Penyebab Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Ini Penjelasan Basarnas
- account_circle Mahsya
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin ini sempat melaporkan cuaca buruk sebelum akhirnya hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB. Tim SAR gabungan kemudian menemukan bangkai kapal dalam posisi terbalik dan mengapung, bukan tenggelam sepenuhnya.
Badan Search and Rescue Nasional sudah mengungkap penjelasan awal soal penyebab kejadian ini. Berikut rangkuman lengkapnya, berdasarkan keterangan resmi pihak berwenang.
Hantaman Ombak dari Lambung Kanan Jadi Pemicu Utama
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengungkap keterangan langsung dari nakhoda kapal Virgo yang selamat. Menurut kesaksian sang nakhoda, kemiringan kapal terjadi akibat hantaman ombak besar dari sisi lambung kanan. Kondisi ini membuat kapal perlahan miring, sebelum akhirnya benar-benar terbalik di tengah laut.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menambahkan bahwa cuaca buruk sudah menerpa kapal sebelum insiden terjadi. Kapal sempat mengaktifkan sinyal darurat untuk meminta bantuan begitu situasi mulai tidak terkendali.
Kronologi Singkat Kejadian
Berikut urutan waktu kejadian berdasarkan laporan resmi Basarnas:
- Pukul 01.00 WIB, kapal Virgo Transport 8 melaporkan menghadapi cuaca buruk, tak lama kemudian hilang kontak
- Pukul 04.10 WIB, pihak manajemen Virgo Transport 8 melaporkan kejadian ke Kantor SAR Banjarmasin
- Pukul 04.30 WIB, tim SAR berangkat menuju titik terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241
- Titik kapal ditemukan berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin
Jumlah Penumpang dan Perkembangan Evakuasi
Berdasarkan data manifes, kapal Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang, terdiri dari 213 penumpang dan 30 kru. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan posisi kapal ditemukan terbalik dan mengapung, bukan tenggelam ke dasar laut, berdasarkan pantauan helikopter SAR.
Proses evakuasi masih terus berjalan hingga laporan ini ditulis. Sebagian korban diyakini masih berada di dalam badan kapal, sementara sebagian lainnya terbawa arus menjauh dari lokasi kejadian. Mengingat operasi pencarian masih berlangsung, angka pasti korban selamat, meninggal dunia, maupun yang masih dicari kemungkinan terus berubah seiring perkembangan di lapangan.
Fokus Pencarian Saat Ini
Tim SAR gabungan memusatkan pencarian di area sekitar lokasi kapal Virgo ditemukan terbalik. Basarnas mengerahkan sejumlah kapal tambahan, termasuk KN SAR Wisanggeni dari Balikpapan, untuk memperluas jangkauan pencarian korban yang belum ditemukan.
Cuaca di Laut Jawa yang masih berpotensi berubah-ubah membuat proses evakuasi berjalan penuh tantangan. Tim gabungan tetap berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk memberikan informasi terbaru secara berkala.
Pentingnya Kewaspadaan Cuaca Sebelum Berlayar
Insiden kapal Virgo Transport 8 kembali mengingatkan pentingnya memantau prakiraan cuaca sebelum kapal penumpang berangkat, terutama pada rute yang melintasi perairan terbuka seperti Laut Jawa. Operator kapal dan otoritas pelabuhan diharapkan lebih ketat mengevaluasi kondisi gelombang sebelum memberi izin keberangkatan, demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Bagi keluarga yang masih menunggu kabar korban, Basarnas dan Kemenhub terus memperbarui informasi lewat posko resmi di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pantau terus kanal resmi Basarnas untuk perkembangan terbaru seputar proses pencarian dan evakuasi ini.
- Penulis: Mahsya
