Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Demo di 7 Negara Eropa: Prancis Rusuh, Ini Tuntutan Tiap Negara

Demo di 7 Negara Eropa: Prancis Rusuh, Ini Tuntutan Tiap Negara

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Tujuh negara Eropa sedang diguncang demo dalam sepekan terakhir: Prancis, Italia, Albania, Yunani, Spanyol, Belgia, dan Portugal. Puncaknya terjadi pada Sabtu (17/10/2026). Ratusan ribu orang turun ke jalan, dan di Prancis aksi itu berakhir rusuh.

Pemicunya berbeda di tiap negara. Namun benang merahnya sama: biaya hidup, pendidikan, dan hunian.

Prancis, Episentrum Demo Eropa

Gelombang ini bermula dari hal kecil. Pelajar SMA di Créteil, pinggiran Paris, memulai aksi pada September. Mereka mengeluhkan kekurangan guru, kelas yang penuh sesak, dan gedung sekolah yang rusak. Dalam beberapa pekan, aksi menjalar ke Paris, Marseille, Lille, dan Nantes. Mahasiswa, serikat pekerja, dan kelompok rompi kuning ikut bergabung, lalu menambahkan isu biaya hidup.

Pada 17 Oktober, jumlah peserta mencapai 550.000 hingga 800.000 orang. Sebagian besar aksi berjalan damai. Namun di sejumlah kota, massa menjarah toko dan membakar kendaraan. Api juga merusak balai kota bersejarah di Limoges yang berdiri sejak 1883. Polisi membalas dengan gas air mata.

Angka korban terus bergeser. Media melaporkan 1.200 penangkapan di awal, lalu 1.800 orang beserta 500 petugas terluka. Satu laporan lain menyebut hampir 2.400 penangkapan. Seorang demonstran juga meninggal akibat henti jantung di Paris. Presiden Emmanuel Macron mengecam para perusak dan meminta warga tenang.

Pemerintah sebenarnya sudah mencoba merespons. Pada 8 Oktober, Menteri Pendidikan Édouard Geffray berjanji menambah 3.000 guru pengganti. Di hari yang sama, survei L’ObSoCo dan Sciences Po menunjukkan 45% responden menempatkan inflasi dan daya beli sebagai masalah utama. Selain itu, rencana penghematan anggaran puluhan miliar euro memperkeruh suasana.

Italia: Serikat Buruh Melawan Kebijakan Meloni

Warga di Roma dan Milan turun ke jalan pada hari yang sama. Mereka memprotes kenaikan biaya hidup dan harga BBM. Serikat pekerja CGIL memimpin aksi di Roma untuk menentang kebijakan Perdana Menteri Giorgia Meloni.

Bentrokan pecah di Bologna dan Milan. Massa bertopeng melempar batu, botol, hingga alat pemadam api. Polisi menjawab dengan tongkat dan gas air mata.

Albania: Dari Kampus ke Isu Korupsi

Di Tirana, mahasiswa menuntut perbaikan sistem pendidikan, biaya kuliah yang terjangkau, dan peluang kerja setelah lulus. Kelompok lain kemudian menyusul dengan membawa isu korupsi dan ketimpangan. Laporan awal juga menyebut penolakan terhadap proyek resor mewah yang berkaitan dengan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut detik, demo yang menuntut Perdana Menteri Edi Rama memasuki hari keenam pada Minggu (18/10/2026). Sebagian massa menyerang gedung pemerintah dan bank. Aparat membalas dengan gas air mata, meriam air, dan barikade beton.

Yunani, Spanyol, dan Portugal: Sekolah dan Hunian

Di Yunani, mahasiswa berkumpul di Lapangan Syntagma, Athena, dekat gedung parlemen, pada 13 Oktober. Mereka menolak mahalnya sewa tempat tinggal. Tuntutannya jelas: sewa turun, asrama bertambah, subsidi naik, dan dana pendidikan membesar.

Di Spanyol, guru dan murid menggelar aksi bertajuk Marea Verde atau Gelombang Hijau. Mereka meminta tambahan dana publik, kenaikan gaji, dan pengurangan jam mengajar. Mereka juga khawatir kebijakan daerah membuka jalan privatisasi sekolah negeri.

Sementara itu, ratusan orang berkumpul di pusat Lisbon, Portugal, pada Sabtu. Mereka memprotes harga rumah dan sewa yang terus menanjak.

Belgia: Bentrok di Brussel

Ratusan orang, sebagian besar anak muda, berunjuk rasa di Brussel. Aksi ini terinspirasi oleh gelombang di Prancis. Polisi memakai gas air mata dan meriam air. Sebagian massa membalikkan sebuah mobil. Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin menyatakan pemerintah akan memakai segala cara untuk memulihkan ketertiban.

Di Liège, mahasiswa menyoroti kenaikan biaya pendidikan dan sulitnya mendapat bahan belajar. Para demonstran khawatir reformasi pendidikan tinggi membuat kampus kian sulit dijangkau.

Yang Menyatukan Demo di Tujuh Negara

Aksi-aksi ini tidak terkoordinasi. Tiap negara membawa persoalan domestik sendiri. Meski begitu, tekanan ekonomi dan rasa tidak puas pada kebijakan pemerintah muncul di hampir semua tempat.

Alberto Alemanno, profesor hukum dan kebijakan Uni Eropa di HEC Paris, menilai skala demo di negara lain belum menyamai Prancis. Ia juga memperkirakan aksi 17 Oktober bukan yang terakhir. Titik gejolak baru bisa muncul kapan saja.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Coolant Berkualitas Membantu Mengurangi Risiko Korosi dan Kerusakan pada Sistem Pendingin Mesin

    Coolant Berkualitas Membantu Mengurangi Risiko Korosi dan Kerusakan pada Sistem Pendingin Mesin

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kinerja mesin pada kendaraan, alat berat, maupun mesin industri sangat dipengaruhi oleh kondisi sistem pendingin yang bekerja menjaga suhu tetap stabil selama operasional berlangsung. Dalam kondisi kerja dengan temperatur tinggi, penggunaan coolant berkualitas menjadi faktor penting untuk membantu menjaga performa mesin sekaligus mengurangi risiko korosi pada komponen sistem pendingin. Seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keandalan […]

  • Mengapa Kawasan Blok M Kini Kembali Menjadi Primadona Anak Muda?

    Mengapa Kawasan Blok M Kini Kembali Menjadi Primadona Anak Muda?

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Blok M kini mencuri perhatian publik dengan wajah barunya yang segar. Kawasan ini berhasil bangkit dari masa redupnya beberapa tahun silam. Banyak orang bertanya, apa rahasia Blok M sehingga mampu kembali menjadi pusat keramaian? Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah kebetulan semata. Identitas Blok M bergeser dari sekadar pusat UMKM […]

  • Kasus Ponpes Pati 2026: Tersangka Mangkir dan Tindakan Tegas Wapres Gibran

    Kasus Ponpes Pati 2026 Terhadap 50 Santriwatinya: Tersangka Mangkir dan Tindakan Tegas Wapres Gibran

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dunia pendidikan kembali dihebohkan oleh insiden memilukan yang terjadi di lingkungan pendidikan agama. Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Tlogowungu kini menjadi perbincangan hangat. Pemberitaan mengenai Ponpes Pati ini mencuat setelah korban berani melapor kepada pihak berwajib. Dari sudut pandang saya sebagai pemerhati perlindungan anak, tindakan tegas terhadap kasus di Ponpes […]

  • Kenapa Pusing Kepala Muncul Setelah Terlalu Lama Menatap Layar HP?

    Kenapa Pusing Kepala Muncul Setelah Terlalu Lama Menatap Layar HP?

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pusing kepala sering menyerang setelah Anda scroll media sosial berjam-jam atau menonton video tanpa jeda. Keluhan ini bukan kebetulan, melainkan reaksi nyata tubuh terhadap paparan layar yang berlebihan. Yuk, kenali penyebabnya supaya Anda bisa mencegahnya sejak dini. Mata Bekerja Ekstra Keras Saat menatap layar HP, mata Anda otomatis fokus pada objek berukuran kecil dalam […]

  • Kendala Fisik Anthony Ginting Jadi Sorotan Usai Kegagalan Tim Thomas Indonesia 2026

    Kendala Fisik Anthony Ginting Jadi Sorotan Usai Kegagalan Tim Thomas Indonesia 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, secara terbuka mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kekalahan tim adalah ketidakmampuan mencuri poin di sektor tunggal. Sosok Anthony Ginting yang memikul harapan besar justru tidak mampu tampil maksimal karena terkendala kondisi fisik. Saat memasuki gim ketiga dalam laga melawan Toma Junior Popov, Ginting sempat […]

  • Pidato Presiden Prabowo Subianto di Hari Bhayangkara Ke-80: Polri Harus Jadi Kompas Moral

    Pidato Presiden Prabowo Subianto di Hari Bhayangkara Ke-80: Polri Harus Jadi Kompas Moral

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung khidmat di Pusat Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Polri yang terus bekerja keras menjaga keamanan serta ketertiban bangsa. Dalam pidato tersebut, Presiden menekankan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan […]

expand_less