Kebaruan.com Kabar yang sempat bikin bobotoh was-was akhirnya berakhir manis. FIFA resmi mencabut larangan pendaftaran pemain untuk Persib Bandung. Klub sudah menuntaskan kewajiban finansial kepada mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts.
Awal Mula: Kasus Lama yang Muncul Kembali
Persib masuk daftar FIFA Registration Ban pada 10 Agustus 2026. Ini bukan perkara baru. Akarnya ada di hubungan kontraktual periode 2022 dengan Robert Alberts, pelatih asal Belanda yang menukangi Maung Bandung sejak Mei 2019.
FIFA memutus perkara ini pada 3 Oktober 2025 lewat dokumen bernomor FPSD-19488. Robert mengajukan gugatan setelah kesepakatan pembayaran dengan Persib pada Februari 2025 macet di tengah jalan. Cicilan tidak berjalan sesuai rencana, dan proses hukum di FIFA pun bergulir. Federasi memberi Persib tenggat 45 hari untuk melunasi kewajiban beserta bunganya. Jika lewat, sanksi larangan mendaftarkan pemain baru otomatis berlaku, bahkan bisa sampai tiga periode pendaftaran berturut-turut.
Respons Manajemen: Tenang, tapi Bergerak Cepat
Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tidak panik. Klub menegaskan persoalan ini murni warisan lama, bukan kejadian baru di musim berjalan. “Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius,” demikian pernyataan resmi klub.
Tim internal Persib langsung mengkaji dasar keputusan FIFA. Mereka menyiapkan langkah penyelesaian yang terukur dan sesuai mekanisme yang berlaku. Persiapan menuju musim 2026/2027 tetap jalan seperti biasa, termasuk proses registrasi pemain baru untuk BRI Super League.
Kabar Baik: Sanksi Dicabut Permanen
Langkah cepat itu membuahkan hasil. FIFA mengirim surat resmi bertanggal 11 Agustus 2026 dengan nomor referensi FDD-28859. Federasi menyatakan perkara terhadap Persib sudah ditutup, karena Robert Rene Alberts sudah menerima seluruh pembayaran sesuai kewajiban klub. Larangan registrasi pemain pun dicabut secara permanen. FIFA juga meminta PSSI menghapus sanksi serupa di tingkat nasional.
CEO Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan rasa syukur atas penyelesaian ini. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan regulator sepak bola harus dihormati. Klub harus menindaklanjutinya secara bertanggung jawab. Sikap ini sejalan dengan cara Persib menuntaskan kasus serupa dengan eks pemain asing, Daisuke Sato.
Kenapa Ini Penting Buat Bobotoh?
Status bersih dari FIFA membuat Persib leluasa mendaftarkan pemain anyar. Tidak ada lagi hambatan administratif menjelang kompetisi musim 2026/2027. Persiapan tim, mulai dari uji coba hingga pematangan skuad, bisa berjalan sesuai rencana.
Kasus ini juga jadi pengingat penting. Sengketa kontrak dengan pelatih atau pemain asing, sekecil apa pun, tetap bisa berbuntut panjang jika klub tidak menyelesaikannya sejak awal. Persib sendiri tampaknya belajar dari pengalaman. Respons cepat kali ini jauh berbeda dibanding ketika kasus serupa pertama kali mencuat.
