Kebaruan.com Posisi manajer Kopdes Merah Putih lagi rame dicari tahu banyak orang, terutama soal gaji dan tugas kerjanya. Wajar sih, mengingat program ini membuka puluhan ribu lowongan sekaligus di seluruh Indonesia. Yuk, langsung bahas satu-satu.
Berapa Sebenarnya Gaji Manajer Kopdes Merah Putih?
Sampai sekarang, pemerintah belum merilis angka resmi. Tapi dari berbagai sumber yang beredar, gaji manajer koperasi desa ini diperkirakan berkisar Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan untuk posisi manajer operasional. Besaran itu bisa berbeda-beda tergantung lokasi penempatan dan skala koperasi yang dikelola.
Ada juga proyeksi lain yang menyebut gaji bakal mengikuti standar UMP daerah masing-masing, dengan rentang sekitar Rp2,3 juta sampai Rp5,7 juta. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pernah menyinggung soal ini secara santai. Menurutnya, besaran gaji nanti akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan pelamar, entah lulusan D-3, D-4, atau S-1.
Faktor lain yang bikin gaji tiap manajer nggak seragam:
- Wilayah penempatan — UMK tiap kota beda jauh, misalnya Kota Bekasi yang lebih tinggi dibanding daerah lain seperti Banjarnegara.
- Jenjang pendidikan — lulusan S1 berpeluang dapat gaji lebih besar dibanding D3.
- Performa koperasi — koperasi yang aktif dan untung biasanya kasih ruang buat insentif tambahan.
Selama dua tahun pertama, gaji manajer dibayarkan lewat PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN yang menaungi program ini. Statusnya pun bukan ASN maupun PPPK, melainkan pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Lalu, Apa Saja Jobdesk Manajer Kopdes Merah Putih?
Meski gajinya belum final, tugas dan tanggung jawabnya sudah cukup jelas dijabarkan pemerintah. Berdasarkan aturan struktur organisasi koperasi dan penjelasan Kementerian Koperasi, berikut rincian tugas utamanya.
- Mengelola operasional harian Manajer bertugas memastikan gerai atau unit usaha koperasi buka-tutup sesuai jadwal, plus memastikan seluruh fasilitas penunjang berfungsi tanpa kendala.
- Mengurus administrasi dan laporan keuangan Semua transaksi, inventarisasi barang, sampai laporan keuangan berkala jadi tanggung jawab manajer, bukan sekadar formalitas semata.
- Menyusun strategi dan target bisnis Manajer perlu menentukan target operasional dalam periode tertentu, sekaligus mengembangkan usaha koperasi biar berjalan efektif dan efisien.
- Mengelola sumber daya manusia (SDM) Mulai dari mengatur jadwal kerja staf, melakukan evaluasi kinerja, sampai memberikan pelatihan kalau memang dibutuhkan.
- Menjaga kepuasan pelanggan Kalau ada keluhan konsumen yang nggak bisa diselesaikan staf, manajer yang harus turun tangan langsung.
- Mengawasi keamanan aset Manajer juga bertanggung jawab meminimalkan risiko pencurian, kehilangan, atau kerusakan barang dagangan di lingkungan koperasi.
- Menjalankan program promosi dari pusat Termasuk menata produk secara menarik atau visual merchandising agar mampu menggaet minat beli warga desa.
- Memastikan kepatuhan terhadap SOP Seluruh aktivitas koperasi wajib berjalan sesuai standar operasional yang sudah ditetapkan pemerintah dan perusahaan induk.
- Mengelola unit usaha yang beragam Cakupannya luas, mulai dari gerai sembako, layanan kesehatan, lembaga keuangan mikro, sampai pergudangan desa.
- Melapor ke pengurus koperasi Meski jadi ujung tombak operasional, manajer tetap bertanggung jawab langsung kepada pengurus dan tidak punya wewenang mengambil keputusan tertinggi—itu tetap ada di tangan rapat anggota.
Jadi, Worth It Nggak Sih Posisi Ini?
Kalau dilihat dari cakupan tugasnya, jelas posisi ini bukan pekerjaan ringan. Tapi di balik itu, ada nilai tambah yang nggak melulu soal gaji bulanan—pengalaman mengelola unit bisnis mandiri di level desa, plus kesempatan jadi bagian dari pembangunan ekonomi nasional dari akar rumput.
Bagi yang tertarik melamar, penting untuk terus memantau kanal resmi pemerintah supaya nggak salah info soal jadwal seleksi maupun besaran gaji final yang masih dalam tahap pembahasan.
Baik gaji maupun jobdesk manajer Kopdes Merah Putih memang masih terus berkembang seiring proses penataan program ini. Yang jelas, tanggung jawabnya cukup besar untuk sebuah posisi yang jadi ujung tombak ekonomi desa di seluruh Indonesia.
