Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Visi Gibran Rakabuming Raka: Memaksimalkan Artificial Intelligence untuk Masa Depan Bangsa

Visi Gibran Rakabuming Raka: Memaksimalkan Artificial Intelligence untuk Masa Depan Bangsa

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Artificial Intelligence atau AI bukanlah sekadar visi masa depan, melainkan realitas yang harus kita hadapi hari ini. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam derasnya arus transformasi digital. Sebaliknya, ia mendorong warga agar proaktif menjadi pemain dan penguasa teknologi tersebut demi kemajuan bangsa. Menurut Gibran, kemampuan menguasai AI merupakan kunci utama untuk mencapai cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

Transformasi Literasi dan Peran Strategis AI

Saat ini, kita tengah menyaksikan perubahan besar dari literasi baca tulis konvensional menuju literasi digital yang lebih kompleks. Gibran menempatkan teknologi AI sebagai puncak dari transformasi tersebut. Bagi para pelajar, ia berpesan agar menggunakan teknologi ini sebagai alat akselerasi belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis. AI bisa membantu siswa dalam mencari data, mengasah bahasa asing, hingga memahami rumus matematika dengan metode yang jauh lebih sederhana.

Kreativitas harus tetap menjadi jiwa dari setiap proses belajar para siswa. Gibran juga menyoroti peran guru dalam ekosistem pendidikan modern. Guru yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki kemampuan lebih untuk mengajar secara efektif. Alat ini dapat meringankan beban administratif guru, seperti dalam menyusun soal ujian atau menyajikan materi yang menarik. Dengan demikian, para pengajar memiliki waktu lebih banyak untuk fokus membangun karakter dan sisi humanis para murid.

Etika dan Integritas di Balik Teknologi

Meski teknologi menawarkan kecepatan, Gibran menekankan bahwa etika jauh lebih penting daripada sekadar penguasaan teknis. Ia memperingatkan bahwa teknologi tanpa landasan moral sangat berbahaya. AI memiliki potensi ganda, bisa menciptakan konten bermanfaat atau justru digunakan untuk menyebar hoaks, plagiarisme, hingga pelanggaran privasi. Nilai-nilai integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap pemanfaatan teknologi. Jangan sampai alat canggih ini justru dipakai untuk menipu atau menjatuhkan orang lain demi kepentingan pribadi.

Kemajuan teknologi harus berjalan selaras dengan peningkatan moralitas masyarakat sebagai bangsa yang beradab. Orang tua juga memiliki tanggung jawab besar untuk mendampingi anak-anak mereka. Jangan biarkan anak menjelajah dunia digital sendirian tanpa bimbingan orang dewasa.

Kesiapan Pemerintah Membangun Ekosistem

Pemerintah saat ini telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology yang disusun bersama UNESCO. Instrumen ini berfungsi sebagai alat diagnosa untuk menilai kesiapan tata kelola AI di Indonesia sesuai dengan pedoman etika yang berlaku. Tugas pemerintah adalah menyiapkan ekosistem pendukung yang sehat. Sementara itu, tugas kita semua adalah terus meningkatkan kapasitas diri masing-masing. Mari kita gunakan teknologi ini sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih cerdas dan bermartabat.

Bagaimana pendapat Anda mengenai ajakan Wapres Gibran agar masyarakat menjadi “pemain” dalam ekosistem teknologi AI, bukan sekadar konsumen?

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naturalisasi WNI Naik Jadi Rp75 Juta Mulai Agustus 2026, Ini Rinciannya

    Naturalisasi WNI Naik Jadi Rp75 Juta Mulai Agustus 2026, Ini Rinciannya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mulai Agustus 2026, warga negara asing yang ingin memperoleh kewarganegaraan Indonesia lewat jalur naturalisasi WNI wajib membayar biaya hingga Rp75 juta. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Hukum. Kapan Aturan Ini Mulai Berlaku? Presiden Prabowo Subianto menandatangani […]

  • Antisipasi Virus Tikus di Solo: Dinkes Siagakan Fasilitas Kesehatan Mei 2026

    Antisipasi Virus Tikus di Solo: Dinkes Siagakan Fasilitas Kesehatan Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo memastikan bahwa hingga pertengahan Mei 2026, wilayah Kota Bengawan masih bersih dari kasus hantavirus atau yang populer dengan sebutan virus tikus. Meski belum ada temuan kasus terkonfirmasi, Kepala Dinkes Solo, Retno Erawati Wulandari, tetap menginstruksikan peningkatan kewaspadaan bagi seluruh fasilitas kesehatan. Langkah ini merupakan respons cepat setelah muncul laporan […]

  • Hasil Semifinal Liga Champions Atlético Madrid vs Arsenal Drama Penalti Berakhir Imbang 1-1

    Hasil Semifinal Liga Champions Atlético Madrid vs Arsenal Drama Penalti Berakhir Imbang 1-1

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Laga Atlético Madrid vs Arsenal bermula dengan dominasi tim tamu yang tampil lebih menekan. Arsenal berkali-kali menebar ancaman lewat kolaborasi Noni Madueke dan Piero Hincapié, meski pertahanan tuan rumah masih sanggup meredam serangan tersebut. Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum saat Viktor Gyökeres dijatuhkan oleh Dávid Hancko di kotak terlarang. Wasit Danny Makkelie langsung menunjuk titik putih. […]

  • 162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

    162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nilai akademik ternyata bukan satu-satunya penentu masa depan di Korea Selatan. Sebanyak 162 calon mahasiswa gagal lolos ke 10 universitas negeri bergengsi di negeri ginseng itu — bukan karena nilai mereka buruk, melainkan karena rekam jejak perilaku mereka semasa sekolah ikut masuk dalam penilaian seleksi. Fakta ini bukan rumor. Data resmi yang terbit pada […]

  • Kementerian Haji Ancam Cabut Izin KBIH yang Diduga Menipu Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

    Kementerian Haji Ancam Cabut Izin KBIH yang Diduga Menipu Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Kementerian Haji dan Umrah memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang diduga terlibat dalam kasus penipuan layanan badal dan dam. Dugaan praktik tersebut disebut telah merugikan ratusan jemaah dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar. Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang memanfaatkan […]

  • Jokowi Hadir di PN Jakarta Timur, Jadi Saksi Sidang Roy Suryo

    Jokowi Hadir di PN Jakarta Timur, Jadi Saksi Sidang Roy Suryo

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Kebaruan. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Ia datang sebagai saksi dalam sidang pembuktian perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu. Jokowi sampai sekitar pukul 08.30 WIB. Datang bersama dua anaknya Jokowi mengenakan kemeja batik dan peci hitam. Putranya, Kaesang Pangarep, dan putrinya, Kahiyang […]

expand_less