Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menumpuknya 10.000 Kontainer di Tanjung Priok: Mengapa Importir Enggan Segera Mengambil Barang?

Menumpuknya 10.000 Kontainer di Tanjung Priok: Mengapa Importir Enggan Segera Mengambil Barang?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com 10.000 kontainer saat ini dilaporkan menumpuk di area Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fenomena ini memicu perhatian banyak pihak terkait efisiensi arus logistik nasional. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, memberikan klarifikasi penting dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (15/6/2026). Ia menegaskan bahwa masalah ini bukan bersumber dari lambatnya proses administrasi kepabeanan. Sebaliknya, penumpukan justru terjadi karena perilaku para pelaku usaha importir sendiri.

Mengapa Importir Menunda Pengambilan Barang?

Banyak perusahaan importir sengaja membiarkan barang mereka tertahan di area pelabuhan dalam jangka waktu yang sangat lama. Mereka telah menyelesaikan semua urusan administrasi, namun tidak segera mengeluarkan kontainer tersebut setelah mendapat izin keluar. Beberapa pelaku usaha bahkan memanfaatkan fasilitas pelabuhan sebagai gudang penyimpanan sementara.

Praktik ini membuat barang tidak langsung keluar dari area pelabuhan dalam tiga hari setelah dokumen SPPB diterbitkan. Bahkan, beberapa importir menahan barangnya hingga lebih dari dua minggu di lokasi tersebut. Djaka secara khusus menyoroti perusahaan otomotif besar seperti BYD dan Wuling yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan dengan durasi waktu yang sangat panjang.

Faktor Biaya Menjadi Alasan Utama

Alasan utama di balik perilaku ini sangat sederhana, yaitu masalah efisiensi biaya operasional bagi perusahaan. Importir merasa jauh lebih murah menyimpan barang di dalam area pelabuhan daripada menyewa lahan gudang di luar pelabuhan. Hal inilah yang membuat mereka enggan segera memindahkan kontainer ke lokasi lain setelah proses kepabeanan selesai. Akibatnya, durasi masa inap barang atau dwelling time di pelabuhan menjadi terganggu secara signifikan.

Langkah Tegas Direktorat Jenderal Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut. Pihaknya terus melakukan penekanan agar importir tidak membiarkan barang tertumpuk terlalu lama di pelabuhan. Ketertiban ini sangat penting untuk menjaga kelancaran arus barang masuk dan keluar di pintu perdagangan utama Indonesia tersebut.

Ke depannya, pihak Bea Cukai akan mendorong setiap perusahaan untuk memindahkan barang kiriman mereka ke tempat penimbunan di luar pelabuhan. Rencana ini melibatkan penggunaan lini dua agar ruang gerak di pelabuhan tetap terjaga dengan baik. DJBC akan terus berupaya mencari solusi logistik agar para pelaku usaha tetap efisien tanpa mengorbankan kapasitas pelabuhan. Pengawasan ketat diharapkan dapat mengurangi angka penumpukan di masa mendatang demi menciptakan iklim perdagangan yang sehat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • AHM Resmi Luncurkan New Honda Vario 160 Evo, Ini Harga dan Pilihan Warnanya

    AHM Resmi Luncurkan New Honda Vario 160 Evo, Ini Harga dan Pilihan Warnanya

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bukan Ryden 160, Ternyata Ini Motor Baru Honda. Publik pencinta otomotif Tanah Air sudah lama menebak-nebak. Beberapa pekan terakhir, spekulasi soal motor baru Honda bernama Ryden 160 beredar luas di berbagai forum dan media sosial. New Honda Vario 160 Evo. Tapi PT Astra Honda Motor (AHM) punya kejutan lain. Rabu, 24 Juni 2026, di […]

  • Perpres 111 Tahun 2025: Budaya LGBTQ Resmi Menjadi Ancaman Nonmiliter

    Perpres 111 Tahun 2025: Budaya LGBTQ Resmi Menjadi Ancaman Nonmiliter

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pemerintah secara resmi menetapkan kebijakan umum pertahanan negara untuk periode 2025–2029 melalui Presiden Prabowo Subianto. Regulasi ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 yang disahkan pada 24 Oktober 2025. Publik kini menyoroti masuknya penyebaran budaya LGBTQ, gay, bisexual, transgender, and queer (LGBTQ) ke dalam kategori ancaman nonmiliter. Keputusan ini menjadi pedoman […]

  • Dana Demo Mahasiswa: Dari Mana Sumber Pendanaan Aksi Sebenarnya?

    Dana Demo Mahasiswa: Dari Mana Sumber Pendanaan Aksi Sebenarnya?

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Setiap aksi turun ke jalan butuh biaya. Spanduk, mobil komando, konsumsi, dan pengeras suara semua perlu dana. Pertanyaan soal dana demo mahasiswa selalu muncul begitu massa yang turun jumlahnya besar. Publik ingin tahu siapa membiayai aksi sebesar itu. Urunan Mahasiswa, Sumber Paling Umum Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Siska Barimbing, menjelaskan bahwa […]

  • Anti Tilang: Gunakan Sim Digital di Smartphone Anda

    Anti Tilang: Gunakan Sim Digital di Smartphone Anda

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sim Digital kini hadir untuk mempermudah hidup para pengendara di Indonesia. Seringkali kita merasa cemas saat berkendara karena takut kartu fisik tertinggal di rumah atau hilang secara tidak sengaja. Padahal, membawa dokumen legalitas berkendara adalah kewajiban mutlak bagi setiap pengguna jalan. Jika kartu fisik tidak bisa Anda tunjukkan saat pemeriksaan, denda tilang sebesar Rp […]

  • Menakar Anggaran Piala Dunia Mexico Jelang Kick-off, Picu Gelombang Protes Guru

    Menakar Anggaran Piala Dunia Mexico Jelang Kick-off, Picu Gelombang Protes Guru

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Persiapan pesta sepak bola terbesar sejagat kini harus berhadapan dengan gejolak sosial yang membara di negara tuan rumah. Kebijakan pemerintah dalam menyusun porsi anggaran Piala Dunia Meksiko memicu gelombang resistensi yang sangat masif dari sektor pekerja domestik. Mereka menilai bahwa penetapan anggaran Piala Dunia Meksiko mencerminkan ketimpangan prioritas pembangunan nasional yang mencederai hak dasar […]

  • penertiban-pedagang-hewan-kurban-jakarta-2026

    Satpol PP DKI Jakarta Tertibkan Pedagang Hewan Kurban di Trotoar Jelang Idul Adha 1447 H

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, praktik berjualan hewan kurban di atas trotoar mulai marak di berbagai titik ibu kota. Fenomena ini kerap memicu keluhan warga karena fasilitas umum yang seharusnya khusus untuk pejalan kaki kini beralih fungsi menjadi area dagang. Merespons kondisi tersebut, Satpol PP DKI Jakarta mulai mengambil langkah tegas guna memastikan […]

expand_less