Kebaruan.com Jumat petang, 19 Juni 2026, warga Kampung Gelonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dikejutkan kobaran api yang bergerak cepat. Tiga unit rumah ludes dilalap si jago merah dalam waktu singkat. Satu unit sepeda motor turut hangus tak tersisa.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi tiga keluarga yang kehilangan tempat tinggal mereka dalam hitungan jam.
Berawal dari Lilin yang Jatuh Saat Mati Lampu
Penyebab kebakaran ini sederhana — tapi dampaknya tragis. Saat itu, wilayah Bojonggede tengah mengalami pemadaman listrik serentak. Salah satu penghuni rumah, Erwin, menyalakan lilin sebagai penerangan darurat.
Masalah muncul ketika anak-anak mulai bermain dengan lilin yang menyala itu. Lilin pun terjatuh, dan api langsung menyambar benda-benda mudah terbakar di dalam ruangan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan pemilik rumah. “Saat itu wilayah Bojonggede sedang ada pemadaman listrik serentak. Pemilik rumah lalu menyalakan lilin dan sempat dibuat mainan oleh anak-anak, kemudian jatuh,” kata Yudi, Sabtu 20 Juni 2026.
Api bergerak cepat begitu lilin itu terjatuh. “Dalam waktu singkat api langsung membesar dan membakar semua bahan yang mudah terbakar di ruangan tersebut,” lanjut Yudi.
Tiga Rumah dan Satu Motor Hangus Tak Bersisa
Kobaran api tidak berhenti di satu titik. Dalam tempo singkat, si jago merah merambat dan menghanguskan tiga unit rumah sekaligus — milik Erwin, Seprihadi, dan Rolan.
Selain bangunan rumah, satu unit sepeda motor juga ikut menjadi korban amukan api. Total kerugian materi tentu tidak sedikit, mengingat tiga keluarga harus kehilangan seluruh isi rumah mereka sekaligus.
Erwin, pemilik rumah pertama yang terdampak, langsung melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran setempat.
Dua Armada Damkar Bergerak Cepat ke Lokasi
Laporan kebakaran masuk ke Damkar Sektor Cibinong pada pukul 18.30 WIB. Petugas langsung bergerak cepat. Dua unit mobil pemadam kebakaran — Merapi 27 dan Merapi 52 — melaju menuju lokasi tanpa menunggu lama.
Proses pemadaman bukan perkara mudah. Api sudah terlanjur besar saat petugas tiba. Tim damkar butuh waktu hampir tiga jam untuk menjinakkan si jago merah sepenuhnya.
Proses pemadaman dan pendinginan baru tuntas pada pukul 21.15 WIB. Yudi memastikan seluruh proses berjalan kondusif. “Proses pemadaman berjalan dengan baik kondusif. Situasi akhir api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya.
Syukur, Tidak Ada Korban Jiwa
Di tengah besarnya kerugian materi, satu hal yang patut disyukuri: tidak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa ini. Semua penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api meluas.
Namun tiga keluarga kini harus memulai segalanya dari awal. Rumah beserta seluruh isinya sudah tidak ada lagi.
Pelajaran Penting: Lilin Bukan Mainan
Kejadian di Bojonggede ini menjadi pengingat keras bagi kita semua. Saat listrik padam, lilin memang menjadi solusi penerangan yang paling mudah dijangkau. Tapi lilin menyimpan bahaya besar jika tidak ada pengawasan, terutama ketika anak-anak berada di dekatnya.
Beberapa langkah sederhana bisa mencegah tragedi serupa:
- Jauhkan lilin menyala dari jangkauan anak-anak
- Gunakan tempat lilin yang stabil dan tidak mudah terguling
- Jangan pernah meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan orang dewasa
- Pertimbangkan lampu emergency atau senter sebagai alternatif yang lebih aman
Kebakaran bisa terjadi dalam hitungan detik. Tapi pencegahannya bisa dimulai dari keputusan kecil yang kita buat setiap hari.
Kebakaran di Bojonggede ini menjadi peringatan nyata bahwa momen mati lampu pun bisa berubah menjadi bencana jika kita tidak waspada.
