Kebaruan.com Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, bersiap menyampaikan laporan penting terkait efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto sore ini. Rencana pertemuan tersebut sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada siang kemarin. Namun, agenda diskusi itu terpaksa ditunda karena satu dan lain hal.
Nanik Sudaryati sempat terpantau tiba di lingkungan Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.20 WIB kemarin siang. Kehadirannya di sana hanya berlangsung singkat, yakni sekitar 20 menit saja. Tak lama berselang, beliau memutuskan meninggalkan area Istana setelah mengetahui pertemuan dengan Presiden Prabowo tidak bisa terlaksana.
Saat dikonfirmasi oleh awak media yang telah menunggunya, Nanik menjelaskan bahwa jadwal pertemuan akan dijadwalkan ulang pada sore hari ini. Beliau menegaskan bahwa pembahasan mengenai efisiensi program ini sangat penting untuk diketahui oleh kepala negara. “Ini kan belum, besok dibahasnya. Belum, belum. Katanya besok sore,” ungkap Nanik saat hendak meninggalkan lokasi, Kamis (11/6/2026).
Mengapa Efisiensi Menjadi Fokus Utama?
Selama ini, pihak Badan Gizi Nasional mengaku selalu memantau perkembangan program MBG secara rutin setiap harinya. Nanik menambahkan bahwa angka-angka terkait operasional sudah siap untuk dipaparkan secara langsung di depan Presiden. Beliau optimis bahwa laporan ini akan membawa dampak positif bagi keuangan negara.
Dalam keterangannya saat tiba di Istana, Nanik memberikan sedikit bocoran bahwa ia membawa “kabar gembira” bagi Presiden. Kabar tersebut berkaitan erat dengan upaya efisiensi anggaran agar program ini berjalan lebih hemat. “Efisiensi anggaran kabar gembira, biar turun biar turun,” ujar Nanik dengan nada antusias.
Meskipun didesak oleh wartawan, beliau tetap enggan membeberkan detail spesifik mengenai bentuk efisiensi tersebut. Nanik Sudaryati juga belum mau menyebutkan angka pasti terkait potensi penghematan anggaran negara yang dihasilkan. Beliau merasa perlu melaporkan semua rincian tersebut secara eksklusif kepada Presiden Prabowo terlebih dahulu. “Mau lapor sama presiden soal efisiensi. Ya lapor dulu sama presiden masak aku lapor sama kalian,” tegasnya menutup pembicaraan.
Kita tunggu saja hasil pertemuan sore ini antara Kepala Badan Gizi Nasional dan Presiden Prabowo Subianto. Semoga langkah efisiensi yang diupayakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat luas. Kesuksesan program ini tentu menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia ke depannya.
