RI Kokohkan Posisi di Peta Pertanian Dunia, Salip Jepang dan Prancis

Kebaruan.com Coba tebak, negara mana saja yang menguasai hampir dua pertiga produksi pangan pertanian dunia? Jawabannya mungkin bikin kamu kaget: Indonesia ada di dalamnya.

Lima Negara Ini Kuasai 62% Pangan Global

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merilis data ekonomi pertanian dunia tahun 2024. Hasilnya menarik. Lima negara teratas—China, India, Amerika Serikat, Brasil, dan Indonesia—ternyata menyumbang hampir 62% dari total produksi pertanian global.

China memimpin jauh di depan dengan nilai produksi mencapai US$1,9 triliun. Angka fantastis ini membuat negara lain terlihat kecil, termasuk India di posisi kedua dengan US$573 miliar dan Amerika Serikat yang membukukan US$451 miliar. Brasil menyusul di urutan keempat dengan US$204 miliar.

Indonesia Satu-Satunya Wakil Asia Tenggara

Nah, di sinilah bagian menariknya buat kita. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan nilai produksi pertanian sebesar US$145 miliar. Kontribusinya terhadap produksi pangan global tercatat sebesar 2,8%—angka yang tidak main-main untuk ukuran negara berkembang.

Status ini menjadikan Indonesia satu-satunya negara Asia Tenggara yang berhasil menembus lima besar dunia dalam kategori ekonomi pertanian. Thailand, Vietnam, dan negara-negara tetangga lainnya masih berada di bawah pencapaian RI.

Ungguli Jepang, Rusia, dan Prancis

Posisi kelima ini bukan capaian sembarangan. Indonesia berhasil mengungguli sejumlah negara maju dalam daftar tersebut. Turki menempati urutan keenam dengan US$92 miliar, disusul Rusia di posisi ketujuh dengan US$87 miliar.

Jepang, negara dengan teknologi pertanian canggih sekalipun, hanya mampu mencatat US$86 miliar dan harus puas di peringkat delapan. Prancis mengekor dengan US$82 miliar, sementara Meksiko menutup daftar sepuluh besar dengan US$77 miliar.

Kenapa Capaian Ini Penting Buat Indonesia?

Banyak orang mungkin belum sadar betapa besar peran sektor pertanian dalam menopang perekonomian nasional. Padahal, angka US$145 miliar itu mencerminkan kontribusi nyata petani, nelayan, dan pelaku agribisnis di seluruh pelosok negeri terhadap rantai pangan dunia.

Tentu saja, jarak Indonesia dengan China masih sangat jauh—selisihnya mencapai belasan kali lipat. Tapi bukan berarti pencapaian ini tidak berarti. Justru sebaliknya, posisi lima besar dunia jadi bukti bahwa sektor agrikultur Indonesia punya fondasi kuat untuk terus berkembang, apalagi dengan sumber daya alam dan lahan yang masih sangat potensial untuk digarap lebih optimal.

Ke depan, tantangan besarnya adalah menjaga tren positif ini sambil menghadapi isu-isu seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan regenerasi petani muda yang makin mendesak untuk dibenahi.

Data FAO ini seharusnya jadi pengingat: sektor pertanian Indonesia bukan sekadar ladang di kampung halaman, melainkan pemain penting dalam peta pangan dunia yang layak mendapat perhatian lebih serius.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi