Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tiga Rumah Ludes Terbakar di Bojonggede Bogor, Lilin Mainan Anak Saat Mati Lampu Jadi Penyebabnya

Tiga Rumah Ludes Terbakar di Bojonggede Bogor, Lilin Mainan Anak Saat Mati Lampu Jadi Penyebabnya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 271
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Jumat petang, 19 Juni 2026, warga Kampung Gelonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dikejutkan kobaran api yang bergerak cepat. Tiga unit rumah ludes dilalap si jago merah dalam waktu singkat. Satu unit sepeda motor turut hangus tak tersisa.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi tiga keluarga yang kehilangan tempat tinggal mereka dalam hitungan jam.

Berawal dari Lilin yang Jatuh Saat Mati Lampu

Penyebab kebakaran ini sederhana — tapi dampaknya tragis. Saat itu, wilayah Bojonggede tengah mengalami pemadaman listrik serentak. Salah satu penghuni rumah, Erwin, menyalakan lilin sebagai penerangan darurat.

Masalah muncul ketika anak-anak mulai bermain dengan lilin yang menyala itu. Lilin pun terjatuh, dan api langsung menyambar benda-benda mudah terbakar di dalam ruangan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan pemilik rumah. “Saat itu wilayah Bojonggede sedang ada pemadaman listrik serentak. Pemilik rumah lalu menyalakan lilin dan sempat dibuat mainan oleh anak-anak, kemudian jatuh,” kata Yudi, Sabtu 20 Juni 2026.

Api bergerak cepat begitu lilin itu terjatuh. “Dalam waktu singkat api langsung membesar dan membakar semua bahan yang mudah terbakar di ruangan tersebut,” lanjut Yudi.

Tiga Rumah dan Satu Motor Hangus Tak Bersisa

Kobaran api tidak berhenti di satu titik. Dalam tempo singkat, si jago merah merambat dan menghanguskan tiga unit rumah sekaligus — milik Erwin, Seprihadi, dan Rolan.

Selain bangunan rumah, satu unit sepeda motor juga ikut menjadi korban amukan api. Total kerugian materi tentu tidak sedikit, mengingat tiga keluarga harus kehilangan seluruh isi rumah mereka sekaligus.

Erwin, pemilik rumah pertama yang terdampak, langsung melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran setempat.

Dua Armada Damkar Bergerak Cepat ke Lokasi

Laporan kebakaran masuk ke Damkar Sektor Cibinong pada pukul 18.30 WIB. Petugas langsung bergerak cepat. Dua unit mobil pemadam kebakaran — Merapi 27 dan Merapi 52 — melaju menuju lokasi tanpa menunggu lama.

Proses pemadaman bukan perkara mudah. Api sudah terlanjur besar saat petugas tiba. Tim damkar butuh waktu hampir tiga jam untuk menjinakkan si jago merah sepenuhnya.

Proses pemadaman dan pendinginan baru tuntas pada pukul 21.15 WIB. Yudi memastikan seluruh proses berjalan kondusif. “Proses pemadaman berjalan dengan baik kondusif. Situasi akhir api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya.

Syukur, Tidak Ada Korban Jiwa

Di tengah besarnya kerugian materi, satu hal yang patut disyukuri: tidak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa ini. Semua penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api meluas.

Namun tiga keluarga kini harus memulai segalanya dari awal. Rumah beserta seluruh isinya sudah tidak ada lagi.

Pelajaran Penting: Lilin Bukan Mainan

Kejadian di Bojonggede ini menjadi pengingat keras bagi kita semua. Saat listrik padam, lilin memang menjadi solusi penerangan yang paling mudah dijangkau. Tapi lilin menyimpan bahaya besar jika tidak ada pengawasan, terutama ketika anak-anak berada di dekatnya.

Beberapa langkah sederhana bisa mencegah tragedi serupa:

  • Jauhkan lilin menyala dari jangkauan anak-anak
  • Gunakan tempat lilin yang stabil dan tidak mudah terguling
  • Jangan pernah meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan orang dewasa
  • Pertimbangkan lampu emergency atau senter sebagai alternatif yang lebih aman

Kebakaran bisa terjadi dalam hitungan detik. Tapi pencegahannya bisa dimulai dari keputusan kecil yang kita buat setiap hari.

Kebakaran di Bojonggede ini menjadi peringatan nyata bahwa momen mati lampu pun bisa berubah menjadi bencana jika kita tidak waspada.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi VII DPR Apresiasi TKDN IKN, Dorong UMKM dan Wisata Jadi Penggerak Ekonomi

    Komisi VII DPR Apresiasi TKDN IKN, Dorong UMKM dan Wisata Jadi Penggerak Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyampaikan pandangan ini saat kunjungan kerja ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada Jumat (10/7/2026). Beliau menilai kemajuan pembangunan fisik IKN menunjukkan hasil […]

  • Akses CCTV Bundaran HI Tidak Dapat Diakses saat Demo BEM UI Berlangsung

    Akses CCTV Bundaran HI Tidak Dapat Diakses saat Demo BEM UI Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jumat (12/6/2026) hari ini, masyarakat yang ingin memantau kondisi lalu lintas di pusat ibu kota menemui kendala. Seluruh akses CCTV publik yang berada di kawasan Bundaran HI dilaporkan tidak dapat dibuka. Kondisi ini membuat publik kehilangan akses visual langsung untuk memantau situasi di titik sentral Jakarta tersebut. Gangguan Terdeteksi secara Real-Time Gangguan layanan tersebut […]

  • Strategi Cerdas Menghadapi Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Hari Ini

    Strategi Cerdas Menghadapi Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi kita yang mobilitasnya bergantung pada kendaraan pribadi, angka di papan SPBU adalah indikator penting dalam rencana keuangan mingguan. Memasuki pertengahan April 2026, kabar baik datang dari sektor energi. Harga bahan bakar minyak di Indonesia, khususnya produk rilisan Pertamina, terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan mendadak meskipun kondisi geopolitik global sedang dinamis. Mari kita […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 25 Juni 2026: Turun Rp18.000, Kini Rp2.655.000 per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 25 Juni 2026: Turun Rp18.000, Kini Rp2.655.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kamis pagi, 25 Juni 2026, harga emas Antam membuka sesi dengan kabar yang cukup menarik bagi para pemburu logam mulia. Harga emas Antam tercatat di angka Rp2.655.000 per gram per pukul 09.00 WIB — turun Rp18.000 dibanding posisi perdagangan Rabu, 24 Juni 2026 yang masih bertahan di Rp2.673.000 per gram. Penurunan ini memang tidak […]

  • Rupiah Melemah ke Rp18.187: Penyebab dan Proyeksi 28 Oktober

    Rupiah Melemah ke Rp18.187: Penyebab dan Proyeksi 28 Oktober

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Kebaruan. Rupiah melemah lagi. Pada Rabu pagi (28/10/2026), data Bloomberg menunjukkan mata uang Garuda bergerak di sekitar Rp18.187 per dolar AS. Posisi itu mendekati level terlemah yang tercatat pada awal Juni 2026. Dolar yang menguat, harga minyak yang naik, dan penantian keputusan The Fed menjadi penyebab utamanya. Enam hari menuju Rp18.187 Pelemahan ini berlangsung bertahap. […]

  • Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Kata BMKG

    Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Kata BMKG

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kebaruan. Citra satelit pada Jumat (16/10) menunjukkan asap karhutla masuk atmosfer Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi hanya sesaat. Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyebut asap itu tidak lama berada di sana dan tidak berdampak pada kualitas udara permukaan. Pantauan Sabtu pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB memperlihatkan pergeseran bertahap. Angin yang melemah dan arah angin […]

expand_less