Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » 162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Nilai akademik ternyata bukan satu-satunya penentu masa depan di Korea Selatan. Sebanyak 162 calon mahasiswa gagal lolos ke 10 universitas negeri bergengsi di negeri ginseng itu — bukan karena nilai mereka buruk, melainkan karena rekam jejak perilaku mereka semasa sekolah ikut masuk dalam penilaian seleksi.

Fakta ini bukan rumor. Data resmi yang terbit pada awal 2026 memperlihatkan betapa seriusnya Korea Selatan menerapkan kebijakan baru ini.

90 Persen Pendaftar Bermasalah Langsung Tersingkir

Dari total 180 calon mahasiswa yang memiliki catatan pelanggaran semasa sekolah, sekitar 90 persen gagal mendapatkan kursi di universitas-universitas tersebut. Artinya, hanya sekitar 18 orang yang berhasil lolos meski memiliki rekam jejak kurang bersih.

Angka 90 persen itu bicara keras. Catatan perilaku bukan lagi faktor pelengkap — ia menjadi penentu nyata apakah seseorang layak masuk kampus impian mereka atau tidak.

Aturan Baru Berlaku Penuh Mulai Tahun Akademik 2026

Inilah titik baliknya. Mulai tahun akademik 2026, seluruh universitas di Korea Selatan wajib memasukkan catatan pelanggaran siswa ke dalam semua jalur penerimaan mahasiswa baru — tanpa terkecuali.

Sebelumnya, rekam jejak perilaku mungkin hanya menjadi pertimbangan di beberapa jalur tertentu. Kini aturan itu berlaku menyeluruh. Tidak ada lagi celah bagi calon mahasiswa untuk “menyembunyikan” masa lalu mereka lewat jalur seleksi alternatif.

Kebijakan ini muncul dari keresahan mendalam masyarakat Korea Selatan terhadap maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Pemerintah ingin memberi pesan tegas: perilaku buruk semasa sekolah punya konsekuensi jangka panjang.

Bukan Sekadar Pengurangan Nilai

Cara tiap kampus menerapkan aturan ini memang berbeda-beda. Beberapa universitas menerapkan pengurangan poin pada skor seleksi bagi pelamar yang memiliki catatan ringan. Tapi untuk pelanggaran yang dinilai serius, konsekuensinya lebih berat — pelamar langsung gugur dari proses seleksi tanpa ada kompromi.

Ini penting untuk dipahami oleh para pelajar dan orang tua. Bukan hanya soal seberapa besar pelanggaran itu, tapi jenis pelanggaran yang tercatat juga sangat menentukan nasib seleksi.

Karakter Kini Sejajar dengan Nilai Akademik

Selama puluhan tahun, sistem pendidikan Korea Selatan sangat berorientasi pada prestasi akademik. Ujian masuk universitas atau Suneung menjadi momok tersendiri bagi jutaan pelajar setiap tahun. Tekanannya luar biasa.

Tapi kebijakan baru ini mengubah paradigma itu. Universitas-universitas top Korea kini menegaskan bahwa karakter dan sikap siswa berdiri sejajar dengan nilai akademik dalam menentukan siapa yang berhak menempati bangku kuliah mereka.

Ini bukan hal kecil. Pergeseran ini menandai era baru dalam sistem pendidikan Korea Selatan — di mana menjadi pintar saja tidak cukup jika rekam jejak perilaku seseorang mencoreng perjalanan sekolahnya.

Apa pesan di balik kebijakan ini?

Korea Selatan sedang membangun standar baru. Mereka tidak hanya menginginkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tapi juga individu yang bertanggung jawab secara sosial.

Bagi pelajar Indonesia yang bermimpi melanjutkan studi di Korea Selatan, ini menjadi pelajaran berharga. Reputasi dan perilaku sejak dini bisa membuka atau justru menutup pintu masa depan — bahkan sebelum kamu duduk di bangku ujian seleksi.

Dunia kampus kini tidak lagi hanya milik mereka yang paling pandai. Tapi milik mereka yang pandai sekaligus berperilaku baik.

Kebijakan ini berlaku penuh di seluruh universitas Korea Selatan mulai tahun akademik 2026 dan menjadi salah satu reformasi terbesar dalam sistem seleksi perguruan tinggi di Asia.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Minta Maaf Usai Terima Uang Pasca Pertemuan dengan Gibran

    BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Minta Maaf Usai Terima Uang Pasca Pertemuan dengan Gibran

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sebuah video mendadak ramai di media sosial X. Isinya: Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Abdi Maludin, berdiri di hadapan mahasiswanya sendiri — menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Bukan permintaan maaf biasa. Ini terkait polemik penerimaan uang oleh sejumlah pengurus BEM usai menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu. […]

  • Mengenal 10 Gedung Tertua di Dunia yang Masih Berdiri Kokoh Hingga Kini

    Mengenal 10 Gedung Tertua di Dunia yang Masih Berdiri Kokoh Hingga Kini

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bayangkan sebuah struktur yang sudah berumur ribuan tahun, tapi dinding-dindingnya masih sanggup menceritakan kisah peradaban manusia purba. Itulah gambaran singkat dari gedung tertua di dunia yang berhasil bertahan melewati gempa, perang, hingga perubahan iklim selama berabad-abad. Daftar berikut mengajak kamu menelusuri jejak arsitektur kuno dari berbagai belahan bumi, lengkap dengan cerita sejarah di baliknya. […]

  • Wisata Banyumas 5 Hari untuk 2 Orang: Rute, Tips, dan Estimasi Budget

    Wisata Banyumas 5 Hari untuk 2 Orang: Rute, Tips, dan Estimasi Budget

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Merencanakan wisata Banyumas selama lima hari berdua memang butuh strategi. Apalagi kalau kamu ingin merasakan alam pegunungan Slamet sekaligus kulineran khas Banyumasan tanpa buru-buru. Saya menyusun itinerary ini berdasarkan pengamatan langsung terhadap destinasi populer di kawasan Baturraden dan Purwokerto. Data ini dipadukan dengan harga tiket dan transportasi terbaru. Harapannya, panduan wisata Banyumas ini bisa […]

  • Program Jaga Desa 2026: Komitmen Jaksa Agung Kawal Pembangunan dari Pinggiran

    Program Jaga Desa 2026: Komitmen Jaksa Agung Kawal Pembangunan dari Pinggiran

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jakarta menjadi saksi penguatan komitmen hukum bagi pemerintahan terkecil di Indonesia. Dalam gelaran Jaga Desa Award 2026 pada Minggu malam (19/4/2026), Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menegaskan bahwa desa kini bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek utama pembangunan nasional. Mengawal Astacita dan Ketahanan Nasional Langkah Kejaksaan ini sejalan dengan visi Astacita poin keenam Presiden […]

  • Anggaran APBN 2027 Tembus Rp4.106 Triliun, Ini Sumber Dananya

    Anggaran APBN 2027 Tembus Rp4.106 Triliun, Ini Sumber Dananya

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Kebaruan. Belanja negara APBN 2027 menembus angka fantastis: Rp4.106,26 triliun, pertama kalinya melewati ambang Rp4.000 triliun. Pertanyaannya, dari mana pemerintah mendapat uang sebesar itu? Jawabannya terbagi dua jalur utama: pendapatan negara dan pembiayaan lewat utang. Jalur Pertama: Pendapatan Negara Rp3.435 Triliun Sumber dana terbesar datang dari pendapatan negara, yang ditetapkan Rp3.435,10 triliun. Ketua Komisi XI […]

  • Coolant Berkualitas Membantu Mengurangi Risiko Korosi dan Kerusakan pada Sistem Pendingin Mesin

    Coolant Berkualitas Membantu Mengurangi Risiko Korosi dan Kerusakan pada Sistem Pendingin Mesin

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kinerja mesin pada kendaraan, alat berat, maupun mesin industri sangat dipengaruhi oleh kondisi sistem pendingin yang bekerja menjaga suhu tetap stabil selama operasional berlangsung. Dalam kondisi kerja dengan temperatur tinggi, penggunaan coolant berkualitas menjadi faktor penting untuk membantu menjaga performa mesin sekaligus mengurangi risiko korosi pada komponen sistem pendingin. Seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keandalan […]

expand_less