Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Traffic Cone: Fungsi, Jenis, dan Alasan Warnanya Selalu Oranye

Traffic Cone: Fungsi, Jenis, dan Alasan Warnanya Selalu Oranye

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Traffic cone jadi salah satu benda paling akrab di jalan raya, meski jarang orang benar-benar memikirkan perannya. Bentuknya kerucut khas dengan warna oranye mencolok. Namun bentuk ini bukan sekadar untuk terlihat, melainkan menjalankan fungsi keselamatan yang cukup krusial bagi pengendara maupun pekerja di lapangan.

Fungsi Utama sebagai Penanda Bahaya

Fungsi paling mendasar traffic cone adalah memberi peringatan visual kepada pengendara tentang adanya bahaya, hambatan, atau area terbatas di depan. Petugas biasanya menempatkannya di titik-titik seperti lubang jalan, genangan air, atau area yang baru selesai dicor. Pengemudi pun bisa mengurangi kecepatan atau mengambil jalur alternatif lebih awal.

Selain menandai bahaya statis, traffic cone juga berfungsi mengarahkan alur lalu lintas sementara. Petugas proyek atau kepolisian sering menyusunnya berjajar untuk membentuk jalur pengalihan. Contohnya saat perbaikan jalan, kecelakaan lalu lintas, atau kegiatan yang menutup sebagian ruas jalan.

Peran dalam Zona Konstruksi dan Area Kerja

Di area proyek konstruksi, traffic cone menjadi bagian penting dari sistem manajemen keselamatan kerja. Benda ini membatasi zona kerja aktif agar pekerja tetap aman dari lalu lalang kendaraan. Cone ini juga mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk ke area berbahaya seperti galian tanah atau instalasi kabel listrik.

Petugas biasanya memadukan traffic cone dengan rambu tambahan atau lampu peringatan (warning light) di lokasi ini, terutama saat pekerjaan berlangsung hingga malam hari. Kombinasi ini meningkatkan visibilitas cone dalam kondisi minim cahaya, sehingga risiko kecelakaan bisa ditekan lebih jauh.

Kenapa Warnanya Selalu Oranye?

Warna oranye bukan pilihan sembarangan. Warna ini termasuk kategori “high-visibility color” yang mudah ditangkap mata manusia dari jarak jauh, bahkan dalam kondisi cahaya redup atau cuaca berkabut. Kontrasnya yang tinggi terhadap warna aspal dan lingkungan sekitar membuat traffic cone langsung menarik perhatian pengendara tanpa perlu usaha ekstra untuk mengenalinya.

Produsen juga melengkapi banyak traffic cone modern dengan strip reflektif berwarna putih atau perak di bagian tengahnya. Material reflektif ini memantulkan cahaya lampu kendaraan pada malam hari, sehingga cone tetap terlihat jelas meski kondisi sekitar gelap gulita.

Jenis-Jenis Traffic Cone Berdasarkan Ukuran

Traffic cone hadir dalam beberapa ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya:

  • Cone kecil (18-30 cm): biasa dipakai di area indoor seperti mal, gudang, atau parkiran untuk menandai lantai licin atau area terbatas.
  • Cone sedang (45-70 cm): paling umum digunakan di jalan raya untuk pengalihan lalu lintas ringan atau penanda perbaikan jalan skala kecil.
  • Cone besar (90 cm ke atas): dipakai di jalan tol atau area proyek besar karena tingkat visibilitasnya lebih tinggi dari jarak jauh, cocok untuk kendaraan berkecepatan tinggi.

Material Pembuatan yang Menentukan Daya Tahan

Produsen umumnya membuat traffic cone dari bahan PVC (Polyvinyl Chloride) yang fleksibel dan tahan benturan. Sifat lentur ini penting karena cone sering tertabrak kendaraan secara tidak sengaja. Bahan PVC memungkinkan cone kembali ke bentuk semula tanpa pecah.

Ada pula varian yang terbuat dari karet solid, biasanya dipakai untuk kebutuhan lebih berat seperti di area pelabuhan atau bandara. Bobotnya yang lebih berat membuat cone jenis ini tidak mudah bergeser meski terkena angin kencang atau hembusan dari kendaraan besar yang melintas.

Traffic Cone dalam Konteks Lebih Luas

Di luar fungsi teknisnya di jalan raya, orang juga sering memanfaatkan traffic cone dalam kegiatan olahraga sebagai penanda lintasan latihan. Pada acara tertentu, cone ini juga membatasi area parkir maupun zona pejalan kaki. Fleksibilitas penggunaannya inilah yang membuat benda sederhana ini tetap relevan di berbagai sektor, bukan hanya dunia lalu lintas dan konstruksi.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • 74 Alutsista Siap Hiasi Langit Istana untuk HUT ke-81 RI, Rafale Debut Perdana

    74 Alutsista Siap Hiasi Langit Istana untuk HUT ke-81 RI, Rafale Debut Perdana

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Langit Jakarta bakal terasa berbeda pada 17 Agustus 2026 nanti. Sebanyak 74 alat utama sistem senjata gabungan dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, dan Basarnas tengah menjalani latihan manuver dan fly pass. Latihan ini digelar untuk memeriahkan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di langit Istana Negara, Jakarta. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal […]

  • 128 Ribu Orang Berebut Undangan Upacara HUT RI ke-81, War Ticket Dibuka Lagi Hari Ini

    128 Ribu Orang Berebut Undangan Upacara HUT RI ke-81, War Ticket Dibuka Lagi Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Angka 128.331 menjadi bukti betapa besarnya animo masyarakat untuk hadir langsung di Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka. War ticket yang dibuka Rabu, 5 Agustus 2026, langsung diserbu pendaftar dari 36 provinsi di seluruh Indonesia hanya dalam satu hari pelaksanaan. Antusiasme Tembus Puluhan Ribu Pendaftar Mensesneg Prasetyo Hadi membagikan data ini lewat keterangan […]

  • Cara Aktifkan WhatsApp Plus di Android, Gratis Sebulan dan Cuma Rp13.900 per Bulan

    Cara Aktifkan WhatsApp Plus di Android, Gratis Sebulan dan Cuma Rp13.900 per Bulan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Meta akhirnya resmi meluncurkan WhatsApp Plus di Indonesia — layanan berlangganan berbayar yang hadir dengan sejumlah fitur eksklusif yang tidak ada di versi gratis. Harganya? Rp13.900 per bulan. Tidak terlalu mahal untuk ukuran layanan digital. Dan kabar baiknya, pengguna di Indonesia mendapat kesempatan mencoba seluruh fiturnya secara gratis selama satu bulan penuh tanpa biaya […]

  • Transformasi Pelayanan Publik: Delapan Agenda Pembenahan Menko Yusril

    Transformasi Pelayanan Publik: Delapan Agenda Pembenahan Menko Yusril

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Transformasi pelayanan publik kini menjadi prioritas utama bagi Kementerian Hukum di bawah arahan Menko Yusril, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Beliau menegaskan pentingnya langkah konkret untuk memperbaiki struktur organisasi agar masyarakat mendapatkan akses layanan yang bersih dan responsif. Komitmen ini muncul saat beliau memimpin kegiatan Konsolidasi Pelayanan Publik […]

  • 10 Film Komedi Terlaris di Indonesia, Agak Laen Kuasai Puncak Tahta

    10 Film Komedi Terlaris di Indonesia, Agak Laen Kuasai Puncak Tahta

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kebaruan. 10 film komedi terlaris di Indonesia menyimpan cerita menarik soal selera penonton Tanah Air. Humor lokal yang dekat dengan keseharian selalu punya daya tarik tersendiri di bioskop. Bahkan, beberapa judul berhasil menembus rekor jutaan penonton, mengalahkan film drama dan horor sekalipun. Berikut daftar lengkapnya, lengkap dengan jumlah penonton yang berhasil dikantongi masing-masing judul. 1. […]

  • Kanker Usus: Penyebab, Penanganan Medis, dan Dukungan Gaya Hidup Sehat

    Kanker Usus: Penyebab, Penanganan Medis, dan Dukungan Gaya Hidup Sehat

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kanker usus atau kanker kolorektal berkembang dari sel-sel abnormal di dinding usus besar maupun rektum. Penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala jelas pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Memahami penyebab dan pilihan penanganannya menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin menjaga kesehatan pencernaan jangka panjang. Apa yang […]

expand_less