada), naik ke Prajurit Satu (Pratu), lalu Prajurit Kepala (Praka). Setelahnya ada Kopral Dua (Kopda), Kopral Satu (Koptu), hingga Kopral Kepala (Kopka).
Pola serupa berlaku di Angkatan Laut dengan sebutan Kelasi, dan Angkatan Udara dengan sebutan Prajurit Udara. Fungsi golongan ini umumnya sebagai personel pelaksana teknis di satuan tempur maupun logistik.
Golongan Bintara, Penopang Komando Lapangan
Setelah melewati masa dinas dan pendidikan lanjutan, prajurit bisa naik ke golongan Bintara. Di TNI AD, jenjangnya meliputi Sersan Dua (Serda), Sersan Satu (Sertu), Sersan Kepala (Serka), lalu naik ke Sersan Mayor (Serma) sebagai Bintara Tinggi.
Bintara sering dipercaya memegang komando regu kecil hingga menjadi asisten perwira dalam operasi lapangan. Pengalaman lapangan yang panjang membuat golongan ini biasa dianggap sebagai “kaki tangan” komandan di garis depan.
Perwira Pertama dan Perwira Menengah
Jenjang Perwira Pertama diisi oleh Letnan Dua (Letda), Letnan Satu (Lettu), dan Kapten. Perwira di level ini biasanya memimpin peleton hingga kompi kecil.
Naik lagi ke Perwira Menengah, ada Mayor, Letnan Kolonel (Letkol), dan Kolonel. Jabatan strategis seperti Komandan Batalyon lazim dipegang perwira berpangkat Letkol, sementara Kolonel kerap menempati posisi Komandan Brigade atau Asisten di Markas Komando.
Perwira Tinggi TNI Indonesia, Puncak Jenjang Karier
Golongan tertinggi dalam struktur pangkat TNI Indonesia disebut Perwira Tinggi, dimulai dari Brigadir Jenderal (Brigjen, bintang satu), Mayor Jenderal (Mayjen, bintang dua), Letnan Jenderal (Letjen, bintang tiga), sampai Jenderal (bintang empat) sebagai pangkat puncak di Angkatan Darat.
Di Angkatan Laut, sebutannya menjadi Laksamana Pertama, Laksamana Muda, Laksamana Madya, dan Laksamana. Sementara di Angkatan Udara, jenjangnya adalah Marsekal Pertama, Marsekal Muda, Marsekal Madya, dan Marsekal.
Jabatan Panglima TNI sendiri selalu dijabat perwira bintang empat, baik dari matra Darat, Laut, maupun Udara. Saat ini, posisi tersebut dipegang Jenderal Agus Subiyanto dari TNI Angkatan Darat.
Pangkat Kehormatan yang Sudah Tak Lagi Diberikan
Indonesia sebenarnya pernah punya pangkat bintang lima, disebut Jenderal Besar untuk matra Darat, Laksamana Besar untuk Laut, dan Marsekal Besar untuk Udara. Gelar ini hanya pernah disematkan pada tiga tokoh, yaitu Soedirman, Abdul Haris Nasution, dan Soeharto, semuanya pada 1997.
Sejak Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 terbit, pangkat bintang lima resmi dihapus dari sistem kepangkatan. Praktis, Jenderal bintang empat kini menjadi batas tertinggi yang bisa diraih perwira TNI secara aktif.
Kenapa Perlu Paham Urutan Pangkat TNI Indonesia?
Memahami struktur pangkat TNI Indonesia membantu masyarakat mengenali posisi dan wewenang seorang prajurit saat bertugas, baik dalam konteks pengamanan, bencana, maupun operasi militer lainnya. Bagi calon prajurit, pengetahuan ini juga berguna untuk merancang target karier sejak awal masuk, entah lewat jalur Tamtama, Bintara, atau Akademi Militer untuk jalur Perwira.
- Penulis: Firmansyah
