Penyebab Banjir Padang Terus Berulang: Bukan Hanya Hujan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan Padang. Banjir Padang kembali terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Air meluap dan merendam permukiman di tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Hujan lebat memang jadi pemicu langsung. Namun, sejumlah faktor lain membuat genangan makin parah dan peristiwa serupa terus berulang.
Hujan Lebat Bikin Sungai Meluap
Hujan deras mengguyur Padang sejak siang dan memicu luapan sungai di Kuranji dan Koto Tangah. Akibatnya, Sungai Lubuk Minturun dan Batang Guo meluap, sementara tanggul jebol di beberapa titik. Debit air naik cepat, bahkan melampaui kapasitas alur sungai di sejumlah lokasi.
Tanggul Jebol di Lapau Munggu
Kerusakan tanggul memperbesar dampak banjir. Tanggul di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, jebol dan butuh penanganan segera. Kawasan ini juga sudah langganan. Sejak November 2025, Lapau Munggu tiga kali kena banjir bandang, dan kejadian Sabtu lalu menjadi yang keempat.
Drainase Sempit dan Resapan Menyusut
Pengamat Universitas Andalas menilai curah hujan saja tidak cukup menjelaskan banjir Padang. Ia menyebut kapasitas drainase yang tak memadai, penyempitan saluran, dan berkurangnya daerah resapan sebagai pemicunya. Karena itu, air hujan tak punya ruang meresap. Semuanya mengalir ke saluran yang terlalu kecil, lalu meluap ke jalan dan rumah.
Kerusakan di Hulu DAS Kuranji
Masalah juga datang dari hulu. Data lapangan pascabencana tahun lalu mencatat lebih dari 50 titik longsor di hulu DAS Air Dingin dan lebih dari 81 titik di DAS Batang Kuranji. Vegetasi yang hilang dan tanah lapisan atas yang terkikis mengurangi kemampuan kawasan menahan air. Selain itu, material longsoran yang masuk sungai berpotensi mempercepat pendangkalan.
Kontur Alam Kota Padang
Faktor alam ikut berperan. Kajian akademik menyebut curah hujan dan topografi sebagai dua penyebab alami banjir di Kota Padang. Di sisi lain, kota ini rentan terhadap banjir kiriman, banjir lokal, dan banjir akibat pasang sungai.
Dampak Banjir Padang 10 Oktober
BNPB mencatat 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak, dan 672 warga mengungsi di Kecamatan Kuranji. Lebih dari 120 rumah terendam, empat rumah rusak sedang, dan satu rusak berat di Kuranji. Untungnya, hingga Minggu (11/10) belum ada korban jiwa.
Pembenahan Sungai Masih Berjalan
Peristiwa ini muncul saat pemulihan kawasan sungai belum rampung. Pekerjaan Banjir Kanal Kampung Lapai–Siteba dan Banda Luruih mulai 14 September 2026 dan menargetkan selesai akhir November 2026. Kebutuhan penanganan kawasan Batang Kuranji mencapai sekitar Rp 86 miliar. Sementara itu, pengamat mendorong kombinasi langkah, yaitu drainase yang lebih besar, penghapusan titik penyempitan, penguatan anggaran, dan perubahan perilaku masyarakat
- Penulis: Firmansyah
