Kebaruan.com Penyakit Cacar air masih jadi penyakit yang akrab menyerang masyarakat Indonesia, terutama anak-anak usia sekolah. Meski terkesan penyakit ringan, cacar tetap membutuhkan penanganan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Penyebab Cacar Air
Virus Varicella zoster jadi biang keladi utama di balik penyakit cacar air. Virus ini menyebar lewat percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan cairan yang keluar dari lenting kulit penderita.
Penularan juga bisa terjadi lewat udara dalam ruangan tertutup, mengingat virus ini tergolong sangat mudah menyebar. Seseorang yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapat vaksinasi berisiko tinggi tertular begitu kontak dengan penderita.
Gejala yang Perlu Anda Kenali
Gejala cacar air biasanya muncul bertahap dalam beberapa fase. Berikut tanda-tanda yang umum Anda alami:
- Demam ringan hingga sedang selama 1-2 hari sebelum ruam muncul
- Badan terasa lemas dan nafsu makan menurun
- Sakit kepala ringan
- Ruam kemerahan yang berkembang menjadi lenting berisi cairan
- Rasa gatal intens di area ruam
- Lenting mengering dan membentuk keropeng dalam 7-10 hari
Ruam biasanya muncul pertama kali di wajah, dada, atau punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Setiap lenting akan melewati siklus dari bintik merah, berisi cairan, pecah, hingga akhirnya mengering menjadi keropeng.
Cara Penyembuhan Penyakit Cacar Air
Cacar air umumnya sembuh sendiri dalam 1-2 minggu tanpa pengobatan khusus. Meski begitu, beberapa langkah berikut bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala dan mempercepat pemulihan:
- Istirahat cukup agar sistem imun bekerja optimal melawan virus
- Kompres dingin pada area ruam untuk mengurangi rasa gatal
- Potong kuku pendek supaya Anda tidak menggaruk dan memicu infeksi sekunder
- Kenakan pakaian longgar dan berbahan lembut agar tidak mengiritasi kulit
- Konsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, terutama saat demam
- Gunakan losion calamine yang bisa membantu meredakan gatal pada kulit
Dokter terkadang meresepkan obat antivirus seperti asiklovir untuk kasus tertentu, khususnya pada orang dewasa, ibu hamil, atau penderita dengan sistem imun lemah. Obat penurun panas seperti paracetamol juga membantu meredakan demam, namun Anda perlu menghindari aspirin karena berisiko memicu sindrom Reye pada anak-anak.
Kapan harus ke dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila Anda mengalami demam tinggi yang tidak turun, ruam menyebar ke area mata, sesak napas, atau tanda infeksi bakteri seperti kulit memerah dan bernanah di sekitar lenting. Kondisi ini butuh penanganan medis lebih lanjut agar tidak berkembang menjadi komplikasi serius.
Apakah orang yang sudah kena cacar bisa terkena lagi?
Ini pertanyaan yang sering muncul di masyarakat. Jawabannya: setelah tubuh Anda terinfeksi virus Varicella zoster, sistem imun umumnya membentuk kekebalan seumur hidup terhadap cacar air. Artinya, kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami cacar air untuk kedua kalinya.
Meski begitu, ada satu hal penting yang perlu Anda pahami. Virus penyebab Penyakit Cacar air tidak benar-benar hilang dari tubuh setelah sembuh. Virus ini justru bersembunyi dalam keadaan tidak aktif di sepanjang jaringan saraf tubuh Anda.
Bertahun-tahun kemudian, virus yang tertidur ini berpotensi aktif kembali dan memicu penyakit herpes zoster atau yang biasa dikenal sebagai cacar api. Kondisi ini umumnya menyerang orang dengan sistem imun melemah, lansia, atau seseorang yang tengah mengalami stres berat.
Berbeda dari cacar air, herpes zoster biasanya muncul dalam bentuk ruam menyerupai garis atau pita di satu sisi tubuh saja, disertai rasa nyeri yang cukup mengganggu. Karena itu, meski Anda kebal terhadap cacar air, tetap penting menjaga daya tahan tubuh agar risiko kambuhnya virus dalam bentuk herpes zoster bisa diminimalkan.
