Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Sindiran “Negara Dungu” Rocky Gerung, Cek Dulu Faktanya di Sini

Sindiran “Negara Dungu” Rocky Gerung, Cek Dulu Faktanya di Sini

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Media sosial kembali diramaikan unggahan tajam Rocky Gerung. Kali ini, sasarannya soal keuntungan penggilingan padi yang ia klaim mencapai Rp2 triliun sebulan. Ia menyebut pemerintah “dungu” karena dianggap gagal memanfaatkan peluang bisnis ini demi melunasi utang negara.

Isi Lengkap Unggahan Viral

Rocky menulis narasi bernada sindiran keras lewat akun Instagram rockygerung menulis. Angka fantastis pun ia hitung sendiri untuk memperkuat kritiknya terhadap pemerintah.

“NEGARA DUNGU… UDAH TAU PENGGILINGAN PADI UNTUNGNYA 2 TRILYUN SEBULAN, BIKIN AJA 667 PENGGILINGAN PADI DI SELURUH INDONESIA, SETAHUN, LUNAS HUTANG NEGARA… GITU AJA NGGAK NGERTI, DUNGU!!!” tulis Rocky dalam unggahannya.

Warganet pun ramai memperbincangkan narasi ini. Diskusi paling seru justru soal validitas angka Rp2 triliun yang jadi dasar hitungan Rocky.

Dari Mana Angka Rp2 Triliun Ini Berasal?

Angka yang Rocky sebut ternyata bersumber dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikannya saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Prabowo membeberkan laporan yang ia terima soal praktik curang di industri penggilingan padi. “Saya dapat laporan, satu penggiling padi untung tiap panen Rp2 triliun, satu Rp2 triliun per bulan,” ujarnya dalam pidato.

Presiden menegaskan satu hal penting: keuntungan fantastis ini bukan hasil bisnis penggilingan yang wajar. Oknum penggiling besar justru membeli gabah dari petani jauh di bawah harga acuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Giling (GKG).

Tiga Kekeliruan dalam Logika Rocky Gerung

Menghitung ulang klaim tersebut, setidaknya tiga hal penting perlu Anda cermati sebelum menelan mentah-mentah kesimpulannya.

  1. Pertama, angka Rp2 triliun merujuk pada satu perusahaan penggiling nakal tertentu. Angka ini bukan rata-rata keuntungan seluruh industri penggilingan padi nasional. Keuntungan sebesar itu lahir dari praktik curang membeli gabah murah dari petani, bukan operasional bisnis legal.
  2. Kedua, asumsi bahwa setiap penggilingan baru otomatis meraup untung serupa mengabaikan satu faktor krusial: skala pasar. Permintaan beras nasional bersifat terbatas. Menambah ratusan penggilingan sekaligus tidak serta-merta menciptakan keuntungan berlipat ganda tanpa mengubah struktur pasar secara menyeluruh.
  3. Ketiga, perhitungan ini melewatkan biaya investasi awal. Membangun pabrik, mesin, lahan, tenaga kerja, hingga rantai distribusi untuk 667 unit penggilingan sekaligus jelas butuh modal besar yang tidak masuk dalam hitungan Rocky.

Bukan Soal Bisnis, Tapi Penindakan Mafia Pangan

Pernyataan Prabowo sejatinya bukan ajakan membangun lebih banyak penggilingan padi demi mengejar untung. Presiden justru menegaskan komitmennya menindak tegas para pelaku curang di industri ini.

“Yang tidak mau tertib akan saya sita dan diserahkan ke koperasi. Saya tidak salah karena mereka untung besar sampai Rp2 triliun per bulan,” tegasnya kala itu.

Ia bahkan menyinggung kerugian ekonomi nasional akibat mafia pangan, yang menurutnya mencapai Rp100 triliun setiap tahun. Prabowo pun memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung mengusut tuntas oknum penggilingan yang merugikan petani lewat permainan harga gabah.

Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Fenomena ini mengajarkan satu hal berharga: verifikasi konteks asli sebuah pernyataan dulu sebelum menerima kesimpulan pihak lain begitu saja. Ini penting, apalagi kalau kesimpulannya disampaikan dengan nada sarkasme atau amarah.

Angka besar seperti Rp2 triliun memang mudah viral. Namun, konteks di baliknya—apakah itu keuntungan wajar atau hasil kecurangan—jauh lebih penting untuk Anda pahami secara utuh.

Sebagai pembaca, biasakan menelusuri sumber asli sebuah pernyataan viral sebelum ikut menyebarkannya. Kebiasaan ini penting, terutama saat menyangkut isu ekonomi dan kebijakan negara yang kompleks seperti tata niaga pangan.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa M 5.2 Guncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Hari Ini

    Gempa M 5.2 Guncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar kurang menyenangkan datang dari wilayah Sulawesi Utara pagi ini. Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5.2 baru saja mengguncang area sekitar Kepulauan Talaud pada Sabtu, 13 Juni 2026. Peristiwa alam ini tercatat terjadi tepat pada pukul 09.05.50 WIB. Warga setempat merasakan getaran yang cukup mengejutkan di awal akhir pekan ini. Detail Lokasi dan […]

  • Seruan Aksi BEM UI 18 Agustus 2026 Disiapkan, Mahasiswa Diminta Berkumpul di FISIP UI

    Seruan Aksi BEM UI 18 Agustus 2026 Disiapkan, Mahasiswa Diminta Berkumpul di FISIP UI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Dalam poster BEM UI , kegiatan itu membawa tema “Seruan Aksi #MerebutKemerdekaan”. Informasi tersebut juga mencantumkan Departemen Aksi dan Propaganda sebagai bagian yang menggelar seruan. Jadwal Aksi BEM UI 18 Agustus 2026 Poster mencantumkan beberapa informasi penting bagi mahasiswa yang ingin mengikuti agenda tersebut. Hari: Selasa, 18 Agustus 2026 Waktu: 10.00 WIB Titik kumpul: Lapangan […]

  • Laga Sengit Iran vs Selandia Baru Berakhir Imbang 2-2 di Piala Dunia 2026

    Laga Sengit Iran vs Selandia Baru Berakhir Imbang 2-2 di Piala Dunia 2026

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Iran vs Selandia Baru menyuguhkan duel dramatis dalam laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6/2026) pagi WIB, berakhir dengan skor sama kuat 2-2. Meski menghadapi kendala non-teknis sebelum laga, anak asuh Amir Ghalenoei tampil sangat gigih sepanjang 90 menit. Hasil ini membuat persaingan di grup […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Naik Rp15.000 Jadi Rp2.640.000 per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Naik Rp15.000 Jadi Rp2.640.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga emas Antam pada Kamis, 2 Juli 2026 pukul 08.49 WIB mencatat kenaikan tipis. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas naik Rp15.000 dari posisi kemarin Rp2.625.000 menjadi Rp2.640.000 per gram. Kenaikan ini menarik karena terjadi setelah emas Antam turun tiga hari beruntun — Senin (Rp15.000 turun), Selasa (Rp15.000 turun), dan Rabu […]

  • Apa Itu Kampung Bahari Jakarta? Fakta di Balik Julukan Kampung Narkoba

    Apa Itu Kampung Bahari Jakarta? Fakta di Balik Julukan Kampung Narkoba

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nama Kampung Bahari kerap muncul di headline media. Setiap kali polisi atau BNN menggelar razia narkoba di Jakarta, kawasan ini jadi sorotan. Lokasinya berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Letaknya tidak jauh dari Terminal dan Stasiun Tanjung Priok. Bagi warga ibu kota, nama kampung ini identik dengan satu label: kampung narkoba. Secara geografis, Kampung […]

  • Mengupas Arti Tar dan Nikotin pada Kemasan Rokok Serta Mengenal Jenisnya

    Mengupas Arti Tar dan Nikotin pada Kemasan Rokok Serta Mengenal Jenisnya

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sering kali kita melihat angka-angka tertentu tertera pada kemasan rokok, seperti “14 mg tar” dan “1.0 mg nikotin”. Banyak perokok yang mungkin belum sepenuhnya paham apa arti dari label tersebut. Angka-angka ini menunjukkan kadar kandungan zat kimia yang masuk ke dalam tubuh saat seseorang menghisap rokok tersebut. Memahami Arti Tar dan Nikotin Tar adalah […]

expand_less