Alasan Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Ini Kronologi Lengkapnya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Alasan Purbaya dicopot dari kursi Menteri Keuangan jadi pertanyaan besar publik sejak Senin (14/9/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat selama 371 hari. Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 mengatur secara resmi soal Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih ini.
Sampai saat ini, Istana belum mengumumkan alasan resmi secara eksplisit soal pergantian ini. Namun, beberapa kejadian yang berlangsung tepat sebelum reshuffle memberi gambaran konteks yang layak diperhatikan publik. Berikut kronologi lengkapnya.
Momen Dadakan Saat Rapat dengan DPD RI
Reshuffle ini terbilang sangat mendadak bagi Purbaya sendiri. Sejak pukul 11.00 WIB, Purbaya masih menghadiri rapat kerja gabungan dengan Komite IV DPD RI, membahas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan. Ia bahkan sempat menjelaskan strategi fiskal 2027 dan peran penting APBN di tengah persaingan global serta gejolak geopolitik.
Ketua Komite IV DPD, Ahmad Nawardi, memotong sesi tanya jawab Purbaya sekitar pukul 14.00 WIB. Ada telepon mendesak dari Mensesneg yang meminta Purbaya segera datang ke Istana. Purbaya pun bergegas meninggalkan rapat tanpa sempat menuntaskan seluruh pertanyaan anggota DPD.
Perombakan Besar Empat Hari Sebelum Lengser
Ironi cukup mencolok terlihat dari langkah Purbaya sendiri jelang akhir masa jabatannya. Pada 10 September 2026, cuma empat hari sebelum dicopot, Purbaya justru melakukan perombakan besar-besaran di internal Kementerian Keuangan. Rotasi ini turut memengaruhi sekitar 50 pejabat pimpinan tinggi dan 350 pejabat administrasi.
Purbaya menyebut langkah ini sebagai penyegaran organisasi, sekaligus upaya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Perubahan bahkan menyentuh jabatan fungsional, organisasi nonstruktural, sampai badan layanan umum di lingkungan kementerian.
Bantahan Rumor Jual-Beli Jabatan
Di hari yang sama dengan perombakan besar itu, muncul pula isu lain yang cukup mengganggu. Rumor jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan sempat beredar luas di media sosial. Purbaya secara terbuka membantah kabar tersebut.
Ia menegaskan seluruh proses pengisian jabatan berjalan profesional lewat mekanisme berjenjang, bukan hasil transaksi seperti isu yang beredar. Meski begitu, publik tetap menyoroti kedekatan waktu antara isu ini dengan keputusan reshuffle yang muncul cuma beberapa hari berselang.
Siapa Sosok Pengganti Purbaya
Suahasil Nazara bukan wajah baru di Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, tepatnya sejak 25 Oktober 2019. Latar belakangnya sebagai ekonom lulusan Universitas Indonesia membuat banyak pihak menilai proses transisi kepemimpinan berjalan relatif mulus.
Prabowo melantik langsung Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, sore itu juga. Purbaya sendiri sebelumnya menjabat Kepala Lembaga Penjamin Simpanan sebelum Prabowo mempercayakannya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025.
Respons Pasar Usai Pergantian Menkeu
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan turut memengaruhi sentimen pasar modal. IHSG tercatat turun terbatas ke level 6.534 usai prosesi pelantikan Suahasil berlangsung. Investor tampak masih mencerna arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan baru ini.
Publik dan pelaku pasar kini menanti langkah awal Suahasil dalam menjaga kesinambungan kebijakan APBN 2027 yang sebelumnya Purbya ikut rancang. Arah kebijakan fiskal ke depan jadi sorotan utama, mengingat pergantian ini berlangsung di tengah pembahasan RUU APBN yang masih berjalan di parlemen.
Catatan Penting bagi Pembaca
Pembaca perlu mencatat satu hal penting: seluruh konteks di atas berasal dari rangkaian peristiwa yang berlangsung berdekatan waktu, bukan pernyataan resmi Istana soal alasan pasti pencopotan Purbaya. Publik sebaiknya menunggu klarifikasi resmi lebih lanjut, baik dari Purbaya sendiri maupun pihak Istana, sebelum menyimpulkan penyebab tunggal di balik reshuffle ini.
- Penulis: Firmansyah
