Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan & Investasi » Harga Minyak Dunia Melandai, Pertamax Berpeluang Turun Harga

Harga Minyak Dunia Melandai, Pertamax Berpeluang Turun Harga

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Harga minyak mentah dunia terus bergerak turun — dan ini bukan kabar yang bisa diabaikan begitu saja. Setelah sempat melonjak ke level 120 dolar AS per barrel akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak kini melandai ke kisaran 80 dolar AS per barrel per 22 Juni 2026.
Tren penurunan ini membuka peluang nyata. Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) kini punya ruang untuk menyesuaikan harga Pertamax — BBM nonsubsidi yang selama ini mengikuti dinamika pasar global.

Piter Abdullah: Penyesuaian Harus Terukur

Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, angkat bicara soal momentum ini.
Menurut Piter, penyesuaian harga Pertamax bukan berarti mengembalikan ke angka lama. Melainkan menurunkan harga secara wajar sesuai tren pasar yang sedang terjadi.
“Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax. Seberapa besar angkanya, pemerintah dan Pertamina yang memegang perhitungannya,” ujar Piter, Selasa (23/6/2026).
Langkah ini dinilai wajar selama terukur dan tidak bersifat reaktif terhadap fluktuasi jangka pendek.

Antrean Pertalite Mulai Mengkhawatirkan

Ada sinyal yang lebih mengkhawatirkan di balik isu ini.
Piter menyoroti gejala perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite — BBM bersubsidi yang harganya jauh lebih murah. Tanda-tanda itu sudah mulai terlihat dari antrean yang memanjang di berbagai SPBU.
Kalau tren ini terus berlanjut tanpa intervensi, konsumsi Pertalite bisa jebol melampaui kuota yang sudah ditetapkan pemerintah untuk tahun ini.
“Antrean Pertalite yang memanjang menandakan sebagian konsumen sudah beralih. Kalau dibiarkan, pasokan dan permintaan tidak lagi cocok. Risikonya bisa sampai kelangkaan,” tegas Piter.
Situasi ini jelas tidak ideal — baik bagi konsumen maupun ketahanan energi nasional.

Kenapa Penyesuaian Pertamax Jadi Penting?

Logikanya sederhana. Ketika harga Pertamax terlalu jauh di atas Pertalite, konsumen cenderung beralih ke yang lebih murah — meski Pertalite sebenarnya bukan untuk mereka.
Penyesuaian harga Pertamax ke bawah bisa mempersempit selisih itu. Konsumen kelas menengah ke atas pun tidak lagi punya alasan kuat untuk antre di jalur Pertalite.
Hasilnya? Subsidi energi lebih tepat sasaran. Kuota Pertalite tidak cepat habis. Dan SPBU tidak lagi penuh antrean panjang yang tidak perlu.

Ancaman Geopolitik Masih Membayangi

Meski tren harga minyak sedang bersahabat, Piter mengingatkan bahwa kondisi global masih penuh ketidakpastian.
Potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan belum tuntasnya negosiasi antara Teheran dan Washington bisa kembali mengguncang pasar energi kapan saja.
Fluktuasi harga minyak dunia punya dampak langsung ke harga energi domestik. Karena itu, pemerintah perlu punya strategi yang tidak hanya reaktif — tapi juga antisipatif.

Subsidi Harus Tepat Sasaran, Distribusi Harus Diperbaiki

Di luar soal harga, Piter menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
BBM nonsubsidi seperti Pertamax wajar mengikuti mekanisme pasar. Sementara Pertalite harus benar-benar dijaga agar hanya mengalir ke kelompok masyarakat yang berhak.
“Pemerintah perlu memastikan distribusi Pertalite tetap tepat sasaran. Mekanisme penyalurannya harus diperbaiki agar subsidi energi benar-benar sampai kepada yang berhak,” kata Piter.
Perbaikan sistem distribusi ini bukan sekadar urusan administratif. Ini soal keadilan energi — memastikan uang subsidi negara tidak salah alamat.

Kesimpulan: Momentum Ini Jangan Dilewatkan

Harga minyak dunia yang melandai adalah kesempatan yang tidak datang setiap saat.
Pemerintah dan Pertamina perlu bergerak cepat namun tetap terukur. Turunkan Pertamax secara proporsional, perbaiki distribusi Pertalite, dan jaga kuota subsidi agar tidak jebol.
Kalau momentum ini dikelola dengan baik, masyarakat yang paling merasakan manfaatnya — baik pengguna Pertamax maupun mereka yang betul-betul membutuhkan Pertalite.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lengkap Pembuatan KK Terbaru 2026: Syarat dan Cara Mengurusnya

    Panduan Lengkap Pembuatan KK Terbaru 2026: Syarat dan Cara Mengurusnya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mengurus dokumen kependudukan seperti pembuatan KK menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus diselesaikan oleh setiap keluarga baru maupun warga yang baru berpindah domisili. Berdasarkan pengalaman saya dalam mengurus pembaruan data kependudukan, proses pembuatan Kartu Keluarga kini terasa jauh lebih mudah dan transparan jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Pemerintah daerah telah membuka jalur daring […]

  • Ziggurat Ur, Irak: Jejak Kejayaan Mesopotamia yang Bertahan Ribuan Tahun

    Ziggurat Ur, Irak: Jejak Kejayaan Mesopotamia yang Bertahan Ribuan Tahun

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Di gurun selatan Irak, sebuah struktur bertingkat masih berdiri kokoh hingga kini. Ziggurat Ur, Irak, menyimpan jejak salah satu peradaban tertua di dunia. Bangsa Sumeria membangun struktur ini sebagai pusat ibadah dan kekuasaan. Hingga sekarang, wisatawan dan peneliti masih bisa mengunjungi situs bersejarah ini. Asal Usul dan Latar Sejarah Raja Ur-Nammu memerintahkan pembangunan ziggurat […]

  • Cara Menaikkan Berat Badan Secara Sehat, Bukan Sekadar Makan Banyak

    Cara Menaikkan Berat Badan Secara Sehat, Bukan Sekadar Makan Banyak

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Kebaruan. Cara menaikkan berat badan sering disalahpahami sebagai urusan makan sebanyak-banyaknya. Padahal, strategi asal makan justru bisa memicu masalah kesehatan baru, mulai dari kolesterol tinggi sampai risiko diabetes. Tubuh yang terlalu kurus memang rentan mudah lelah dan gampang sakit, tapi solusinya tetap harus terukur dan aman. Berat badan di bawah rata-rata, atau dikenal dengan istilah […]

  • Emas 74 Kg Jadi Teka-teki, Kejagung Simpan Jawaban untuk Sidang

    Emas 74 Kg Jadi Teka-teki, Kejagung Simpan Jawaban untuk Sidang

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Siapa pemilik 74 kilogram emas batangan itu? Kejaksaan Agung belum mau menjawab. Begitu juga soal uang tunai miliaran rupiah yang ikut disita dalam kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Jawabannya, kata Kejagung, akan muncul nanti di ruang sidang. “Kita Buktikan di Persidangan” Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menjawab pertanyaan wartawan soal ini, Selasa (4/8/2026). Jawabannya singkat, […]

  • Bacaan Setelah Membaca Surat Yasin, Lengkap Sampai Selesai

    Bacaan Setelah Membaca Surat Yasin, Lengkap Sampai Selesai

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Banyak orang khusyuk membaca Surat Yasin, tapi bingung harus melanjutkan dengan bacaan apa setelahnya. Bacaan setelah membaca surat Yasin sebenarnya sudah punya susunan doa tersendiri. Para ulama menganjurkan doa ini sebagai penyempurna amalan membaca surat yang orang-orang sering sebut “jantungnya Al-Quran”. Doa ini berisi permohonan perlindungan, ampunan, dan keberkahan hidup, baik untuk diri sendiri […]

  • Dampak Sering Mengonsumsi MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

    Dampak Sering Mengonsumsi MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kebaruan. Dampak sering mengonsumsi MSG jadi topik yang terus diperdebatkan di kalangan masyarakat. Penyedap rasa ini hampir ada di setiap masakan sehari-hari. Mulai dari mi instan, jajanan kaki lima, sampai masakan rumahan, MSG atau monosodium glutamat jadi andalan banyak orang untuk bikin rasa masakan lebih gurih. Meski begitu, stigma negatif soal MSG masih melekat kuat […]

expand_less