Penyebab Kapal Feri Terbakar di Merak Belum Pasti, Ini Dugaan Awalnya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Penyebab kebakaran kapal feri KMP Batumandi di Pelabuhan Merak belum dipastikan. Kapal milik ASDP rute Bakauheni-Merak itu terbakar pada Selasa (20/10/2026) sore, saat bersiap sandar di Dermaga VI. Seluruh orang di atasnya selamat, dan tidak ada korban jiwa.
Dugaan Awal Penyebab Kapal Feri Terbakar
Ada dua titik awal api yang beredar. Laporan awal Vessel Traffic Service (VTS) Merak menyebut api diduga berasal dari kamar mesin. Namun penumpang melihat asap muncul dari bagian belakang kapal, dan Polda Banten juga menduga api bermula dari buritan.
Sejumlah laporan media menyebut api bermula dari percikan yang terus membesar. Polisi belum mengonfirmasi hal itu.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo tidak mau menebak. Menurutnya, ada yang menyebut buritan, tetapi perusahaan baru bisa memastikan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan polisi menyelesaikan investigasi. Api sudah padam, dan tim kini mendinginkan kapal supaya penyelidik bisa naik.
Polisi dan KNKT Periksa Faktor Teknis dan Nonteknis
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan Polri mulai menyelidiki kebakaran ini lewat Korpolair. Menurut laporan media, penyelidikan mencakup kemungkinan faktor teknis maupun unsur kesengajaan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta KNKT memeriksa aspek teknis dan nonteknis.
Sebagai pembanding, Kompas mencatat bahwa investigasi KNKT atas kebakaran kapal ro-ro selama ini umumnya menemukan pemicu teknis. Meski begitu, itu catatan historis, bukan kesimpulan untuk kasus ini.
Kronologi Kebakaran Kapal Feri di Merak
KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. VTS Merak dan ASDP mencatat kebakaran terjadi sekitar pukul 16.15 WIB, saat kapal berada di alur masuk penyeberangan, sekitar 700 meter dari dermaga. Beberapa laporan lain menyebut pukul 16.34-16.35 WIB.
Polda Banten menyebut 420 penumpang berdasarkan manifes. Basarnas mencatat 380 penumpang dan 40 awak kapal. Kapal juga mengangkut 89 kendaraan.
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang lewat seluncuran, perahu kecil, dan kapal nelayan. KMP Royce 1 melaporkan telah menampung seluruh penumpang dan awak pada pukul 16.56 WIB. Evakuasi tuntas sekitar pukul 17.05 WIB.
Heru Widodo menyebut enam orang mengalami luka ringan, sesak napas, atau syok. Mereka dirawat di Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika, dan kini sudah pulang.
Sorotan Keselamatan Pelayaran
Video evakuasi memperlihatkan sejumlah penumpang tanpa jaket pelampung. Polisi membenarkan hal itu, dan kini mendalami kemungkinan pelanggaran prosedur keselamatan. Menurut Tempo, ini menambah daftar kecelakaan kapal tahun ini menjadi enam kali.
- Penulis: Firmansyah
