Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » 162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

162 Calon Mahasiswa Gagal Masuk Universitas Negeri Korea Selatan Gara-Gara Catatan Pelanggaran Semasa Sekolah

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Nilai akademik ternyata bukan satu-satunya penentu masa depan di Korea Selatan. Sebanyak 162 calon mahasiswa gagal lolos ke 10 universitas negeri bergengsi di negeri ginseng itu — bukan karena nilai mereka buruk, melainkan karena rekam jejak perilaku mereka semasa sekolah ikut masuk dalam penilaian seleksi.

Fakta ini bukan rumor. Data resmi yang terbit pada awal 2026 memperlihatkan betapa seriusnya Korea Selatan menerapkan kebijakan baru ini.

90 Persen Pendaftar Bermasalah Langsung Tersingkir

Dari total 180 calon mahasiswa yang memiliki catatan pelanggaran semasa sekolah, sekitar 90 persen gagal mendapatkan kursi di universitas-universitas tersebut. Artinya, hanya sekitar 18 orang yang berhasil lolos meski memiliki rekam jejak kurang bersih.

Angka 90 persen itu bicara keras. Catatan perilaku bukan lagi faktor pelengkap — ia menjadi penentu nyata apakah seseorang layak masuk kampus impian mereka atau tidak.

Aturan Baru Berlaku Penuh Mulai Tahun Akademik 2026

Inilah titik baliknya. Mulai tahun akademik 2026, seluruh universitas di Korea Selatan wajib memasukkan catatan pelanggaran siswa ke dalam semua jalur penerimaan mahasiswa baru — tanpa terkecuali.

Sebelumnya, rekam jejak perilaku mungkin hanya menjadi pertimbangan di beberapa jalur tertentu. Kini aturan itu berlaku menyeluruh. Tidak ada lagi celah bagi calon mahasiswa untuk “menyembunyikan” masa lalu mereka lewat jalur seleksi alternatif.

Kebijakan ini muncul dari keresahan mendalam masyarakat Korea Selatan terhadap maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Pemerintah ingin memberi pesan tegas: perilaku buruk semasa sekolah punya konsekuensi jangka panjang.

Bukan Sekadar Pengurangan Nilai

Cara tiap kampus menerapkan aturan ini memang berbeda-beda. Beberapa universitas menerapkan pengurangan poin pada skor seleksi bagi pelamar yang memiliki catatan ringan. Tapi untuk pelanggaran yang dinilai serius, konsekuensinya lebih berat — pelamar langsung gugur dari proses seleksi tanpa ada kompromi.

Ini penting untuk dipahami oleh para pelajar dan orang tua. Bukan hanya soal seberapa besar pelanggaran itu, tapi jenis pelanggaran yang tercatat juga sangat menentukan nasib seleksi.

Karakter Kini Sejajar dengan Nilai Akademik

Selama puluhan tahun, sistem pendidikan Korea Selatan sangat berorientasi pada prestasi akademik. Ujian masuk universitas atau Suneung menjadi momok tersendiri bagi jutaan pelajar setiap tahun. Tekanannya luar biasa.

Tapi kebijakan baru ini mengubah paradigma itu. Universitas-universitas top Korea kini menegaskan bahwa karakter dan sikap siswa berdiri sejajar dengan nilai akademik dalam menentukan siapa yang berhak menempati bangku kuliah mereka.

Ini bukan hal kecil. Pergeseran ini menandai era baru dalam sistem pendidikan Korea Selatan — di mana menjadi pintar saja tidak cukup jika rekam jejak perilaku seseorang mencoreng perjalanan sekolahnya.

Apa pesan di balik kebijakan ini?

Korea Selatan sedang membangun standar baru. Mereka tidak hanya menginginkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tapi juga individu yang bertanggung jawab secara sosial.

Bagi pelajar Indonesia yang bermimpi melanjutkan studi di Korea Selatan, ini menjadi pelajaran berharga. Reputasi dan perilaku sejak dini bisa membuka atau justru menutup pintu masa depan — bahkan sebelum kamu duduk di bangku ujian seleksi.

Dunia kampus kini tidak lagi hanya milik mereka yang paling pandai. Tapi milik mereka yang pandai sekaligus berperilaku baik.

Kebijakan ini berlaku penuh di seluruh universitas Korea Selatan mulai tahun akademik 2026 dan menjadi salah satu reformasi terbesar dalam sistem seleksi perguruan tinggi di Asia.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Navigasi Utang Luar Negeri Indonesia 2026: Antara Proyek Strategis dan Keamanan Fiskal

    Navigasi Utang Luar Negeri Indonesia 2026: Antara Proyek Strategis dan Keamanan Fiskal

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Laporan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang dirilis Bank Indonesia minggu ini mengonfirmasi bahwa posisi utang kita tetap berada pada struktur yang sehat meski menghadapi tekanan global. Pemerintah terus memprioritaskan penarikan utang jangka panjang untuk mendanai sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect bagi masyarakat luas. Angka Riil & Statistik Valid Utang Luar Negeri […]

  • Nusron Wahid Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi HGB di Kementerian ATR/BPN

    Nusron Wahid Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi HGB di Kementerian ATR/BPN

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Kebaruan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait dugaan korupsi yang membelit kementeriannya. Kasus ini kini tengah ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyeret sejumlah nama dari lingkungan internal ATR/BPN. Nusron menegaskan pihaknya menghormati langkah hukum yang diambil KPK dalam mengusut dugaan praktik mafia tanah terkait penerbitan […]

  • Taufik Hidayat Ditangkap di Majalaya, Dedi Mulyadi Apresiasi Gerak Cepat Polda Jabar

    Taufik Hidayat Ditangkap di Majalaya, Dedi Mulyadi Apresiasi Gerak Cepat Polda Jabar

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Taufik Hidayat, pelaku dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan asal Kabupaten Bandung, berhasil ditangkap aparat kepolisian. Penangkapan terjadi di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa malam, 23 Juni 2026. Sebelumnya, nama Taufik masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah kasusnya mencuri perhatian luas dari publik. Korban dalam kasus […]

  • Tarif Pajak UMKM Terbaru: 0,5% Berlaku untuk Siapa dan Berapa Lama?

    Tarif Pajak UMKM Terbaru: 0,5% Berlaku untuk Siapa dan Berapa Lama?

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Banyak pelaku usaha kecil masih bingung soal pajak. Wajar, karena aturannya terus berkembang. Tapi justru di sinilah pentingnya kamu memahami tarif pajak UMKM terbaru — agar tidak salah hitung dan tidak kena sanksi yang tidak perlu. Tarif PPh Final UMKM 0,5% sesuai PP 55/2022, lengkap dengan contoh perhitungannya. Tidak Semua Usaha Masuk Kategori UMKM […]

  • Komisi VII DPR Apresiasi TKDN IKN, Dorong UMKM dan Wisata Jadi Penggerak Ekonomi

    Komisi VII DPR Apresiasi TKDN IKN, Dorong UMKM dan Wisata Jadi Penggerak Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyampaikan pandangan ini saat kunjungan kerja ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada Jumat (10/7/2026). Beliau menilai kemajuan pembangunan fisik IKN menunjukkan hasil […]

  • Aturan Seleksi Jalur Domisili SPMB Jatim 2026 Resmi Membuka Pendaftaran

    Aturan Seleksi Jalur Domisili SPMB Jatim 2026 Resmi Membuka Pendaftaran

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dinas Pendidikan Jawa Timur bergerak cepat memulai fase krusial dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK. Otoritas pendidikan secara resmi menutup masa pengambilan Personal Identification Number (PIN) pada Selasa (9/6/2026) tanpa ada perpanjangan waktu. Berdasarkan pusat data terintegrasi, sebanyak 296.287 calon siswa baru sukses mengantongi PIN untuk melanjutkan ke tahap […]

expand_less