Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Melakukan Kretek pada Tulang Badan, Amankah untuk Kesehatan Sendi?

Melakukan Kretek pada Tulang Badan, Amankah untuk Kesehatan Sendi?

  • account_circle Nuafal
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Melakukan kretek pada tulang badan jadi kebiasaan yang hampir semua orang pernah coba. Jari tangan, leher, atau punggung sering jadi sasaran utama. Bunyi “krek” yang muncul memang terasa melegakan. Tapi di balik sensasi itu, ada pertanyaan besar yang sering muncul: apakah kebiasaan ini aman untuk tubuh?

Dunia medis punya jawaban yang cukup jelas soal ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Sendi Berbunyi

Bunyi kretek bukan berasal dari tulang yang patah atau bergeser. Istilah medisnya adalah kavitasi sendi. Di dalam sendi ada cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas. Cairan ini mengandung gas seperti nitrogen dan karbon dioksida.

Saat sendi diregangkan mendadak, tekanan di dalamnya berubah drastis. Gelembung gas kemudian terbentuk lalu pecah. Pecahnya gelembung inilah yang menghasilkan suara khas “krek” atau “pop” yang sering kita dengar.

Melakukan Kretek Sesekali, Apakah Berbahaya?

Menurut sebagian besar dokter, melakukan kretek sesekali pada tulang badan tergolong aman. Syaratnya, tidak muncul rasa nyeri atau bengkak setelahnya. Gerakan ini mirip dengan efek samping dari peregangan tubuh yang wajar.

Masalah baru muncul ketika kebiasaan ini dilakukan berulang dan dipaksakan. Prof. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam, pernah menjelaskan hal ini lewat kanal YouTube Kata Dokter. Menurutnya, membunyikan sendi secara paksa berbeda dari stretching biasa. Gerakan paksa ini bisa memicu pergeseran kecil pada sendi. Pergeseran yang terjadi berulang-ulang berpotensi memicu pengapuran di kemudian hari.

Risiko Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa dampak buruk yang mengintai bila kebiasaan ini dilakukan terlalu sering:

  • Ligamen di sekitar sendi bisa meregang berlebihan dan kehilangan kestabilannya
  • Jaringan lunak seperti kapsul sendi berisiko mengalami cedera ringan
  • Sendi leher dan punggung yang dibunyikan secara mendadak berisiko menekan saraf
  • Kebiasaan ini bisa berubah jadi ketergantungan psikologis, bukan lagi kebutuhan fisik

Gerakan paksa pada leher patut diwaspadai secara khusus. Manipulasi yang salah bisa mengganggu cakram tulang belakang dan memicu saraf terjepit.

Kapan Bunyi Sendi Perlu Diwaspadai

Bunyi kretek yang normal biasanya tidak disertai rasa sakit sama sekali. Kondisi ini disebut krepitasi dalam istilah medis. Namun, waspadai jika bunyi tersebut muncul bersamaan dengan nyeri, bengkak, atau kaku yang tak kunjung hilang.

Beberapa kondisi medis juga bisa memicu bunyi sendi yang lebih sering, seperti osteoarthritis, cedera meniskus pada lutut, atau peradangan tendon. Jika gejala semacam ini muncul, segera konsultasikan ke dokter ortopedi, bukan justru mencoba mengatasinya sendiri dengan membunyikan sendi berulang kali.

Alternatif yang Lebih Aman untuk Meredakan Kekakuan

Daripada terus mengandalkan bunyi kretek, ada cara lain yang jauh lebih aman untuk tubuh:

  • Lakukan peregangan ringan secara rutin setiap pagi
  • Perbanyak gerak tubuh, terutama bagi yang banyak duduk sepanjang hari
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, kolagen, dan omega-3 untuk menjaga kesehatan sendi
  • Kompres hangat pada area yang terasa kaku atau pegal

Jika keluhan pegal tak kunjung reda, konsultasi ke ahli osteopatik atau chiropractor jadi opsi yang lebih tepat dibanding melakukan kretek sendiri secara berlebihan.

Jadi, Boleh atau Tidak?

Melakukan kretek pada tulang badan sesekali tidak perlu terlalu dikhawatirkan, selama tidak menimbulkan nyeri. Namun kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan rutinitas harian, apalagi dengan gerakan yang dipaksakan. Tubuh punya cara lain yang jauh lebih aman untuk mengatasi kekakuan, mulai dari peregangan ringan sampai pola makan yang mendukung kesehatan sendi jangka panjang.

N
Nuafal ✔ Terverifikasi Kebaruan.com

Suka menelusuri angka di balik berita ekonomi, biar pembaca nggak cuma tahu "apa yang terjadi", tapi juga "kenapa itu penting" buat dompet mereka.

✎ Ditulis & disunting redaksi   |   ↻ Diperbarui 3 September 2026   |   Pedoman Media Siber   Metodologi Peliputan
  • Penulis: Nuafal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam 29 Juni 2026 Naik Rp5.000 per Gram, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

    Harga Emas Antam 29 Juni 2026 Naik Rp5.000 per Gram, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Awal pekan ini membawa kabar menarik bagi para investor dan pengamat harga logam mulia. Harga emas Antam pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 07.00 WIB tercatat di angka Rp2.660.000 per gram — naik Rp5.000 dari posisi Sabtu (27/6/2026) yang berada di level Rp2.655.000. Kenaikan tipis ini memang tidak dramatis. Tapi bagi investor yang cermat […]

  • Kementerian Haji Ancam Cabut Izin KBIH yang Diduga Menipu Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

    Kementerian Haji Ancam Cabut Izin KBIH yang Diduga Menipu Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kementerian Haji dan Umrah memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang diduga terlibat dalam kasus penipuan layanan badal dan dam. Dugaan praktik tersebut disebut telah merugikan ratusan jemaah dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar. Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang memanfaatkan […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Naik Rp15.000 Jadi Rp2.640.000 per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Naik Rp15.000 Jadi Rp2.640.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga emas Antam pada Kamis, 2 Juli 2026 pukul 08.49 WIB mencatat kenaikan tipis. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas naik Rp15.000 dari posisi kemarin Rp2.625.000 menjadi Rp2.640.000 per gram. Kenaikan ini menarik karena terjadi setelah emas Antam turun tiga hari beruntun — Senin (Rp15.000 turun), Selasa (Rp15.000 turun), dan Rabu […]

  • Bocoran Terikat Janji Episode 63: Identitas Asli Sena Akhirnya Terbongkar di Depan Novan

    Bocoran Terikat Janji Episode 63: Identitas Asli Sena Akhirnya Terbongkar di Depan Novan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jalan cerita Terikat Janji episode 63 membawa tensi emosional yang semakin tinggi bagi para penonton setia. Kebohongan yang selama ini disembunyikan oleh Sena akhirnya runtuh total setelah bukti nyata beredar luas di dunia maya. Foto Sena saat sedang menjajakan ketoprak viral, menghancurkan citra pengusaha properti kaya yang ia bangun di mata keluarga Davina. Novan […]

  • Korupsi Dana PI Rp271 Miliar: Arinal Djunaidi Resmi Ditahan Kejati Lampung di Rutan Way Hui

    Korupsi Dana PI Rp271 Miliar: Arinal Djunaidi Resmi Ditahan Kejati Lampung di Rutan Way Hui

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Lampung menetapkan Arinal Djunaidi sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan intensif selama 15 jam. Dugaan korupsi ini berakar pada pengelolaan dana Participating Interest (PI) sebesar 10 persen di PT Lampung Energi Berjaya (LEB). Dana tersebut seharusnya menjadi hak daerah untuk pembangunan, namun diduga diselewengkan dengan total nilai mencapai USD 17,2 […]

  • Kontroversi Film Pesta Babi: Dokumenter Investigatif Papua yang Picu Debat Nasional

    Kontroversi Film Pesta Babi: Dokumenter Investigatif Papua yang Picu Debat Nasional

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dunia digital mendadak heboh dengan kehadiran film Pesta Babi, sebuah karya dokumenter investigatif dari sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Karya ini bukan sekadar tontonan biasa, melainkan sebuah laporan mendalam mengenai kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan yang sedang berjuang di tengah arus pembangunan. Popularitas Film Pesta Babi melonjak drastis setelah serangkaian aksi […]

expand_less