Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menumpuknya 10.000 Kontainer di Tanjung Priok: Mengapa Importir Enggan Segera Mengambil Barang?

Menumpuknya 10.000 Kontainer di Tanjung Priok: Mengapa Importir Enggan Segera Mengambil Barang?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com 10.000 kontainer saat ini dilaporkan menumpuk di area Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fenomena ini memicu perhatian banyak pihak terkait efisiensi arus logistik nasional. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, memberikan klarifikasi penting dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (15/6/2026). Ia menegaskan bahwa masalah ini bukan bersumber dari lambatnya proses administrasi kepabeanan. Sebaliknya, penumpukan justru terjadi karena perilaku para pelaku usaha importir sendiri.

Mengapa Importir Menunda Pengambilan Barang?

Banyak perusahaan importir sengaja membiarkan barang mereka tertahan di area pelabuhan dalam jangka waktu yang sangat lama. Mereka telah menyelesaikan semua urusan administrasi, namun tidak segera mengeluarkan kontainer tersebut setelah mendapat izin keluar. Beberapa pelaku usaha bahkan memanfaatkan fasilitas pelabuhan sebagai gudang penyimpanan sementara.

Praktik ini membuat barang tidak langsung keluar dari area pelabuhan dalam tiga hari setelah dokumen SPPB diterbitkan. Bahkan, beberapa importir menahan barangnya hingga lebih dari dua minggu di lokasi tersebut. Djaka secara khusus menyoroti perusahaan otomotif besar seperti BYD dan Wuling yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan dengan durasi waktu yang sangat panjang.

Faktor Biaya Menjadi Alasan Utama

Alasan utama di balik perilaku ini sangat sederhana, yaitu masalah efisiensi biaya operasional bagi perusahaan. Importir merasa jauh lebih murah menyimpan barang di dalam area pelabuhan daripada menyewa lahan gudang di luar pelabuhan. Hal inilah yang membuat mereka enggan segera memindahkan kontainer ke lokasi lain setelah proses kepabeanan selesai. Akibatnya, durasi masa inap barang atau dwelling time di pelabuhan menjadi terganggu secara signifikan.

Langkah Tegas Direktorat Jenderal Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut. Pihaknya terus melakukan penekanan agar importir tidak membiarkan barang tertumpuk terlalu lama di pelabuhan. Ketertiban ini sangat penting untuk menjaga kelancaran arus barang masuk dan keluar di pintu perdagangan utama Indonesia tersebut.

Ke depannya, pihak Bea Cukai akan mendorong setiap perusahaan untuk memindahkan barang kiriman mereka ke tempat penimbunan di luar pelabuhan. Rencana ini melibatkan penggunaan lini dua agar ruang gerak di pelabuhan tetap terjaga dengan baik. DJBC akan terus berupaya mencari solusi logistik agar para pelaku usaha tetap efisien tanpa mengorbankan kapasitas pelabuhan. Pengawasan ketat diharapkan dapat mengurangi angka penumpukan di masa mendatang demi menciptakan iklim perdagangan yang sehat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantargebang Overload, Sampah Jakarta Bakal Dialihkan ke Mana?

    Bantargebang Overload, Sampah Jakarta Bakal Dialihkan ke Mana?

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kebaruan.com TPST Bantargebang sudah lama jadi tumpuan utama pembuangan sampah warga Jakarta. Sayangnya, kondisinya kini nyaris menyentuh titik kritis—kapasitas penampungan yang terus menyusut memaksa pemerintah mengambil langkah darurat. Bantargebang, Aset DKI yang Berlokasi di Bekasi Banyak orang mengira Bantargebang murni fasilitas milik Kota Bekasi, padahal faktanya berbeda. TPST ini berdiri di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, […]

  • Panduan Lengkap Ekspedisi Gunung Gandang Dewata 2026: Rute Udara, Jalur Darat, dan Estimasi Budget

    Panduan Lengkap Ekspedisi Gunung Gandang Dewata 2026: Rute Udara, Jalur Darat, dan Estimasi Budget

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gunung Gandang Dewata berdiri megah sebagai salah satu destinasi petualangan paling menantang, mistis, dan eksotis di seantero Pulau Sulawesi. Memiliki ketinggian 3.037 meter di atas permukaan laut, gunung yang kini berstatus taman nasional ini menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa melimpah. Data logistik dari komunitas pecinta alam setempat pada pertengahan tahun 2026 menunjukkan bahwa […]

  • harga tiket pesawat naik

    Siap-siap Merogoh Kocek Lebih Dalam! Harga Tiket Pesawat Naik Akibat Penyesuaian Fuel Surcharge 2026

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Masyarakat yang berencana bepergian dalam waktu dekat harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa harga tiket pesawat naik secara signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja merilis kebijakan terbaru yang mengizinkan maskapai untuk menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Langkah ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 sebagai respons atas melambungnya […]

  • Contoh Surat Lamaran Kerja via Email agar Cepat Dipanggil HRD

    Contoh Surat Lamaran Kerja via Email agar Cepat Dipanggil HRD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mencari pekerjaan di era digital saat ini menuntut kita untuk tampil lebih menonjol di kotak masuk HRD. Banyak pelamar yang mengirimkan lamaran kerja asal-asalan, sehingga berujung pada penolakan otomatis oleh sistem atau diabaikan begitu saja. Berdasarkan pengalaman praktis dalam menyeleksi kandidat, pesan pengantar yang jelas, ringkas, dan langsung pada tujuan adalah kunci utama untuk […]

  • Strava Terapkan PPN 11 Persen: Simak Penjelasan Lengkap DJP

    Strava Terapkan PPN 11 Persen: Simak Penjelasan Lengkap DJP

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memberikan penjelasan mengenai penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen bagi pengguna layanan berbayar Strava di Indonesia. Kebijakan ini muncul setelah Strava Inc. resmi ditunjuk sebagai pemungut PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Penting untuk dipahami bahwa pengenaan pajak ini tidak menyasar aktivitas olahraga pengguna secara umum. […]

  • Durasi Ideal Bermain Gadget Agar Mata Tetap Sehat

    Durasi Ideal Bermain Gadget Agar Mata Tetap Sehat

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mengatur durasi bermain gadget yang tepat sangat krusial demi menjaga kesehatan mata dan keseimbangan hidup. Banyak orang dewasa sering menghabiskan waktu berlebihan di depan layar ponsel atau laptop tanpa menyadari dampaknya. Paparan cahaya biru secara terus-menerus memicu kelelahan visual serta gangguan tidur pada malam hari. Oleh karena itu, Anda perlu memahami batasan waktu yang […]

expand_less